1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Komisioner Pertahanan: Bundeswehr Terus Menua dan Menyusut

13 Maret 2024

Pemerintah Jerman menyiapkan anggaran khusus 100 miliar euro untuk modernisasi militer. Tapi Komisioner Urusan Pertahanan di Bundestag Eva Högl mengatakan Bundeswehr masih perlu "perbaikan substansial“.

Komisioner Pertahanan di parlemen Jerman Bundestag, Eva Högl
Komisioner Pertahanan di parlemen Jerman Bundestag, Eva HöglFoto: Julian Stratenschulte/dpa/picture-alliance

Komisioner Pertahanan di parlemen Jerman Bundestag, Eva Högl, dalam laporan terbarunya menyerukan perlunya "perbaikan substansial dalam personel, material dan infrastruktur” militer jerman Bundeswehr. Hal itu disampaikannya ketika memperkenalkan Laporan Tahunan Pertahanan Jerman 2023 di Berlin, Selasa (12/3).

Segera setelah dimulainya perang agresi Rusia terhadap Ukraina pada Februari 2022, Kanselir Jerman Olaf Scholz ketika itu mengumumkan kebijakan pertahanan baru yang disebutnya "Zeitenwende" (Titik Balik).

 

Salah satu elemen terpenting dalam pembaruan kebijakan pertahanan adalam pembentukan Dana Khusus berjumlah 100 miliar euro untuk keperluan militer. Hingga kini, 47 miliar euro telah digunakan untuk berbagai proyek pengadaan perlengkapan militer. Tapi Bundeswehr masih punya banyak masalah.

Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

Jumlah personal militer terus menyusut

Menurut Eva Högl, Bundeswehr masih menghadapi masalah personal yang signifikan. Pada akhir 2023, ada 181.514 tentara bertugas di Bundeswehr. Jumlah ini berkurang 1.537 dibandingkan tahun 2022. Padahal Bundeswehr menargetkan pertambahan personel sampai tahun 2031 mendatang.

"Dibandingkan tahun sebelumnya, terdapat lebih sedikit lamaran dan lebih banyak lowongan, perekrutan pekerja mengalami stagnasi, dan tingkat putus sekolah tetap sangat tinggi. Akibat dari tren negatif ini, Bundeswehr semakin menua dan menyusut,” kata Eva Högl. Dengan pendekatan yang ada saat ini, tujuan meningkatkan kekuatan personel Bundeswehr menjadi 203.000 tentara pada tahun 2031 "tidak bisa tercapai".

Eva Högl juga mencatat masih banyak kekurangan material dan infrastruktur di angkatan bersenjata Jerman. "Secara material, Bundeswehr belum sepenuhnya beroperasi,” katanya. Meskipun pengadaan dan pemesanan material dilakukan secara komprehensif, masih ada kekurangan "amunisi dan suku cadang, material yang lebih kecil seperti peralatan penglihatan malam dan peralatan besar seperti tank dan sistem antipesawat". Pengiriman material ke Ukraina juga menciptakan "kesenjangan dalam persediaan material yang sudah rendah”.

Banyak barak militer yang perlu direnovasi

"Di bidang infrastruktur, diperlukan pendekatan dan tindakan baru yang mendasar”, kata Eva Högl. "Banyak barak berada dalam kondisi bobrok. Ada akomodasi yang bobrok dan dapur militer yang harus ditutup. Ini bukan tentang kemewahan, ini tentang kurangnya hal-hal yang dianggap remeh." Eva Högl menambahkan. "Saya menerima surat dari orang tua yang anak-anaknya baru saja mulai bertugas - di barak dengan kamar-kamar bobrok, kamar mandi berjamur, dan toilet tersumbat," ujar komisioner pertahanan parlemen Jerman itu.

"Kondisi barak yang buruk juga memalukan dan tidak sesuai untuk pelayanan para prajurit," tegas Eva Högl. Dalam Laporan Tahunan Pertahanan 2023 disebutkan, "langkah-langkah penting telah diambil di banyak bidang” selama setahun terakhir, namun Bundeswehr belum mencapai tujuannya.

Menurut Pasal 45b Konstitusi Jerman Gurndgesetz, Komisioner Pertahanan membantu Bundestag dalam fungsi kendali parlemen atas angkatan bersenjata. Namun pejabat Komisioner Pertahanan selama ini juga dipandang sebagai pembela kepentingan para prajurit, yang bisa meminta bantuan kepada dia kapan saja.

hp/as (afp, rtr, dpa)

Why Germany's military is in a bad state, and what's being done to fix it

07:33

This browser does not support the video element.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait