Konflik Atom Iran
10 Maret 2006
Harian Jerman MÄRKISCHE ODERZEITUNG dalam komentarnya menulis,mengenai sanksi yang akan dijatuhkan hanya akan membuat rejim di Teheran tersenyum pahit, karena yang paling terkena adalah negara-negara Barat. Dengan demikian sekarang tidak ada yang menuntut agar Amerika Serikat segera mengambil tindakan hukuman . Sementara Rusia dan Cina bungkam sama sekali. Keduanya adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang mempunyai hak veto dan memiliki kepentingan ekonomi yang besar terhadap Iran. Bila jalan penyelesaian diplomasi mengalami kegagalan, sanksi tidak berhasil diputuskan, maka opsi militer kembali mencuat kepermukaan.
Harian Belanda VOLKSRANT yang terbit di Den Haag menulis, pertarungan diplomasi di Dewan Keamanan PBB paling tidak akan sama alotnya ketika konfliknya dibahas oleh Badan Energi Atom Internasional. Tapi bagi negara-negara barat. tidak ada alternativ lain , kecuali bersabar dan tetap konsekwen mengucilkan Iran. Penyelesaian lewat cara militer yang secara resmi merupakan opsi pemerintahan Presiden Bush mengandung resiko dan biaya besar. Dan tidak ada jaminan akan berhasil. Bila pengembangan senjata atom Iran dalam jangka panjang tidak dapat dihindarkan , maka diperlukan usaha yang keras , agar prosesnya dapat ditunda selama mungkin. Tapi yang pasti selama di Teheran pemerintahan Islam yang memegang tampuk kekuasaan , dan secara aktiv bersikap anti semitisme, maka seluruh kawasan yang berada disekitarnya, dibayangi ketakutan dan terancam munculnya perlombaan senjata atom baru.
Sementara itu harian Denmark BERLINGSKE TIDENDE yang terbit di Kopenhagen, menuntut perlu dilakukannya tekanan diplomasi yang kuat dan maksimal terhadap Iran. Harian ini berpendapat, hanya dengan cara itu rencana program atom Iran dengan sungguh-sungguh dapat digoyang. Disamping itu, terlihat adanya kesepakatan yang luas, juga di Amerika Serikat yang menunjukkan tidak ada keinginan untuk menggunakan aksi militer. Penyelesaian dengan menggunakan aksi militer diragukan akan dapat menghindarkan program atom Iran. Meskipun demikian, hanya tekanan diplomasi yang kuat dan maksimal, ,yang dapat merupakan satu-satunya jalan untuk mencari penyelesaian. Tujuannya bukan perang melawan Iran, melainkan mencegah Iran memiliki senjata atom. Seandainya Iran berhasil memilikinya, maka pemerintah di Teheran harus dicegah untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan senjata yang menakutkan itu.
Terakhir kami ketengahkan pandangan Harian Rusia MOSKOWSKIJE NOWOSTI yang terbit Moskow. Dalam tajuknya harian ini, memperingatkan Amerika Serikat agar berhati-hati menghadapi Iran.Selanjutnya harian ini menulis, kunjungan Presiden Amerika Serikat George W Bush ke New Delhi baru-baru ini, dimana ia mengakui kenyataan , India sebagai kekuatan atom, jangan dilihat dengan ukuran ganda. India diperbolehkan. Sementara Iran dicegah. Ini juga merupakan sebuah isyarat yang disampaikan secara halus terhadap pemerintah di Teheran. Sebuah negara yang menunjukkan kesadaran tanggungjawab dan menenggang dunia Internasional, dapat mengharapkan pengakuan dari Amerika Serikat , meskipun mengetahui bahwa kelompok negara pemilik atom akan semakin bertambah. Sekarang konflik atom Iran dibahas di Dewan Keamanan PBB. Sementara Iran terus melanjutkan program atomnya.