Ketegangan Antara Rusia Dan Georgia
1 Oktober 2006Iklan
MOSKOW:
Ketegangan antara Rusia dan Georgia semakin meruncing , sehubungan penangkapan sejumlah perwira Rusia dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata. Presiden Rusia Wladimir Putin menyamakan tindakan pimpinan Georgia dengan apa yang dilakukan Lawrenti Berija kepala dinas rahasia dibawah Stalin. Yakni melancarkan aksi pembersihan berdarah, yang mengakibatkan ratusan ribu orang menjadi korban. Pada waktu bersamaan Presiden Putin memperingatkan pemerintah di Tiblisi yang merasa aman dibawah perlindungan kekuatan asing. Dalam hal ini ia menghubungkannya dengan Amerika serikat. Masyarakat Internasional mencemaskan konfliknya. Pejabat urusan luar negeri Uni Eropa Javier Solana menawarkan peranan penengah.