1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Muslimah Kontestan Miss Germany Melawan AfD lewat Cinta

15 Mei 2026

Büsra Sayed, salah satu finalis Miss Germany, tak ragu mengenakan kerudung saat mengikuti kompetisi. Hal ini sangat tidak disukai partai sayap kanan Jerman, AfD. Respon Sayed akan komentar AfD membuatnya viral di sosmed.

Berlin, Jerman 2026 | Finalis Miss Germany, Büsra Sayed mengenakan kerudung putih.
Büsra Sayed mengenakan kerudung, AfD tidak menyukainya.Foto: Jens Kalaene/dpa/picture alliance

Pepatah "Jika hidup memberimu lemon, buatlah limun” tampaknya direalisasikan sepenuhnya oleh Büsra Sayed. Ia berhasil mengubah situasi yang bisa dibilang penuh cacian, menyedihkan, dan diskriminatif menjadi sebuah kemenangan yang tak hanya menguntungkan secara financial tapi juga menguatkan sesama.

Apa yang terjadi setelah Büsra Sayed tampil kontes di Miss Germany?

Büsra Sayed mengikuti pemilihan Miss Germany pada bulan Maret lalu dan berhasil masuk ke babak final. Kompetisi ini, sejak beberapa tahun terakhir tidak lagi hanya soal penampilan fisik, tapi tentang menguatkan peran perempuan. Dengan banyak perempuan sukses mengikuti kontes ini, diharapkan tak hanya paras cantik yang jadi tolak skur tetapi juga kepribadian dan prestasi mereka. Büsra Sayed, 27 tahun, adalah seorang pengusaha: Ia menjual dan mengenakan kerudung.

Di panggung Miss Germany pun, ia mengenakan kerudung koleksinya. Hal ini menarik banyak perhatian media Jerman, karena Sayed (bersama seorang kandidat lain) adalah orang pertama yang tampil dengan menggunakan dengan kerudung, sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

Beberapa hari kemudian penampilannya dibahas dalam rapat parlemen Jerman (Bundestag). Dalam pidatonya di Hari Perempuan Internasional, Beatrix von Storch, anggota parlemen dari partai ekstrem kanan AfD, dengan marah menyerukan, "Hijab di final Miss Germany. Dan salah satu dari mereka tidak hanya mengenakan hijab, dia adalah aktivis berhijab.”

Yang dimaksud anggota parlemen tersebut adalah Sayed. Intinya Storch ingin menyampaikan "Jika partisipasi aktivis Islam di ajang final Miss Germany dianggap sebagai kemajuan, maka kita hidup di Absurdistan - dan itu adalah Absurdistan yang sangat berbahaya.”

Beberapa minggu kemudian, dalam wawancara dengan DW, Büsra Sayed mengenang apa yang ia rasakan saat menyaksikan pidato tersebut, "Saya tidak terkejut. Saya bahkan sedikit senang, karena saya berpikir tidak ada cara yang lebih baik untuk meningkatkan perhatian akan misi saya, yang jadi alasan saya mengikuti Miss Germany, bahkan mendapat perhatian parlemen (Bundestag).”

Misi Sayet telah ia rumuskan sebelum mengikuti kompetisi, "Saya ingin turut membentuk masa depan Miss Germany, di mana keberagaman terlihat dan setiap perempuan merasa jadi bagian dari komunitas ini. Termasuk mereka yang mengenakan hijab. Bukan sebagai tren, melainkan sebagai kenyataan.”

Viral dengan "kode diskon AfD”

Menanggapi pidato Beatrix von Storch, Sayed bereaksi di media sosial dengan humor. Di Instagram dan Tiktok, ia menjelaskan bahwa "temannya” dari AfD itu untuk pertama kalinya mempromosikan diri serta dagangan miliknya di Bundestag, "Jadi tolonglah bersikaplah baik padanya.” Setelah cuplikan pidato, Sayed menutupnya dengan catatan: "Itu adalah kolaborasi pertamanya, tapi anggota parlemen itu lupa menyebut kode diskon: ‘AfD10', dengan kode itu kalian bisa hemat sepuluh persen untuk semua hijab.”

Posting tersebut menuai respon yang luar biasa dan telah ditonton lebih dari enam juta kali di Instagram. "Orang-orang tidak hanya menunjukkan solidaritas mereka di kolom komentar, tetapi juga di toko kami, meskipun mereka bukan Muslim,” kata Sayed. "Perempuan dan pria non-Muslim tiba-tiba memesan hijab. Kami menerima komentar dari pendeta Kristen yang mengatakan bahwa mereka juga akan memesan hijab, hanya sebagai bentuk solidaritas. Itu benar-benar luar biasa.”

Komunitas yang sangat besar

Akun Sayed kini telah memiliki lebih dari 160.000 pengikut. "Banyak orang baru yang luar biasa bergabung dalam komunitas saya, dan saya sangat bangga akan hal ini. Dan hijab ‘AfD Blue' kami (yang secara spontan ditambahkan Sayed ke koleksi tokonya) kini hampir habis terjual.”

Namun, pengusaha muda ini menekankan bahwa tujuan dari Reels-nya sama sekali bukan untuk meningkatkan omzet. Ia memanfaatkan perhatian baru yang diperoleh untuk perjuangannya melawan diskriminasi. "Semakin dekat orang-orang dalam masyarakat yang beragam dan semakin banyak kesetaraan yang tercipta, semakin banyak pula perdebatan mengenai kesetaraan baru ini,” tulisnya di Instagram dan menyerukan dialog yang jujur.

Melawan kebencian dengan cinta

Tentu saja, tidak semua tanggapan bersifat positif. Para pendukung AfD pun turut berkomentar. Bagi Büsra Sayed, ini bukanlah hal baru, "Sejak awal, saya sudah menerima komentar-komentar penuh kebencian dan mengalami diskriminasi. Dan saat itu, sebagai Büsra yang masih muda, saya tidak tahu bagaimana menghadapinya,” kisahnya.

"Saya benar-benar terdiam kaget, tidak bisa membalas dengan cepat, dan merasa takut. Tapi bagi saya jelas, saya harus menemukan cara untuk menghadapinya, karena hal seperti ini sayangnya tidak berhenti dalam semalam.” Ia menanggapi kebencian dengan cinta - "Tapi saya punya batasan. Jika ada ancaman kekerasan saya akan melaporkannya ke polisi, itu sangat jelas.”

Atas undangan anggota parlemen SPD Rasha Nasr, Sayed pun mengunjungi Bundestag. Tentu saja ia juga membuat video Reel tentang hal itu.

Beberapa minggu terakhir ini sungguh menegangkan bagi Büsra Sayed. Kini, setelah beberapa saat mencernanya, ia melihat pengalamannya sebagai hal yang positif. "Hal itu memberi saya dan banyak orang lainnya harapan. Saat melihat betapa banyak orang yang bersuara dan menunjukkan solidaritas. Biasanya, yang terdengar hanyalah suara-suara negatif, karena biasanya suara-suara itu lebih keras,” kata Büsra Sayed. "Kita jelas membutuhkan lebih banyak solidaritas seperti ini. Kita harus terlihat dan bersama-sama melawan kelompok sayap kanan."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya