Holbrooke Afghanistan
16 Februari 2009Richard Holbrooke memang baru menjumpai presiden Afghanistan sebelum berangkat meninggalkan Kabul. Tetapi setidaknya utusan khusus Amerika itu tampil bersama dengan Hamid Karzai di depan pers. Pemerintah baru AS memang tidak mengesampingkan orang yang dilindungi mantan presiden AS, George W Bush. Masalahnya, sekarang pengolahan strategi baru Amerika bagi Afghanistan memang belum tuntas.
Tetapi bahwa pemerintah Afghanistan hendak diajak berkonsultasi dalam merancang konsep baru, kiranya hanya merupakan basa-basi untuk menenangkan suasana. Yang jelas nada bicara Hamid Karzai yang semakin anti-barat akan bertambah halus.
Rencana untuk meningkatkan keterlibatan tentara Afghanistan dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan AS terhadap Taliban dan Al Qaida, kemungkinan ibaratnya merupakan pisau bermata dua bagi Karzai. Bila dalam serangan itu kembali jatuh korban di kalangan warga sipil, dia tidak akan bisa cuci tangan. Selama ini keluhan akan tingginya jumlah korban warga sipil selalu diteruskan oleh presiden Afghanistan itu ke pihak Amerika. Tidak boleh dilupakan, di mata rakyat Afghanistan, Karzai adalah boneka AS.
Tetapi apakah Karzai akan memperoleh dukungan dari pemerintah baru AS dalam pemilihan presiden pertengahan tahun nanti? Itu masih belum diketahui. Di Kabul Richard Holbrooke juga bertemu dengan tokoh-tokoh yang berpotensi menjadi presiden Afghanistan. Di Washington terdapat keraguan, apakah Karzai akan berhasil membawa perubahan di kawasan Hindukush itu, sebab dia juga merupakan bagian dari kondisi sekarang ini. Karzai dinilai terlalu bersikap ragu-ragu, mudah menyerah dan tidak mampu melaksanakan rencana.
Jadi sulit dibayangkan bahwa Hamid Karzai masih mampu meningkatkan efektivitas pemerintahannya, lebih tegas dalam menanggulangi nepotisme, korupsi dan perdagangan narkotika.
Memang, buruknya kondisi di Afghanistan bukan sepenuhnya kesalahan Hamid Karzai. Sekitar 70.000 tentara asing kini ditempatkan di Afghanistan, tetapi kelompok pemberontak semakin kuat. Jumlah serangan yang terjadi tahun lalu bertambah, semakin banyak milisi Taliban dan Al Qaida melintasi perbatasan dari Pakistan.
Menjelang kedatangan Richard Holbrooke, di Kabul kaum pemberontak melancarkan rangkaian serangan yang dipersiapkan dengan seksama. Karena pasukan keamanan Afghanistan yang berwenang di ibukota Afghanistan itu tidak berhasil melakukan pencegahan, serangan itu ikut dibebankan pula kepada Karzai.
AS sebagai pemberi dana terbesar bagi pembangunan kembali dan sebagai pihak yang mengirimkan paling banyak tentara, kini akan mengambil keputusan, langkah apa yang akan diambil selanjutnya di Hindukush. Apakah upaya memerangi teror kelompok radikal Islam terus membutuhkan pengiriman pasukan tambahan, ataukah sistem kenegaraan yang modern, perekonomian yang tumbuh subur itulah yang harus diutamakan. Dan apakah Karzai dalam hal ini merupakan faktor yang membantu atau justru jadi perintang.
Dalam pertemuan NATO bulan April mendatang Presiden Barack Obama akan memperkenalkan strateginya untuk Afghanistan. Sampai saat itu orang boleh terus bertanya-tanya. (dgl)