1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Alam dan LingkunganAmerika Latin

KTT Amazon di Brasil Bahas Kebijakan Bersama

8 Agustus 2023

Para pemimpin 8 negara pemilik hutan Amazon berkumpul untuk pertama kalinya dalam 14 tahun, dengan rencana mencapai kesepakatan tentang langkah memerangi deforestasi sampai mendanai pembangunan berkelanjutan.

Foto ilustrasi hutan Amazon
Foto ilustrasi hutan AmazonFoto: BRUNO KELLY/REUTERS

Negara-negara yang tergabung dalam Amazon Cooperation Treaty Organization (ACTO) hari Selasa (8/8) mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di kota Belem di Brasil. Agenda pembahasan antara lain menyepakati pakta regional untuk menghentikan deforestasi pada tahun 2030, mengakhiri penambangan emas ilegal, dan bekerja sama dalam pengawasan kejahatan lingkungan lintas batas.

KTT itu dihadiri presiden dari Bolivia, Brasil, Kolombia, Guyana, Peru, dan Venezuela, sedangkan Ekuador dan Suriname akan mengirimkan perwakilan tinggi lainnya.  Para pemimpin diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan akhir, yang dikenal sebagai Deklarasi Belem, pada Selasa sore.

Presiden Brasil, Luiz Inacio "Lula" da Silva pada kampanye pemilihan presiden tahun lalu berjanji menggelar KTT Amazon, sebagai bagian dari upayanya untuk memulihkan kepemimpinan lingkungan Brasil, setelah deforestasi melonjak drastis di bawah pendahulunya Jair Bolsonaro.

Penduduk asli akan dilibatkan dalam pembuatan kebijakan

Sumber pemerintah Brasil, yang menolak disebut namanya karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Deklarasi Belem kemungkinan akan mencakup mekanisme pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan, ketentuan untuk menyertakan pemimpin penduduk asli atau masyarakat adat dalam pembuatan kebijakan, dan strategi bersama untuk mengatasi deforestasi.

Apakah kesepakatan dapat dicapai untuk mencapai target mengakhiri penggundulan hutan pada tahun 2030, kemungkinan besar akan bergantung pada Bolivia, di mana kehancuran hutan di negara itu telah melonjak akhir-akhir ini akibat kebakaran dan pertanian yang berkembang pesat.

Perjanjian tersebut juga kemungkinan akan menetapkan sarana untuk berbagi teknologi dan bagi pemerintah kota untuk bertukar praktik-praktik terbaik, kata sumber itu.

Banyak kawasan hutan Amazon di Brasil digunduli untuk peternakan dan pertambangan pada masa pemerintahan Jair BolsonaroFoto: Bruno Kelly/REUTERS

Indonesia dan Uni Eropa akan berpartisipasi

Direktur Eksekutif ACTO Carlos Lazary mengatakan kesepakatan akhir mungkin mencakup rencana Brasil untuk membangun pusat regional di Manaus, di mana negara-negara Amazon dapat mengoordinasikan operasi polisi.

Kesepakatan akhir kemungkinan akan memprotes apa yang dilihat kawasan itu sebagai hambatan perdagangan tidak adil, yang diterapkan atas nama perlindungan lingkungan, kata CNN Brasil mengutip draf deklarasi yang mereka dapatkan.

Uni Eropa baru-baru ini mengeluarkan undang-undang yang melarang perusahaan mengimpor daging sapi, kedelai, kakao, dan produk lain yang terkait dengan deforestasi.

Pada hari Rabu (9/8), negara-negara Amazon akan bertemu dengan para pemimpin Kongo dan Indonesia, untuk mengeluarkan pernyataan bersama dari tiga cekungan hutan tropis utama dunia. Norwegia dan Jerman, yang telah mendanai pelestarian Amazon, dan Prancis, yang menguasai wilayah Amazon di Guyana Prancis, juga akan berpartisipasi.

hp/as (rtr, ap)

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait