1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kepresidenan G8 Jerman Berakhir

21 Desember 2007

Enam bulan telah berlalu sejak KTT G8 di Heiligendamm, Jerman. Kawasan wisata kecil di utara itu tak lagi menunjukkan bahwa di tempat tersebut pernah terjadi aksi polisi terbesar dalam sejarah Jerman.

Kanselir Angela Merkel (kanan) dan Presiden AS George Bush (kiri) di Heiligendamm
Kanselir Angela Merkel (kanan) dan Presiden AS George Bush (kiri) di HeiligendammFoto: picture-alliance/ dpa

Pagar pengaman sepanjang 12 kilometer yang sengit diperdebatkan pun sudah dibongkar. Tapi, seminggu lalu perundingan Heiligendamm kembali menjadi buah bibir. Kali ini, di kawasan wisata lainnya, yaitu di Bali. Konferensi PBB untuk Iklim yang digelar di Bali benar-benar menguji apakah agenda bahasan di Heiligendamm diimplementasikan.

Bernd Pfaffenbach adalah pejabat urusan G8 Kanselir Jerman: „Di Heiligendamm landasan untuk perundingan Bali diletakkan. Sebelumnya tidak ada kesepakatan mengenai haluan bersama dalam politik iklim internasional. Semuanya berawal dari sana.“

Satu Haluan

Di Heiligendamm, Angela Merkel berhasil menggerakkan Presiden Amerika George W. Bush untuk berkompromi. Bush setuju untuk mengagendakan perubahan iklim dalam politiknya. Fokus lain kepresidenan Jerman dalam G8 adalah kerja sama dengan negara berkembang. Kepala negara Afrika Selatan, Meksiko Brasil, Cina dan India sempat duduk bersama dengan negara G8 di meja perundingan.

Pertemuan ini sesuai dengan motto kepresidenan Jerman yaitu „Pertumbuhan dan Tanggung Jawab“. Kelompok G8 sepakat bahwa globalisasi harus dihadapi bersama oleh semua negara, kata Bernd Pfaffenbach: „Usai pertemuan di Heligendamm, suatu proses diskusi dimulai. Proses ini berlangsung selama dua tahuan dan melibatkan pejabat tinggi dari negara berkembang dan G8. Topik bahasan pertemuan ini adalah isu ekonomi yang mempengaruhi semua negara, hasilnya akan dilaporkan pada negara-negara G8.“

Dialog ini akan berlanjut, baik selama kepresidenan Jepang yang dimulai 1 Januari mendatang, maupun saat Italia memegang tampuk presiden di tahun 2009.

Kerja Sama Dengan Afrika

Heiligendamm juga melahirkan landasan kerja sama dengan negara-negara Afrika. Sebuah paket bantuan seniai 60 miliar Dollar untuk memberantas Aids, Malaria dan TBC disetujui di Heiligendamm. Selain itu, G8 berupaya meningkatkan kekuatan ekonomi negara Afrika.

Menurut Bernd Pfaffenbach: „Kuncinya adalah membawa investor asing ke Afrika. Misalnya dengan menyelenggarakan „Africa Investment Day“ di bursa saham Frankfurt. Selain itu kami menggagas konferensi bahan industri mentah – semua itu dilakukan dalam rangka kepresidenan G8 Jerman.„

Secara keseluruhan Bernd Pfaffenbach, pejabat urusan G8 Jerman, menarik neraca positif kepresidenan G8 Jerman. Tanggal 1 Januari, kepresidenan G8 akan diambil alih oleh Jepang. (zer)