1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Kriminalitas

Kim Jong-Nam Dibunuh dengan Racun VX

24 Februari 2017

Saudara tiri diktatur Korea Utara, Kim Jong Un, tewas dibunuh dengan menggunakan racun syaraf mematikan yang biasanya dibuat untuk senjata kimia. Bahkan tersangka pelaku jatuh sakit di tahanan setelah ikut terpapar VX.

Kim Jong Nam
Foto: picture-alliance/AP Photo/S. Kambayashi

Kabar ihwal racun yang digunakan buat membunuh Kim Jong Nam dipastikan kepolisian Malaysia setelah menerima laporan toksikologi dalam kasus pembunuhan di bandar udara Kuala Lumpur pekan lalu.

Menurut klaim ahli keamanan Korea Selatan, pemerintah di Pyongyang memiliki cadangan gas beracun, termasuk gas VX, sebanyak 5.000 ton. Residu VX ditemukan pada wajah dan mata korban, kata kepolisian.

Gas VX termasuk salah satu racun saraf paling mematikan yang pernah dibuat. Tetesan kecil senyawa VX, jika diserap melalui kulit, mampu menyebabkan gangguan fatal pada sistem saraf dan berujung pada kematian. Salah seorang tersangka pelaku pembunuhan dikabarkan mengalami sakit parah setelah ditangkap. Polisi mengatakan ia muntah-muntah.

Direktur Kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar, mengatakan, tersangka langsung menuju toilet setelah melakukan pembunuhan. "Dia menyadari zat itu beracun dan harus mencuci tangannnya."

Kepolisian Malaysia saat ini mengundang ahli nuklir untuk menyisir bandar udara Kuala Lumpur. "Kami menyelidiki bagaimana racun itu bisa masuk ke negara ini," kata Khalid Abu Bakar. Namun ia menambahkan upaya tersebut "akan sangat sulit dilakukan jika jumlah yang diselundupkan terlalu kecil."

Tapi pakar keamanan mengklaim sangat mudah menyeludupkan racun VX ke Malaysia melalui kantung diplomatik karena tidak akan diperiksa oleh petugas Bea Cukai.

rzn/ap (afp,rtr)