Vatikan mengatakan, Paus Fransiskus kini masih dalam keadaan kritis, setelah menjalai perawatan intensif akibat pneumonia dan infeksi saluran pernapasan.
Pemimpin hampir 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, Paus Fransiskus, telah dirawat di rumah sakit di Roma selama lebih dari sepekanFoto: Maria Grazia Picciarella/ROPI/picture alliance
"Paus Fransiskus masih sadarkan diri dan seharian duduk di kursi, meskipun kondisinya kian memburuk dibandingkan kemarin. Saat ini, prognosisnya masih belum pasti," tulis Vatikan.
Pernyataan itu menambahkan bahwa Paus Fransiskus, yang kini berusia 88 tahun, mengalami "masalah pernapasan akut, mirip asma yang berkepanjangan" sehingga membutuhkan transfusi darah.
Karena kesulitan bernapas, dokter pun harus memberikan oksigen dengan aliran tinggi untuk membantu paus, kata Vatikan, seraya menambahkan bahwa transfusi diperlukan karena tes menunjukkan rendahnya jumlah trombosit, yang juga berkaitan dengan anemia.
Kunjungan Bersejarah Paus Fransiskus di Indonesia
Paus Fransiskus berada di Indonesia dalam rangka perjalanan apostolik di Asia Pasifik. Ini adalah kali ketiga Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan mengunjungi tanah air.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Dari Roma menuju Jakarta
Selasa, 3 September 2024, Paus Fransiskus mendarat menggunakan pesawat komersil ITA Airways di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dari Roma, Italia. Melansir AFP, kepada 80 orang wartawan yang ikut dalam kunjungan ini, ia mengaku perjalanan selama 13 jam ke Indonesia merupakan penerbangan paling panjang sejak ia menjadi Paus di Vatikan.
Foto: VATICAN MEDIA/AFP
Penantian setelah 35 tahun
Kedatangan Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio pada hari Selasa (03/09) ini disambut oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketua Panitia Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia, Ignatius Jonan. Lawatan kali ini merupakan penantian 35 tahun setelah Paus Yohanes Paulus II berkunjung pada tahun 1989.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Tolak hotel berbintang dan naik mobil mewah
Paus Fransiskus memilih untuk menginap di Kedutaan Besar Vatikan daripada di hotel bintang lima. Selain menolak menginap di hotel, Paus juga memilih untuk tidak menggunakan mobil mewah selama berada di Indonesia. Sebagai gantinya, ia memilih Toyota Innova, kendaraan yang biasa digunakan masyarakat Indonesia.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Bertemu Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Paus Fransiskus yang tiba di halaman Istana Merdeka pada hari Rabu (04/09) pukul 09.35 WIB. Upacara kenegaraan digelar untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus. Setelah penyambutan selesai, dilanjutkan dengan perkenalan para menteri. Jokowi kemudian mengarahkan Paus menuju Ruang Kredensial untuk berdialog.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian
Dalam pidatonya di Istana Negara, Paus Fransiskus berbicara soal kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian. "Kerukunan di dalam perbedaan dicapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan bersama dari semua orang dan ketika seluruh kelompok suku dan agama bertindak dalam semangat persaudaraan," ujarnya dalam bahasa Italia.
Foto: Muchlis Jr/Indonesia Presidency
Menanti Paus Fransiskus
Ratusan umat Katolik memadati area depan Gereja Katedral Jakarta (depan Masjid Istiqlal). Mereka tampak berkerumun untuk menunggu kedatangan Paus Fransiskus pada Rabu (04/09) sore.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/Fakhri Fadlurrohman
Pesan Paus di depan para rohaniwan
Paus Fransiskus melakukan pertemuan dengan uskup, imam, diakon, seminaris, dan katekis di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Dalam kesempatan itu, Paus menyinggung soal bela rasa. "Yang membuat dunia bergerak maju bukanlah perhitungan kepentingan pribadi, yang umumnya berujung pada kerusakan ciptaan dan pemecah belahan komunitas, tapi mempersembahkan kasih kepada sesama," ucapnya.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Gerakan Scholas Occurrentes
Paus Fransiskus bertemu dengan remaja dari Scholas Occurrentes di Graha Pemuda Komplek Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Gerakan pendidikan global ini diinisiasi oleh Paus pada tahun 2013 saat ia masih menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires di Argentina. Scholas Occurrentes hadir di Indonesia sejak diundang dalam agenda G20 Summit di Bali pada tahun 2022.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Deklarasi Bersama Istiqlal 2024
Paus Fransiskus tiba di Masjid Istiqlal pada pukul 09.15 WIB. Bersama Imam Besar Nasaruddin Umar, Paus mengunjungi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan halaman Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Kemudian keduanya menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024: “Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan”.
Ada momen menarik saat Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, Kamis (05/09). Paus tampak terlihat sangat akrab dan dekat dengan Nasaruddin Umar. Keduanya saling bersalaman saat hendak berpisah. Nasaruddin tampak mengecup dahi Paus Fransiskus sebanyak dua kali.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Dibalas cium tangan
Nasaruddin lebih dulu mencium kepala Paus Fransiskus, lantas dibalas cium tangan oleh Kepala Negara Vatikan tersebut. Momen akrab dua pemuka agama ini terjadi di halaman Masjid Istiqlal.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus temui penyandang disabilitas
Setelah mengunjungi Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus menemui sekelompok orang sakit, penyandang disabilitas, dan orang miskin di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Mereka juga diberi kesempatan untuk menyampaikan ungkapan hatinya kepada Paus.
Foto: Iwan Jayadi/Indonesia Papal Visit Committee
Lautan manusia di Stadion GBK
Misa Agung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari Kamis (05/09) menjadi puncak kegiatan dari rangkaian perjalanan apostolik sekaligus kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus di Indonesia. Lebih dari 86 ribu umat Katolik menyambut kedatangan Paus yang berkeliling menaiki mobil Maung MV3 buatan PT Pindad.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus ingatkan umat untuk berbuat baik
Saat memimpin misa, Paus Fransiskus kembali berpesan soal pentingnya menjaga perdamaian. "Dengan dibimbing oleh sabda Tuhan, saya mendorong Anda semua untuk menaburkan kasih, dengan penuh keyakinan menempuh jalan dialog," ucapnya. Paus juga menyebut berbuat baik memang tidak selalu berbalas kebaikan. Namun, upaya untuk menjadi aktor perdamaian harus terus dilakukan.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus bertolak ke Papua Nugini
Paus Fransiskus tiba di Bandara Soetta pada hari Jumat (06/09) pukul 10.00 WIB diiringi oleh pengawalan. Paus menaiki pesawat komersial Garuda Indonesia untuk menuju Papua Nugini. Ia akan berada di Papua Nugini pada 6 hingga 9 September 2024 dan melanjutkan perjalanan ke Timor Leste pada 9 hingga 11 September. (ha/yf)
Foto: Tatan Syuflana/AP Photo/picture alliance
15 foto1 | 15
Paus Fransiskus "belum terbebas dari bahaya”
"Kondisi Paus Fransiskus masih kritis," lanjut pernyataan itu. "Paus belum terbebas dari bahaya."
Iklan
Pernyataan kondisi terbaru, yang disusun oleh tim medis tetapi dikeluarkan oleh Vatikan ini, menandai untuk pertama kalinya prognosis Paus Fransiskus disebut "kritis," yang menunjukkan bahwa kondisinya akan berubah-ubah dan memerlukan pengawasan yang cukup ketat.
Pemimpin Gereja Katolik itu dibawa ke rumah sakit di Roma lebih dari sepekan yang lalu pada Jumat (14/02) akibat pneumonia dan infeksi paru-paru.
Pneumonia ganda dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada kedua paru-paru, sehingga membuat pernapasan menjadi sulit.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Sebelumnya, Vatikan menyebut infeksi yang diderita Paus Fransiskus ini "kompleks," dengan mengatakan, infeksi disebabkan oleh dua mikroorganisme atau bahkan lebih.
Pemimpin Tim Medis Paus Fransiskus, Profesor Sergio Alfieri, mengatakan pada Jumat (21/02) bahwa kondisi beliau sedikit membaik, sehingga dokter dapat secara bertahap mengurangi jumlah obatnya.
Namun, ia menegaskan bahwa situasinya masih sangat serius, mengingat usia dan kondisi kesehatan Paus Fransiskus secara keseluruhan.
Pada Sabtu (22/02) pagi, Vatikan mengumumkan bahwa Paus Fransiskus tidak jadi tampil di depan publik pada Minggu (23/02) untuk memimpin doa Angelus bersama para peziarah. Ini akan menjadi pekan kedua berturut-turut di mana tidak ada krehadirannya dalam acara tersebut.
Masalah kesehatan yang dideritanya
Paus Fransiskus telah memimpin Gereja Katolik sejak 2013. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk operasi usus besar dan operasi hernia.
Ia juga terus mengalami nyeri pada pinggul dan lutut, yang membuatnya harus menggunakan kursi roda hampir sepanjang waktu.
Penyakitnya kali ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuannya untuk dapat memimpin hampir 1,4 miliar umat Katolik di dunia. Isu kesehatannya ini juga memicu spekulasi tentang siapa yang mungkin dapat menggantikannya.
Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin mengatakan kepada harian Italia Corriere della Sera bahwa diskusi mengenai hal itu adalah hal yang wajar, tetapi ia menolak untuk terlibat dalam "spekulasi yang tidak perlu."
Sebelum jatuh sakit, Paus tetap menjalani agenda kerjanya yang padat, termasuk melakukan tur selama 12 hari ke Asia-Pasifik pada bulan September tahun lalu.