Aura Neuer di Piala Dunia dan Rekor yang Terpecahkan
15 Juni 2026
Dalam sepak bola modern, karier pemain biasanya mulai menurun di usia akhir 30-an. Banyak yang memutuskan pensiun atau justru semakin berkurang perannya dalam tim, khususnya jika melakoni turnamen besar. Tapi hal ini tidak berlaku bagi kiper utama Timnas Jerman, Manuel Neuer.
Kejutannya bahkan sudah dimulai sebelum turnamen. Setelah sempat memutuskan pensiun dari timnas Jerman usai pagelaran Euro 2024 lalu, Neuer kembali dipanggil untuk memperkuat skuad di Piala Dunia 2026. Keputusan itu cukup mengejutkan, mengingat usianya yang sudah 40 tahun dan sempat ada keraguan soal kebugarannya.
Namun dalam laga saat Timnas Jerman menang 7-1 atas debutan Piala Dunia, Curaçao, ia kembali mencatatkan sejarah. Neuer kini sudah tampil di lima edisi Piala Dunia, menyamai rekor legenda Sepak Bola Jerman, Lothar Matthäus.
Ia juga menjadi pemain internasional tertua yang pernah membela Jerman, pada usia 40 tahun 79 hari, melampaui rekor sebelumnya yang juga dipegang Matthäus.
Di pertandingan yang sama, Neuer mencatat penampilan ke-20 di Piala Dunia dan menyamai rekor Hugo Lloris sebagai kiper dengan jumlah laga terbanyak di turnamen tersebut.
"Entah kamu mencintai sepak bola atau tidak, ini momen yang spesial buat saya bisa memulai turnamen ini bersama tim,” kata Neuer usai pertandingan. "Saya memang ingin berdiri di bawah mistar. Rasanya menyenangkan berada di lapangan bersama tim.”
Meski Jerman mendominasi laga, Neuer nyaris tidak banyak diuji. Satu gol yang bersarang ke gawangnya tetap jadi catatan kecil, yang ia sendiri akui bisa saja diantisipasi tanpa defleksi.
"Kalau tidak ada defleksi, saya bisa menyelamatkannya. Saya ingin sekali bisa menahannya,” ujarnya.
Kembali dari masa pensiun
Manuel Neuer yang juga menjadi kiper utama Timnas Jerman pada Piala Dunia 2014 itu kini bahkan berusia dua tahun lebih tua dari pelatih kepala Julian Nagelsmann. Namun usia bukan jadi pertimbangan utama ketika sang pelatih memutuskan memanggil Neuer untuk kembali dari masa pensiun.
Menurut Nagelsmann, tidak ada keraguan soal kesiapan Neuer untuk kembali ke level tertinggi.
"Dia tidak butuh waktu untuk beradaptasi di usianya sekarang. Dia tahu bagaimana menghadapi situasi bertekanan tinggi,” kata Nagelsmann.
Keputusan itu juga mendapat dukungan dari Direktur Olahraga Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Rudi Völler. Menurutnya, pengalaman panjang Neuer membuatnya tetap relevan di ruang ganti maupun di lapangan.
"Dia juga mengenal sebagian besar pemain dari Bayern Munich. Dia sudah berada di level ini sejak lama, tidak mudah membuatnya goyah,” ujar Völler.
Semua mata tertuju pada Neuer
Perdebatan soal siapa kiper terbaik dunia kembali mengemuka menjelang laga pembuka timnas Jerman di Piala Dunia. Di tengah diskusi itu, perhatian juga tertuju pada kondisi Manuel Neuer, khususnya kebugaran betisnya yang sempat mengalami cedera.
Untuk waktu yang cukup lama, kepastian soal kesiapan Neuer belum benar-benar jelas. Cedera yang ia alami di akhir musim Bundesliga membuatnya tidak tampil dalam dua laga uji coba terakhir Jerman melawan Finlandia dan Amerika Serikat sebelum turnamen dimulai.
Situasi ini sempat membuka peluang bagi nama lain untuk mengisi posisi utama. Oliver Baumann yang tampil solid sepanjang kualifikasi sempat memegang peran sebagai kiper nomor satu dan bahkan diproyeksikan tetap menjadi pilihan utama di Piala Dunia.
Namun rencana itu berubah ketika Neuer kembali pulih dan kembali masuk ke dalam persaingan utama di bawah mistar Jerman.
“Itu sulit di awal, tentu saja. Rasanya tidak enak, jujur saja,” kata Baumann setelah laga uji coba terakhir melawan Amerika Serikat. “Tapi saya langsung tahu bahwa saya akan tetap bersama tim dan ikut berangkat.”
Sosok dengan aura kuat
Kembalinya Manuel Neuer ke Timnas Jerman, sebenarnya tetap membawa risiko tersendiri bagi keseluruhan tim. Khusunya karena cedera yang sempat ia alami, kiper berusia 40 tahun itu baru kembali bergabung dalam sesi latihan tim di pekan menjelang laga pembuka. Kondisi ini membuat tim harus sangat berhati-hati, terutama untuk menghindari risiko cedera ulang, mengingat riwayat masalah pada betis yang beberapa kali membuatnya terpaksa harus absen sepanjang musim terakhir.
Tapi di balik kemampuan teknis dan pengalaman Neuer yang sudah tak perlu diragukan lagi, ada satu topik yang terus menjadi perbincangan dalam tim, yakni aura dan pengaruhnya di ruang ganti maupun di bawah mistar gawang Jerman.
Salah satu yang menegaskan hal itu datang dari bek timnas Jerman, Jonathan Tah, yang menilai kehadiran Neuer di dalam tim bukan hanya soal kemampuan menjaga gawang, tetapi juga karakter dan pengaruh yang ia bawa ke dalam permainan maupun ruang ganti.
“Kehadirannya spesial dan membawa aura yang kuat dalam tim,” kata Tah.
Senada dengan Tah, kapten tim Joshua Kimmich bahkan menyebut Neuer sebagai sosok yang sudah berada di level berbeda dalam sejarah posisi penjaga gawang di sepak bola.
“Dia kiper terbaik sepanjang masa,” ujar Kimmich.
Kimmich yang sudah bermain bersama Neuer selama lebih dari satu dekade di Bayern Munich juga menilai tidak pernah ada keraguan soal kembalinya sang kiper ke tim nasional, selama kondisi fisiknya memungkinkan.
“Kami akan menghadapi Piala Dunia, dan pemain terbaik (seperti Neuer) harus bermain,” kata Kimmich.
Sang kiper “GOAT”
Antusiasme fans timnas Jerman untuk melihat Manuel Neuer kembali bermain sudah terasa jauh sebelum laga di Houston digelar. Sepekan sebelumnya, di tengah suhu yang terasa seperti musim panas, sekitar 3.000 orang datang ke kompleks latihan Wake Forest University hanya untuk menyaksikan sesi latihan terbuka tim asuhan Julian Nagelsmann.
Banyak yang datang untuk melihat skuad Jerman secara keseluruhan, tetapi satu nama langsung jadi pusat perhatian, Manuel Neuer. Kehadirannya seperti tetap punya magnet tersendiri di antara para pemain lain.
Bagi sebagian fans, Neuer sudah bukan sekadar kiper, tapi sosok yang melekat dengan perjalanan panjang tim nasional Jerman dalam satu dekade terakhir.
“Neuer sudah memenangkan hati kami. Saya percaya pada tim ini dan berharap mereka bisa melaju jauh,” kata seorang pendukung bernama Chris.
Di luar sorotan di lapangan, ada juga rasa penasaran soal apa yang akan dilakukan Neuer setelah Piala Dunia ini, termasuk apakah ia masih akan terus menambah rekor atau benar-benar akan mengakhiri perjalanannya di level internasional.
Namun bagi rekan setimnya Kai Havertz, satu hal terasa sudah jelas, kualitas Neuer tidak akan mudah tergantikan bahkan oleh waktu.
“Kalau dia masih ingin bermain untuk timnas di usia 70 tahun, dia tetap akan masuk skuad,” kata Havertz.
Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu
Editor: Adelia Dinda Sani