Korea Utara yang tertutup mengundang para pelari asing untuk berpartisipasi dalam Pyongyang International Marathon. Negara ini sebelumnya menutup perbatasannya saat pandemi COVID-19 melanda.
Sekitar 200 pelari asing berpartisipasi dalam Pyongyang International Marathon tahun iniFoto: Kim Won Jin/AFP/Getty Images
Iklan
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2019, atlet asing berkompetisi di Pyongyang International Marathon, dengan sekitar 200 pelari asing dari berbagai negara seperti Cina dan Rumania yang bergabung dengan para kompetitor lokal untuk berlomba di jalanan ibu kota Korea Utara.
Pada tahun 2019, sekitar 950 pelari asing bergabung dalam perlombaan ini. Korea Utara menutup perbatasannya ketika pandemi COVID-19 terjadi dan sangat lambat untuk membuka aksesnya kembali. Meskipun telah mengizinkan kelompok turis Rusia masuk ke negara itu, ibu kota sebagian besar tetap tertutup bagi dunia luar.
Acara ini merupakan salah satu dari beberapa acara lainnya dalam rangka merayakan ulang tahun ke-15 Kim Il Sung, pendiri negara tersebut, yang jatuh pada tanggal 15 April 1912. Kim Il Sung adalah kakek dari pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un.
Para peserta disambut oleh 50.000 warga Korea Utara yang bersorak-sorai saat mereka kembali ke garis finish di Stadion Kim Il Sung, PyongyangFoto: Kim Won Jin/AFP/Getty Images
Simon Cockerell dari Koryo Tours, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing dan yang mengeklaim dirinya sebagai mitra perjalanan eksklusif untuk lomba ini mengatakan, "Maraton Pyongyang adalah pengalaman yang sangat unik karena memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal."
Cockerell menyebut Korea Utara sebagai “tempat yang kompleks dan menarik,” dengan mengatakan, “meskipun tidak untuk semua orang, ini pasti menarik bagi mereka yang ingin tahu tentang pengalaman mengunjungi negara seperti itu dan melihat apa yang bisa mereka temui.”
Fakta Unik tentang Korea Utara
Korea Utara adalah negara miskin yang secara internasional terisolasi. Saking tertutupnya, tidak banyak yang diketahui tentang negara ini. Berikut beberapa fakta unik tentang Korea Utara:
Foto: picture-alliance/AP Images/P. Semansky
Ideologi Negara
Secara resmi Korea Utara bukan lagi negara komunis. Sejak tahun 2009, negara ini menganut ideologi baru yang disebut “Juche”. Ideologi yang pertama kali dicetuskan oleh Kim Il-sung pada tahun 1955 ini mengandung prinsip: "manusia menguasai segala sesuatu dan memutuskan segala sesuatu".
Foto: AP
Penanggalan
Sebenarnya menurut penanggalan kalender tradisional Korea, Dangun, yang mulai dipakai sejak 2333 SM, Korea Utara saat ini berada di tahun 4349. Namun, negara ini memilki satu cara penanggalan lain yang unik, yaitu berdasarkan tahun kelahiran pemimpin besar Kim Il-sung tahun 1912. Jadinya di Korea Utara sekarang baru tahun 105.
Foto: Colourbox/PetraD
Surga di Korea Utara
Korea Utara terkenal sebagai negara konservatif, rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan tertekan di bawah kepemimpinan seorang diktator. Namun begitu, ada juga yang menganggap negara ini sebagai surga, setidaknya bagi pemakai marijuana. Daun memabukan ini dilegalkan di Korea Utara, bahkan tidak dikategorikan sebagai narkoba.
Foto: picture alliance/Photopqr/l'Alsace
Stadion Terbesar di Dunia
Satu bangunan yang menjadi kebanggaan Korea Utara: Stadion Hari Buruh Rungrado, yang diselesaikan pada 1 Mei 1989, mampu menampung 150.000 penonton. Stadion tempat menggelar event olahraga, seperti sepak bola dan atletik atau juga Arirang, festival senam masal dan artistik ini kapasitasnya jauh lebih besar dibanding peringkat 2, Stadion Michigan (107.601) di AS.
Foto: picture-alliance/dpa
Potongan Rambut
Sekitar setahun setelah berkuasa, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengeluarkan satu peraturan baru mengenai potongan rambut. Pria hanya diperbolehkan memilih 10 potongan rambut. Tapi model rambut yang dimiliki Kim Jong-un bukanlah salah satu yang diperbolehkan. Sementara, pilihan bagi perempuan lebih banyak: 18 model.
Foto: picture alliance/AP Images
Tanggal Ulang Tahun yang Sepi
Tidak ada seorangpun di Korea Utara yang lahir pada tanggal 8 Juli atau 17 Desember berani merayakan hari ulangtahun mereka. Alasannya, kedua tanggal ini merupakan hari kematian Kim Il-sung dan Kim Jong-il. Gantinya, sekitar 100.000 warga Korea Utara, yang lahir pada tanggal tersebut, merayakan hari ulang tahun pada 9 Juli atau 18 Desember.
Foto: Fotolia/Jenny Sturm
Busana yang Diharamkan
Korea Utara menganggap Amerika Serikat sebagai musuh utamanya. Saking besar rasa permusuhan yang dimiliki, pemerintah Korea Utara melarang warganya untuk mengenakan busana jeans. Jenis pakaian ini dianggap simbol Amerika Serikat.
Foto: picture-alliance/chromorange
7 foto1 | 7
Acara olahraga internasional terbesar di Korea Utara
Lomba dimulai dengan sambutan dari penduduk lokal di Stadion Kim Il Sung sebelum pistol start atau tembakan dimulai. Para pelari akan melewati berbagai landmark dan tempat-tempat terkenal, lalu keluar menuju pedesaan sebelum kembali ke stadion dengan kerumunan 50.000 orang.
Maraton yang terdaftar di situs web badan olahraga dunia World Athletics ini merupakan acara olahraga internasional terbesar di negara tersebut.
Korea Utara yang memiliki senjata nuklir sebagian besar dianggap sebagai negara paria internasional karena provokasi perang, pelanggaran perjanjian uji coba rudal internasional, penimbunan senjata kimia, dan dukungannya terhadap perang Rusia di Ukraina.
Negara totaliter yang terisolasi ini berada di bawah berbagai sanksi internasional dan memiliki salah satu catatan hak asasi manusia terburuk di dunia menurut kelompok-kelompok seperti Amnesty International (AI).