Afganistan: Kabul Diguncang Serangan dari Pakistan
27 Februari 2026
Afganistan dan Pakistan sama-sama mengakui terjadinya bentrokan di wilayah perbatasan Kamis (26/2) . Namun, kedua negara memberikan versi yang berbeda terkait situasi di lapangan, termasuk jumlah korban serta klaim kerugian dan keberhasilan militer masing-masing pihak.
Ini merupakan eskalasi kekerasan terbaru antara dua negara bertetangga yang hubungannya tidak stabil, ketegangan yang pada akhirnya dapat ditelusuri kembali ke saat Taliban kembali berkuasa di Afganistan pada tahun 2021, namun yang paling baru terlihat pada hari Minggu lalu melalui serangan udara Pakistan di dalam wilayah Afganistan.
Kedua pihak juga melaporkan adanya baku tembak lintas batas pada Selasa (24/2), namun tanpa korban jiwa.
Apa klaim pemerintah Afganistan soal pertempuran tersebut?
Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, melaporkan adanya pertempuran di wilayah perbatasan pada Kamis (26/2) malam waktu setempat.
Ia menggambarkannya sebagai respons terhadap serangan udara hari Minggu yang dikecam Afganistan sebagai pelanggaran wilayah yang tidak sah.
“Sebagai tanggapan atas pemberontakan dan agresi berulang dari militer Pakistan, operasi ofensif berskala besar telah diluncurkan terhadap pangkalan dan instalasi militer Pakistan di sepanjang Garis Durand,” tulis Mujahid dalam sebuah unggahan di X yang diawali dengan peribahasa religius.
Garis Durand adalah nama untuk perbatasan sepanjang 2.611 kilometer (1.622 mil) antara kedua negara, yang tidak diakui oleh Afganistan.
Mujahid kemudian mengunggah sejumlah pernyataan lanjutan, sebagian disertai gambar, namun kebanyakan berupa teks, yang mengeklaim berbagai keberhasilan militer di sepanjang perbatasan.
Sebagian besar mengikuti pola yang sama: mengumumkan penangkapan fasilitas atau pos militer di suatu distrik tertentu dan diakhiri dengan kalimat standar yang menyatakan: “Sejumlah besar tentara musuh telah tewas dan terluka, dan sebagian ditangkap hidup-hidup.” Selain nama tempat dan sesekali foto yang tampak menunjukkan korban, sangat sedikit rincian spesifik yang diberikan.
Kementerian Pertahanan Afganistan menyatakan bahwa operasi berlangsung di lima provinsi. Wakil juru bicara pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat, dalam unggahan berbahasa Inggris mengatakan bahwa “hingga 55” tentara Pakistan telah tewas, dengan 23 jenazah di antaranya dibawa kembali ke Afganistan, serta sejumlah lainnya ditangkap.
Pakistan akui serangan, sangkal klaim Taliban
Sementara itu, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, membantah klaim terkait korban jiwa, penangkapan, maupun kehilangan wilayah.
Tarar menyatakan bahwa dua tentara Pakistan tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Dalam unggahan di X, ia menulis bahwa Pakistan melakukan “respons yang kuat dan efektif” terhadap apa yang ia sebut sebagai serangan tanpa provokasi dari Afganistan, dan mengatakan Islamabad akan terus melakukannya. Ledakan kemudian dilaporkan terjadi di Kabul setelah pernyataan Pakistan tersebut.
Mosharraf Ali Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mengatakan bahwa “total 133 anggota Taliban Afganistan dipastikan tewas, lebih dari 200 luka-luka. Korban tambahan diperkirakan dalam serangan terhadap target militer di Kabul, Paktia, dan Kandahar.”
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengatakan bahwa “kesabaran Pakistan telah mencapai batasnya” dan menyatakan kini terjadi “perang terbuka” dengan Taliban Afganistan.
Iran tawarkan mediasi Pakistan–Afganistan
Iran pada Jumat (27/2) menawarkan bantuan untuk “memfasilitasi dialog” guna menyelesaikan eskalasi antara Pakistan dan Afganistan.
Dalam pernyataan yang diunggah di X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak kedua pihak untuk menyelesaikan perselisihan yang ada.
“Republik Islam Iran siap memberikan bantuan apa pun untuk memfasilitasi dialog dan meningkatkan saling pengertian serta kerja sama antara kedua negara,” ujarnya.
Rusia juga menyerukan agar Islamabad dan Kabul segera menghentikan serangan lintas batas dan menyelesaikan perbedaan mereka melalui jalur diplomatik, demikian dilaporkan kantor berita milik negara RIA pada hari Jumat (27/2).
Eskalasi terjadi di tengah ketegangan berkepanjangan
Hubungan yang sudah lama tegang antara kedua negara memburuk tajam dalam beberapa bulan terakhir, mencapai titik rendah dengan pertempuran mematikan pada bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak.
Penyeberangan perbatasan darat sebagian besar telah ditutup sejak saat itu.
Beberapa putaran perundingan dilakukan setelah gencatan senjata awal yang dimediasi oleh Qatar dan Turki, namun belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Arab Saudi bulan ini berhasil menegosiasikan pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditangkap pada Oktober.
Islamabad menuduh Afganistan gagal mengambil tindakan terhadap kelompok-kelompok militan yang menurutnya beroperasi dari wilayah Afganistan, tuduhan yang dibantah Taliban. Yang paling sering disebut adalah TTP (Tehreek-e-Taliban Pakistan), yang sering disebut sebagai Taliban Pakistan, namun Pakistan juga menunjuk pada kelompok separatis Baloch dari wilayah perbatasan.
Serangan udara Pakistan menyusul serangkaian bom bunuh diri mematikan, termasuk serangan terhadap sebuah masjid Syiah di Islamabad yang diklaim oleh cabang regional Islamic State–Khorasan, yang terutama aktif di Afganistan timur.
Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Rizki Nugraha