Konvoi bantuan Rusia masih berjalan menuju Ukraina. Moskow mengklaim konvoi berisikan 2000 ton barang bantuan untuk penduduk di Ukraina timur. Pemerintah Kiev menuntut inspeksi menyeluruh atas konvoi.
Foto: Reuters
Iklan
Konvoi bantuan yang dikirimkan Rusia masih berjalan menuju timur Ukraina. Sekitar 280 truk berwarna putih berjejer sepanjang tiga kilometer dan menurut klaim Rusia, mengangkut 2000 ton bahan bantuan.
Ukraina mengancam akan menolak bantuan jika Rusia tidak menyerahkan konvoi untuk diinspeksi. Kiev khawatir, konvoi tersebut antara lain mengangkut persenjataan dan amunisi buat tentara pemberontak.
Konvoi sebelumnya meninggalkan kota Voronezh selasa (12/8) pagi dan mengarah ke wilayah Belgorod yang berada di perbatasan dengan Ukraina. Informasi tersebut dipublikasikan oleh stasiun televisi negara RIA Novosti.
Lewati Perbatasan Ukraina
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, konvoi yang menuju kota Luhansk itu akan melewati perbatasan di wilayah Kharkiv. Langkah tersebut diambil sebagai konsensi dengan pemerintah di Kiev yang memerintahkan pembongkaran muatan dan inspeksi sebelum diizinkan melewati perbatasan.
Rute menuju Kharkiv berarti melintasi jalur memutar dan melewati kawasan yang dikuasai pemerintah Ukraina. Adapun rute langsung menuju Luhansk membentang di wilayah Rostov, di mana beberapa pos perbatasan dikuasai oleh kelompok separatis pro Rusia.
Sejauh ini juga belum jelas peran apa yang akan diemban oleh Palang Merah Internasional (ICRC). Kiev sebelumnya mendesak agar ICRC mengambilalih tugas pengiriman dan pendistribusian barang bantuan di wilayahnya.
Peran Palang Merah
Namun Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov cuma mengindikasikan, bahwa pejabat ICRC akan menemani dan mengawal konvoi bantuan Rusia.
ICRC sendiri menegaskan pihaknya akan mengirimkan bantuan selama prinsip netralitas dan imparsialitas-nya dihargai. Hal ini juga menyangkut garansi keamanan dan tidak dikawal oleh pasukan bersenjata.
Sementara itu kondisi penduduk di timur Ukraina semakin memburuk. Di kota Luhansk warga harus bertahan hidup tanpa air dan sambungan listrik selama 11 hari.
rzn/ab (dpa,rtr)
Pelanggaran HAM di Ukraina
Sebuah laporan PBB menyatakan kejahatan perang mungkin dilakukan separatis di Ukraina Timur. Tapi militer Ukraina juga melakukan pelanggaran.
Foto: picture-alliance/dpa
Perang Datang ke Kota-Kota
Pertempuran antara separatis pro Rusia dan militer Ukraina di sekitar kota-kota Luhansk dan Donetsk. Situasi bagi warga sipil di sana makin kritis, demikian pernyataan Komisi HAM PBB. Mereka terutama menuduh kaum separatis melakukan kejahatan besar.
Foto: picture-alliance/dpa
Kehilangan Ayah dan Putranya
Lebih dari 1.100 orang tewas dalam pertempuran sejak pertengahan April, demikian keterangan PBB. Tidak hanya pelaku bersenjata, namun juga warga sipil, bahkan anak-anak termasuk korban tewas. Warga daerah ini (foto) sedang meratapi tewasnya seorang ayah dan putranya dalam penembakan artileri.
Foto: picture-alliance/dpa
Persenjataan Berat Digunakan
Warga sipil kerap terjebak di antara kedua front, demikian PBB. Baik kaum separatis, seperti di Donetsk, maupun militer Ukraina menggunakan senjata berat di daerah yang penduduknya padat. PBB menuntut kedua belah pihak untuk berhati-hati dan melindungi hidup warga sipil.
Foto: Getty Images
Separatis dan Kekuasaan Mengerikan
Laporan PBB mengemukakan, kaum separatis melancarkan penculikan, penyiksaan dan pembunuhan. Menurut Komisi HAM PBB, kaum separatis “kasar dan brutal” serta “punya perlengkapan baik dan terorganisir.“ Mereka kadang juga dipimpin orang Rusia. Komisi PBB punya 39 pengamat dan mendokumentasikan lebih dari 800 penculikan oleh separatis sejak pertengahan April.
Foto: picture-alliance/AP
Melarikan Diri dari Timur
Lebih dari 100.000 orang meninggalkan kampung halaman mereka. Banyak yang tinggal di tempat penampungan seperti di Kharkiv, untuk menghindari teror separatis dan pertempuran. Muncul juga berita, bahwa warga Rusia yang bermukim di Ukraina timur melarikan diri ke Rusia.
Foto: DW/A. Ainduchowa
Penembakan MH17: Pelanggaran HAM
Tanggal 17 Juli, pesawat Boeing 777 dari Malaysia Airlines jatuh di Ukraina timur akibat ditembak roket. 298 orang di pesawat itu tewas. Pesawat penumpang tersebut kemungkinan besar ditembak separatis pro Rusia. Ini bisa dinilai sebagai kejahatan perang, kata Komisaris HAM PBB Navi Pillay.
Foto: picture-alliance/dpa
Keadilan di Den Haag?
Pihak yang bertanggungjawab bisa diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional. Komisaris HAM PBB Navi Pillay memperingatkan: siapapun yang melanggar hukum internasional akan dihadapkan ke pengadilan. Itu juga berlaku atas anggota milisi asing yang terlibat dalam konflik Ukraina.