Kompromi Industri Tekstil Cina dan Eropa
10 Oktober 2007
Dampak dari pencabutan itu sebenarnya sudah dapat diprediksi. Pasar Eropa dibanjiri produk tekstil murah asal Cina. Untuk melindungi industri tekstil lokal, Eropa saat itu bereaksi dengan menetapkan pembatasan sementara untuk sepuluh jenis tekstil asal Cina. Antara lain untuk celana panjang, gaun, kaos dan sweater. Tapi, kuota maksimal ini pun akan dicabut akhir tahun ini.
Kini, Komisi Eropa hanya dapat melakukan satu hal, yaitu berupaya meringankan dampak selama masa peralihan sebelum batas maksimal untuk impor tekstil tersebut dicabut.
:“Apa yang kami usulkan pada anggota Uni Eropa dan Cina adalah jalan keluar terbaik”, demikian Peter Power, juru bicara Komisi Eropa.
Power menambahkan, semua pihak yang terlibat sudah menyepakati usulan tersebut.
Ekspor produk Cina memang tidak dapat direm lagi, tapi setidaknya dengan kompromi ini dampaknya dapat diprediksi. Ini yang menyebabkan kesepakatan tersebut diterima baik anggota Uni Eropa maupun Cina.
„Proposal ini dimaksudkan untuk membawa stabilitas dalam pasar tekstil.”
Power menambahkan, setiap pebisnis membutuhkan semacam jaminan. Caranya dengan menetapkan suatu sistem pengawasan bagi delapan dari sepuluh jenis tekstil yang selama ini dibatasi impornya. Pihak Cina setuju untuk mengawasi lisensi ekspor untuk jenis tekstil tertentu. Sementara Uni Eropa mendata secara rinci jumlah impor tekstil dari Cina. Ini menjadi tanggung jawab aparat bea cukai Eropa. Sistem pengawasan yang disepakati bersama ini akan berlaku selama setahun.
“Kami yakin, sistem ini akan diterima oleh industri tekstil Eropa.”
Demikian juru bicara Komisi Eropa Peter Power.
Menurut Komisaris urusan dagang Eropa Peter Mandelsohn, industri tekstil Eropa tetap akan bertahan di pasar dunia. Tahun-tahun belakangan, industri tekstil Eropa berhasil memasuki sejumlah pasar baru. Sampai saat ini ekspor tekstil Eropa masih menempati peringkat kedua dunia. ***