Korban Tewas KM Lestari Maju di Selayar Capai 34 Orang
4 Juli 2018
Pencarian korban KM Lestari Maju yang karam di perairan Selayar, Sulawesi, Selatan, Selasa (3/7) sore kemarin masih terus berlanjut. Lagi-lagi jumlah penumpang tidak sesuai dengan yang tertera di manifes.
Ilustrasi Badan SAR NasionalFoto: Reuters
Iklan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jumlah korban meninggal hingga sore waktu setempat mencapai 34 orang. Setidaknya 155 orang telah dievakuasi dari kapal tersebut.
Namun ini masih angka sementara karena masih menunggu laporan lebih lanjut dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Polda Sulawesi Selatan.
Budi mengatakan pihaknya meminta agar surat ijin KM Lestari Maju juga diperiksa.
KM Lestari Maju karam karena diduga mengalami kerusakan mesin akibat terpaan cuaca buruk 15 menit atau sekitar 300 meter dari garis pantai setelah berlayar dari Bulukumba menuju Selayar.
Sebelum tenggelam, kapal tersebut sempat berinisiatif menepi ke pulau terdekat saat kondisinya mulai rusak. Namun sebelum sampai di pulau itu sebagian kapal telah kandas dengan setengah badan kapal telah terrendam air, kata Kapolres Selayar AKBP Syamsul Ridwan, Selasa.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan proses tenggelamnya kapal dan para penumpang yang masih bergantungan di kapal.
Bagaimana memindahkan anjungan minyak lepas pantai yang setinggi 130 meter dan berbobot 24.000 ton? Dengan mengerahkan kapal raksasa berlambung ganda yang tercatat sebagai kapal laut terbesar yang pernah dibuat manusia
Foto: Allseas
Berlambung Ganda, Bermisi Tunggal
Dibaptis dengan nama Pioneering Spirit, kapal berlambung ganda ini khusus dikembangkan untuk membantu instalasi atau pemindahan anjungan minyak lepas pantai atau pipa minyak laut dalam. Pioneering Spirit dibangun selama empat tahun (2011-2014) oleh Daweoo di Korea Selatan dan menelan biaya 3 miliar Dollar AS.
Foto: picture-alliance/dpa/L. Van Lieshout
Desain Spektakuler
Untuk misi spesial tersebut desain Pioneering Spirit dibuat spektakuler. Kapal raksasa ini memiliki panjang 382 meter dan lebar 124 meter. Badan kapal dibuat ganda untuk bisa menopang obyek berbobot raksasa. Anjungan kendali diletakkan di tengah, antara dua lambung kapal. Konsep semacam ini sudah pernah dicetuskan pada tahun 1987.
Foto: picture-alliance/dpa/L. Van Lieshout
Relik Era Keemasan Minyak
Salah satu misi teranyar Pioneering Spirit adalah memindahkan anjungan minyak lepas pantai Brent Delta di perairan Norwegia. Instalasi pengeboran yang mulai digunakan pada 1982, di tengah masa keemasan pengeboran minyak di Skandinavia ini dipensiunkan pada Desember 2011 silam.
Foto: picture alliance/dpa/ARPS/SHel/R. Johnston
Satu-satunya di Dunia
Untuk menghindari kerusakan lingkungan dan ekosistem laut, negara-negara di Laut Utara sepakat menyeret anjungan pengeboran ke daratan untuk dibesituakan. Saat ini hanya Pioneering Spirit yang mampu memindahkan Brent Delta secara utuh, tanpa perlu mempereteli bagiannya satu per satu.
Foto: Allseas
Rekor Dunia Transportasi Laut
Buat memindahkan Brent Delta, Pioneering Spirit 'memangku' anjungan raksasa tersebut di antara dua lambungnya. Kapal ini mampu mengangkut bobot hingga 48.000 ton. Dengan bobot 24.000 ton, Brent Delta yang memiliki tiga kaki tergolong ringan. Pioneering Delta cuma membutuhkan waktu sepuluh detik untuk membopong anjungan pengeboran itu.
Foto: Allseas
Daur Ulang Besi Tua
Setelah tiba di pelabuhan Seaton Port di Hartlepool, Brent Delta dipindahkan dengan menggunakan rel kereta. Butuh sekitar empat bulan buat mempereteli anjungan pengeboran tersebut. Menurut pengelola anjungan, Shell, gingga 97 persen material Brent Delta bisa didaur ulang.
Foto: Getty Images/I. Forsyth
Tugas Menumpuk
Setelah memindahkan Brent Delta, Pioneering Spirit dijadwalkan membantu instalasi tiga anjungan minyak lepas pantai milik perusahaan minyak Norwegia, Statoil. Setelahnya kapal khusus ini juga akan ditugaskan memindahkan tiga instalasi pengeboran serupa di perairan Norwegia pada 2019 dan 2020.
Foto: picture-alliance/dpa/L. Van Lieshout
7 foto1 | 7
Daftar Manifes Tidak Sesuai
Berdasarkan manifes KM Lestari Maju tercatat membawa 139 orang. Namun pejabat HumasKantor SAR Makassar, Ade Hamsidar, mengatakan pada kenyataannya kapal ini mengangkut 164 penumpang termasuk kru kapal. Jadi ada 20 orang yang identitasnya tidak tercatat.
Selain membawa penumpang, kapal ini juga mengangkut kendaraan roda dua 18 unit, kendaraan roda empat 14 unit, kendaraan golongan V sebanyak 8 unit, dan kendaraan golongan VI sebanyak 8 unit. Total seluruhnya 48 unit kendaraan.
Membawa Uang Dalam Jumlah Besar
Selain mengangkut penumpang dan kendaraan bermotor, kapal ini juga membawa uang gaji pegawai negeri sipil Kabupaten Selayar senilai Rp 30 miliar.
Direktur Treasury BPD Sulselbar, Yanthi Sultan, mengakui saat ini uang itu sudah berada di kantor Bank Sulselbar cabang Selayar.
Ia mengatakan karena keterbatasan transportasi selama puluhan tahun mereka memang mengirimkan uang melalui jalur laut.
"Selama ini selama puluhan tahun aman-aman saja," sambungnya.
Pemilik kapal dari seluruh dunia bersaing pamerkan kemegahan, dengan membangun kapal paling spektakuler untuk 'membajak' samudera. Tapi tak hanya ukuran saja yang terpenting, melainkan juga teknologi.
Foto: Reuters/F. Bimmer
Seukuran ‘Empire State Building’
Kapal kontainer terbesar kedua di dunia ini panjangnya mencapai 400 meter. Kapal ini mampu membawa 20.170 kontainer - tapi jumlah itu harus dikurangi karena banyak sungai yang tidak cukup dalam untuk jenis kapal ini. Perusahaan pelayaran Jepang Mitsui OSK ingin memanfaatkannya secara rutin di rute antara Eropa dan Asia Timur.
Persaingan yang tiada pernah berakhir
MOL Triumph, di samping kapal kontainer terbesar di dunia, Madrid Maersk, akan segera tergusur oleh OOCL Hong Kong dalam hal kapasitas, karena kargo raksasa baru ini dapat memuat 21.100 kontainer. Seperempat abad yang lalu, kapal kargo terbesar hanya bisa memuat lebih dari 4.000 kontainer, dan mudah dilampaui oleh supertanker yang tetap merupakan kapal terbesar yang pernah dibangun.
Foto: picture-alliance/dpa/A. Warmuth
Terlalu besar untuk bisa muat
Dengan panjang 458 meter, kapal tanker minyak Norwegia Jahre Viking adalah kapal terbesar yang pernah dibangun. Kapal ini butuh lebih dari enam kilometer untuk berhenti dan tidak dapat menavigasi Terusan Panama, Terusan Suez dan Selat Inggris. Antara 2004-2009, dia digunakan sebagai tempat penyimpanan minyak sebelum dijual ke pencacah kapal India.
Foto: picture-alliance/dpa/DPA Report
Kota kecil di atas air
Kapal pesiar terbesar adalah Harmony of the Seas, dengan panjang 362 meter. Lebih dari 6.300 penumpang dapat menikmati panorama di 16 geladak, sambil dilayani 2.100 awak kapal. Royal Caribbean Cruises membayar lebih dari satu miliar euro untuk kapal ini, melengkapinya dengan 20 ruang makan, 23 kolam renang - termasuk perosotan air terpanjang - dan taman udara terbuka dengan 12.000-an tanaman.
Foto: picture-alliance/dpa/F. Dubray
'Mainan' orang super kaya
Persaingan di antara pemilik kapal nampaknya paling ketat dalam kategori kapal pesiar mewah, di mana syeik Arab, oligarki Rusia dan miliarder AS - tak segan merogoh kocek untuk konstruksinya, agar jadi yang termegah. Saat ini, "mainan" seorang syekh Saudi ini memegang gelar juara. Kapal pesiar 180 meternya yang bernama Azzam dilengkapi lapangan helikopter, pertahanan rudal dan kapal selam.
Foto: Imago/TheYachtPhoto.com
Kapal layar bagi yang romatis
Kapal pesiar dengan layar terkembang terbesar di dunia disebut "Sailing Yacht A", diciptakan seorang perancang, Philippe Starck. Kapal ini milik miliarder Rusia Andrey Melnitchenko. Luas total area layarnya 3.747 meter persegi atau sama dengan ukuran setengah lapangan sepak bola, kapal ini memiliki delapan geladak dengan tiga kolam renang dan pod pengamatan bawah laut.
Foto: picture-alliance/dpa/A. Heimken
Yang paling mahal masih kapal tempur
Gerald R. Ford adalah kapal induk terbaru ‘supercarrier‘ Angkatan Laut Amerika Serikat. Mulai bertugas April 2017. Militer AS habiskan sekitar 13 miliar dollar AS untuk kapal pengangkut pesawat udara yang dimiliki oleh armada kapal induk klasik ini. Kapal ini mampu meluncurkan jet tempur lebih cepat dan lebih efisien karena menggunakan katapel tempur elektromagnetik dan bukan yang didorong uap.
Foto: Imago/Zumapress/C. Delano
“Trailblazer“Rusia
Lapisan es Arktik setebal tiga meter? Tidak masalah bagi kapal selam bertenaga nuklir Rusia, Arktika. Menurut media Rusia, ini adalah kapal yang paling kuat dari jenisnya dan akan ditugaskan pada akhir tahun 2017. Kapal ini akan dikirim ke ladang minyak dan gas Arktik, untuk membuka jalan bagi kapal tanker Rusia. Rusia ingin membangun beberapa kapal ini lagi di tahun-tahun mendatang.
Foto: picture alliance / dpa
Kuat tapi lambat
Thialf adalah kapal konstruksi bawah laut paling kuat di dunia. Kapal ini mampu mengangkat beban 14.200 ton dengan sistem tandem-lift dan digunakan untuk menyiapkan konstruksi lepas pantai. Untuk operasi pengangkatan, biasanya diimbangi hingga 26,6 meter. Dengan cara ini ponton terendam (sekitar 23,6m) dengan baik untuk mengurangi efek ombak. Kuat tapi lambat dengan kecepatan hanya 11 km/jam.
Foto: BoH/GPL
Menunggang di atas laut
Rig minyak terapung atau bahkan seluruh kapal bisa digerakkan oleh Dockwise Vanguard. Kapal kargo berat tenggelam ke dalam air, mengangkut muatan ke atas platformnya dan kemudian kapal itu mengangkat dirinya lagi. Kapal transportasi terbesar di dunia ini panjangnya 275 meter.
Foto: Boskalis
Penjelajah perairan tak dikenal
Sutradara film Kanada James Cameron menyelam dengan Deepsea Challenger ke titik terdalam dari lautan dunia yang dikenal sebagai Challenger Deep dan terletak di kedalaman 10.984 meter di Samudera Pasifik. Kapal selam itu dibangun secara rahasia di Australia tahun 2005- 2012. Kapal terpancang pada baja paduan dengan mekanik yang amat baik.
Foto: REUTERS
Manusia tidak dibutuhkan lagi
Ukuran bukanlah segalanya! Kapal masa depan, bakal digerakkan secara elektrik dan tanpa kru. Norwegia mulai percobaan pertama dengan kapal E-container otonom. Tahun 2019, Yara Birkland akan mengirimkan pupuk di sepanjang pesisir Norwegia – dikendalikan dari jarak jauh. Pada tahun 2020, kapal tersebut akan melakukan perjalanan secara mandiri. Penulis: Insa Wrede (ap/rzn)