1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Terdengar Asing? Kenali Akronim dan Jargon KTT Iklim COP27

8 November 2022

Perwakilan dari negara-negara dunia bertemu di Mesir, pada 6-18 November untuk menyempurnakan aturan pakta iklim global yang baru. Perundingan iklim selama beberapa dekade telah melahirkan sejumlah akronim dan jargon.

Foto ilustrasi COP27
Foto: Gehad Hamdy/dpa/picture alliance

GLASGOW PACT = Pakta iklim Glasgow

Disepakati tahun 2021 pada KTT Iklim di Glasgow, Skotlandia, inilah dokumen pertama dalam forum perubahan iklim global yang memberikan rujukan khusus untuk pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.

Kesepakatan ini menandai terobosan dalam upaya membuat peraturan bagi perdagangan karbon internasional untuk mengimbangi emisi.

Kesepakatan ini juga mendorong negara-negara yang menandatangani untuk merumuskan rencana yang lebih ambisius bagi iklim.

PARIS AGREEMENT = Perjanjian Paris

Ini adalah penerus Protokol Kyoto, perjanjian internasional mengenai iklim, yang habis berlaku tahun 2020.

Paris Agreement ditandatangani Desember 2015. Tujuannya membatasi peningkatan rata-rata suhu permukaan bumi.

Untuk itu, negara-negara penandatangan menetapkan komitmen untuk mengurangi efek manusia terhadap iklim. Sejalan dengan waktu, targetnya diharapkan akan semakin ambisius.

GREENHOUSE GASES = Gas rumah kaca

Karbon dioksida (CO2) yang terlepas lewat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, diesel, bensin, kerosin dan gas alamiah, adalah "gas rumah kaca" utama yang menyebabkan penghangatan atmosfer bumi.

Di samping itu masih ada gas lain seperti metana, yang dilepas oleh sapi lewat pencernaan atau kotorannya dan oleh tempat penampungan sampah. Gas-gas ini jauh lebih merusak dibanding CO2, tetapi lebih cepat terurai di atmosfer. 

1.5 DEGREES = 1,5° Celcius

Perjanjian Paris bersifat mengikat bagi negara-negara penandatangan untuk membatasi emisi gas rumah kaca guna menjaga peningkatan suhu bumi jauh di bawah 2,0° Celcius.

Lebih jauh, negara-negara itu juga berjanji untuk berusaha menjaga kenaikan suhu di bawah 1,5°C. Para ilmuwan berpendapat upaya itu bisa mencegah efek berupa bencana yang paling besar.

COP27

Conference of the Parties (COP) atau Konferensi Para Pihak adalah badan pengambil keputusan tertinggi dari  United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Anggotanya adalah wakil setiap negara yang menandatangani Paris Agreement, dan bertemu setiap tahun. Konferensi ini disebut pula sebagai Konferensi Tingkat Tinggi KTT Iklim COP27, yaitu konferensi tahunan yang ke-27 yang diadakan di Sharm el-Sheikh, Mesir, 6-18 November 2022.

NATIONALLY DETERMINED CONTRIBUTIONS (NDC) = Komitmen Kontribusi Nasional

Kontribusi yang ditentukan setiap negara atau NDC adalah target yang ditetapkan tiap negara, yang dijanjikan akan ditepati, demi mengurangi emisi dan beradaptasi dengan perubahan iklim, mulai tahun 2020 dan seterusnya.

Negara penandatangan harus mengaktualisasi dan memperluas NDC lima tahun sekali. Semua negara sudah menyerahkan target baru berkaitan dengan Glasgow Pact.

Pada dasarnya, jumlah upaya semua negara masih sangat kurang. Sehingga tujuan konferensi adalah menggunakan proses negosiasi untuk meningkatkan lagi upaya semua negara.

JUST TRANSITION = Transisi Adil

Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan peralihan ke ekonomi berkadar karbon rendah, yang menjaga gangguan atas kehidupan sosial dan ekonomi akibat perpindahan dari bahan bakar fosil serendah mungkin. Pada saat bersamaan, keuntungan bagi pekerja, komunitas dan konsumen ditingkatkan sebaik mungkin.

CLIMATE FINANCE = Pendanaan Iklim

Tahun 2009 negara-negara kaya setuju untuk bersama-sama menyumbangkan 100 milyar dolar setiap tahunnya hingga 2020, untuk membantu negara-negara miskin mengadaptasikan sektor perekonomian mereka. Selain itu, agar mereka bisa memperkecil dampak kenaikan permukaan laut, dampak badai yang lebih berat dan sering, serta dampak kemarau.  

Tahun 2015 negara-negara kaya setuju untuk memperpanjang komitmen ini hingga 2025, tetapi targetnya belum ditetapkan.

CBDR - common but differentiated responsibilities = Tanggung jawab bersama tetapi implementasinya dibeda-bedakan

Prinsip CBDR dimuat dalam Protokol Kyoto.

Menurut prinsip ini, negara-negara berkembang, yang memproduksi lebih banyak emisi di masa lalu saat membangun perekonomian mereka, harus mengambil peran sebagai pemimpin dalam memerangi perubahan iklim.

Masalah ini selalu jadi masalah paling rumit dalam pembicaraan soal iklim.

Perjanjian Paris berusaha mengikat negara dengan perkembangan ekonomi sangat cepat, seperti Cina dan Brasil, untuk berpartisipasi dalam upaya global mengurangi emisi, dengan menambahkan keterangan: "mengingat keadaan setiap negara yang berbeda-beda". Tetapi Perjanjian Paris tidak menuntut mereka untuk segera menetapkan komitmen demi mengurangi emisi.

LOSS AND DAMAGE = Kerugian dan Kerusakan

Walaupun negara-negara kaya setuju untuk memberikan dana bagi negara miskin untuk mengatasi dampak perubahan iklim, negara miskin terus menyatakan tuntutan akan adanya landasan yang disetujui bersama, untuk menilai tanggung jawab atas kerugian dan kerusakan yang diakibatkan perubahan iklim, dan untuk mengkalkulasi kompensasi. (rtr) ml/ap

100 Juta Pohon bagi Kalimantan

05:50

This browser does not support the video element.