1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Korsel dan Cina Pererat Hubungan Lewat Kunjungan Kenegaraan

Mark Hallam AFP, Reuters
6 Januari 2026

Presiden Korsel berharap hubungan dengan Cina membaik usai kunjungan kenegaraan. Xi Jinping menyerukan agar kedua negara menjaga perdamaian di tengah situasi global yang "makin rumit dan bergejolak."

Puncak pertemuan Korea Selatan-Cina di Beijing (05/01)
Lee Jae Myung (kanan) mendorong perbaikan hubungan dengan Cina setelah masa ketegangan di era pendahulunya yang lebih konservatifFoto: picture alliance / YONHAPNEWS AGENCY

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing pada Senin (05/01). Ia menyebut pertemuan ini sebagai kesempatan penting untuk memulihkan hubungan bilateral.

Lee mengatakan Korea Selatan dan Cina akan terus mengembangkan kemitraan kerja sama strategis, setelah hubungan keduanya sempat tegang dalam beberapa tahun terakhir karena isu-isu seperti Korea Utara dan sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Ia berharap bisa membuka "fase baru” dalam hubungan bilateral, dengan "dasar kepercayaan” antara dirinya dan Xi.

Lee juga berjanji akan mencari cara yang realistis bersama Cina untuk menjaga perdamaian di Semenanjung Korea, di tengah ketegangan yang masih terjadi dengan Korea Utara, negara yang masih didukung oleh Cina.

Delegasi dari kedua negara berdiskusi dan menandatangani beberapa nota kesepahaman di Aula Besar Rakyat CinaFoto: picture alliance / YONHAPNEWS AGENCY

Xi: Cina dan Korea Selatan punya banyak kepentingan bersama

Dalam konferensi pers bersama, Xi Jinping mengatakan perbedaan antara kedua negara sebaiknya diselesaikan lewat dialog dan konsultasi. Ia juga menekankan pentingnya bekerja sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Asia Timur Laut.

"Dunia saat ini sedang mengalami perubahan yang cepat, hanya dalam waktu satu abad, dan situasi internasional semakin kompleks,” kata Xi, mengutip kantor berita Xinhua.

Xi menambahkan, Cina dan Korea Selatan memiliki "tanggung jawab besar” dalam menjaga perdamaian kawasan dan memiliki "banyak kepentingan bersama.”

"Kedua negara harus membuat pilihan strategis yang tepat sesuai dengan arah perkembangan sejarah dan membuat pilihan strategis yang tepat,” ujar Xi.

Selain para pemimpin lini bisnis, Ibu Negara Korea Selatan, Kim Hea Kyung, juga ikut mendampingi Presiden Lee dalam kunjungan kenegaraan iniFoto: picture alliance / Matrix Images

Kebijakan Seoul terhadap Cina berubah setelah ganti presiden

Lee adalah presiden Korea Selatan pertama dalam enam tahun terakhir yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Beijing.

Ia berasal dari Partai Demokrat Korea (DPK), yang biasanya mendorong hubungan lebih terbuka dengan Cina dibanding Partai Kekuatan Rakyat (PPP) milik pendahulunya, Yoon Suk-yeol. Partai yang lebih berhaluan kiri ini juga cenderung memilih pendekatan lebih lunak terhadap Korea Utara.

Pertemuan ini berlangsung beberapa hari setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik ke lepas pantai timurnya, dan setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro

Selain itu, pertemuan tersebut berlangsung tak lama setelahlatihan militer besar-besaran Cina di sekitar Taiwan. Korea Selatan tidak mengecam latihan tersebut seperti yang dilakukan Taiwan dan Jepang.

Korsel ingin perkuat perdagangan dengan Cina

Selama pertemuan hari Senin (05/01), Lee dan Xi menandatangani serangkaian nota kesepahaman untuk kerja sama di berbagai bidang seperti teknologi, lingkungan, transportasi, dan perdagangan.

Setelah penandatanganan tersebut, keduanya dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan.

Lee datang ke Cina bersama rombongan besar pengusaha dan pemimpin industri teknologi untuk memperkuat hubungan dengan mitra dagang terbesar Korea Selatan.

Industri Robotika Cina Sukses Cari Pasar Baru di Luar Negeri?

03:36

This browser does not support the video element.

Sebelumnya pada Senin (05/01) pagi, perwakilan dari perusahaan Cina seperti produsen baterai CATL, produsen ponsel ZTE, dan raksasa teknologi Tencent hadir dalam pertemuan di Gedung Tamu Negara Diaoyutai di Beijing. Lee juga didampingi oleh pemimpin Samsung Electronics, Lee Jae-yong, dan pimpinan Hyundai Motor Group, Chung Eui-sun.

Pada Selasa (06/01), Presiden Lee dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Cina Li Qiang, yang mengurusi kebijakan ekonomi, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Pratama Indra

Editor: Melisa Ester Lolindu

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait