Konflik Atom Iran: Dunia Barat Berada di Persimpangan
21 April 2006
Dalam pertemuan di Moskow, antara Amerika Serikat, Rusia, Cina, Uni Eropa dan Iran, Rusia berusaha mendorong Iran agar mengistirahatkan sejenak kegiatan pengayaan uraniumnya. Namun Teheran tetap bersikeras, nuklir untuk tujuan damai adalah hak semua negara. Gagalnya perundingan di Moskow menjadi tema komentar sejumlah harian di Eropa.
Harian konservatif Perancis, Le Figaro menurunkan komentar, Iran menginginkan konfrontasi dengan dunia internasional.
"Presiden Iran Ahmadinejad dan pendukungnya menginginkan perang atau setidaknya konfrontasi terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel. Berlanjutnya aksi bom bunuh diri yang dilakukan kelompok radikal Islam, Jihad, di atas tanah Yahudi juga memperkuat logika ini. Semua mengetahui, bahwa kelompok garis keras yang memisahkan diri dari Hamas tersebut, tidak berbeda dengan perpanjangan tangan Dinas Rahasia Iran. Juga berlaku untuk Brigade Yerusalem yang pada tahun 90-an dipimpin oleh Ahmadinejad. Sama saja seperti invasi Saddam Husein ke Iran pada dekade 80-an yang hanya melapangkan jalan bagi kekuasaan para Mullah untuk membelenggu kebebasan rakyat Iran. Rakyat yang sebelumnya pernah dipaksa untuk beradaptasi dengan revolusi Islam. Pun pertikaian Teheran dengan dunia internasional hanya akan melumpuhkan perkembangan demokrasi, yang dalam jangka panjang dapat memberikan sinyal positif, bahwa akan berakhirnya rezim Islam di Iran."
Sementara itu, harian Perancis lainnya, Charente Libre yang terbit di Angouleme berkomentar:
"Semua pihak harus mengerti, bahwa sanksi ekonomi hanya dapat menunda program pengembangan nuklir Iran. Dan sebagai bonus, sebuah pemerasan dengan menggunakan emas hitam milik Iran sudah menunggu. Hal ini akan memberikan tekanan yang besar terhadap minyak dunia. Juga penggunaan opsi militer akan menghasilkan situasi yang lebih menakutkan daripada kondisi terakhir di Irak. Ditambah dengan tindakan balasan Iran terhadap Irak atau Israel, mungkin konfrontasi langsung dengan menggunakan senjata atau secara tidak langsung dengan memanfaatkan jaringan teroris yang dekat dengan Teheran."
Sedangkan harian Jerman, Die Welt menurunkan komentar berjudul, saatnya untuk menggunakan jalur diplomasi.
"Teheran memang menggunakan segala kapasitas yang dimilikinya dalam program pengayaan uranium, agar secepat mungkin dapat membuat senjata atom. Namun di sisi lain, para ahli mengatakan, Iran membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan teknologi senjata nuklirnya. Jadi masih ada waktu bagi dunia internasional untuk menempuh jalur diplomasi. Moskow dapat memperjelas pemahamannya mengenai perundingan dengan Iran. Bejing juga masih memiliki waktu untuk mempengaruhi kebijakan Teheran. Sedangkan Amerika Serikat dan Uni Eropa dapat menggunakan kesempatan ini untuk menarik Bejing dan Moskow ke sisi mereka. Jika segala upaya diplomasi tersebut ternyata tidak juga membuahkan hasil, maka dunia internasional masih dapat menggunakan sanksi, dengan segala dimensi yang dimilikinya."