Keterlibatan Suriah Dalam Kasus Pembunuhan Hariri
22 Oktober 2005
Sejak kasus serangan pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri, warga Libanon menyatakan bahwa Suriah yang menjadi dalang serangannya. Pernyataan itu dijadikan inti dari laporan yang disampaikan Jaksa pengusut asal Jerman Detlev Mehlis kepada Sekjen PBB Kofi Annan. Jaksa Detlev Mehlis mendapat tugas dari PBB untuk mengusut latar belakang serangan yang menewaskan mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri dan 20 orang lainnya tanggal 14 Februari lalu.
Dampak Laporan Pengusutan
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan pejabat keamanan Suriah dan Libanon bersekongkol melakukan serangan pembunuhan tersebut. Pengusutan tersebut memberikan dampak yang luas. Di Libanon, bulan Agustus lalu, empat perwira tinggi dari Dinas Rahasia ditangkap, karena diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sekarang laporan pengusutan membenarkan dugaan itu. Mereka tidak bertindak sendirian, melainkan bekerjasama dengan kelompok pro Suriah dan orang-orang di Libanon yang selama puluhan tahun menjadi boneka Damaskus. Kelompok ini sesuai dengan keinginan pemerintah di Damaskus, hendak menjadikan Libanon sebagai propinsi bagian barat, dari apa yang disebut ‘Suriah Raya’. Dan bukan sebagai negara tersendiri yang berdaulat.
Kekuasaan Suriah di Libanon
Selama 30 tahun, Suriah menanamkan pengaruhnya secara langsung di Libanon. Mempengaruhi pemilihan umum serta memilih politisi yang diinginkannya. Ketika Emile Lahoud, tokoh kepercayaan Suriah memegang jabatan Presiden di Libanon, pemerintah di Damaskus berhasil memaksakan perubahan undang-undang. Setelah ditemukan jalinan hubungan tersebut, maka sekarang elemen pro Suriah di Libanon semakin terdesak. Atau kembali melakukan serangan balik. Dengan demikian cukup alasan bagi pemerintah Libanon untuk memaklumatkan keadaan khusus dan menyiagakan tentara di jalan-jalan.
Suriah Terjepit
Juga bagi Suriah laporan pengusutan tersebut memberikan dampak yang sangat besar. Meskipun selama ini Presiden Basyar El Assad terus membantah keterlibatan Suriah, tapi sekarang pemerintah di Damaskus harus memberikan reaksi terhadap hasil laporan pengusutan. Disamping itu pemerintah di Damaskus akan semakin terjepit, karena sejak lama, Amerika Serikat dan Perancis menuntut diambil tindakan bila terbukti Suriah terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri. Sementara itu Suriah juga melakukan dua hal yang tidak disenangi. Yakni membuka perbatasannya dengan Irak bagi kelompok bersenjata. Dan mendukung kelompok militan Palestina yang menentang dijalinnya perdamaian dengan Israel.
El Assad dalam Posisi Sulit
Presiden Basyar el Assad hanya dapat terlepas dari jepitan tersebut, bila ia sekarang dengan konsekuen mengambil tindakan dan meminta pertanggung jawaban dalam kasus pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri. Disamping tidak mengalihkan tanggung jawabnya kepada Menteri Dalam Negeri Ghazi Kanaan yang baru-baru ini tewas secara misterius. Ghazi Kanaan yang selama 22 tahun bertanggung jawab dalam melaksakan politik Suriah di Libanon, kemungkinan sama sekali tidak terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Hariri. Tapi yang terlibat adalah seorang saudara laki-laki dan ipar dari Presiden Basyar el Assad. Presiden Basyar el Assad memerlukan keberanian dan kekuatan untuk menindak anggota keluarganya tersebut.