1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

KTT PBB untuk Afghanistan: Iran Bertemu AS

1 April 2009

Kehadiran Iran di KTT PBB untuk Afghanistan di Den Haag, Belanda mendapat sambutan luas. Apalagi akhirnya terjadi pembicaraan langsung antara para diplomat senior Amerika Serikat dan Iran.

Internationalen Afghanistan Konferenz in Den Haag 2009
Hillary Clinton ajukan jalan keluar bagi Taliban moderat di KTT PBB untuk Afghanistan di Den HaagFoto: picture-alliance/ dpa

Dalam pidato pembukaannya Presiden Afghanistan Hamid Karsai menyambut peran negara-negara tetangganya dalam memerangi terorisme: “Saya menyambut kesadaran yang kian berkembang bahwa tanpa kerjasama dari negara tetangga Afghanistan tak mungkin keberhasilan melawan terorisme akan terjamin. Kemitraan erat yang telah kami bangun dengan pemerintah Pakistan telah menjadi aset yang berharga dalam pendekatan regional ini. Juga peran Republik Turkey, sahabat dari kedua negara Afghanistan dan Pakistan meningkatkan rasa yakin atas kerjasama ini.”

Pendekatan regional untuk memerangi terorisme di kawasan Hindukush, merupakan strategi baru yang dikembangkan Gedung Putih. Komisaris Luar Negeri Uni Eropa Benita Ferreo-Waldner menyebut pelibatan semua negara-negara bertetangga itu sebagai pendekatan yang sama sekali baru. Juga kehadiran Iran dalam Konferensi PBB untuk Afghanistan ini merupakan hal yang berlum pernah terjadi. Dalam pertemuan ini Iran secara terbuka menyatakan niatnya untuk berpartisipasi dalam pembangungan kembali Afghanistan. Namun disamping itu, Iran tetap mengritik rencana presiden Amerika Serikat untuk mengirim lebih banyak tentara ke Afghanistan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Mohammed Mehdi Akhounzadeh mengatakan: "Sejak dibentuknya pemerintah Afghanistan ini, Iran selalu meyakini bahwa fondasi negara itu harus didasari kepentingan-kepentingan lokal negara itu sendiri. Keberadaan pasukan asing tidak berhasil memperbaiki situasi. Malah sebaliknya, saya kira penambahan jumlah pasukan asing juga akan tidak efektif. Biaya tinggi yang perlu dikeluarkan untuk itu, sebenarnya bisa dialihkan guna pelatihan polisi dan militer Afghanistan.”

Iran datang ke pertemuan di Den Haag ini atas undangan Amerika Serikat, negara yang 30 tahun lalu memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Iran. Di sela-sela pertemuan, Utusan Khusus AS untuk Afghanistan dan Pakistan, Richard Holbrooke, menyampaikan sebuah surat secara langsung kepada Wakil Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Mehdi Akhoundzadeh. Menurut keterangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, surat itu merupakan permohonan kemanusiaan. Yakni untuk membebaskan tiga warga Amerika yang ditahan di Iran. Dikatakannya, pertemuan itu bersifat informal yang berlangsung dalam suasana terbuka dan akrab, tanpa membicarakan masalah khusus.

Meskipun begitu, Rusia memuji peristiwa bersejarah itu. Diplomat senior Rusia Igor Liakin-Frolov, menyebutnya sebagai langkah baik guna menghilangkan ketegangan antara kedua negara. Sedangkan menurut diplomat Inggris, keterbukaan Amerika Serikat kepada Iran, nantinya dapat menetapkan langkah yang perlu diambil apabila Iran tidak memenuhi janjinya.

Sementara itu, menyampaikan rencana Amerika Serikat untuk memerangi terorisme, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengajukan jalan keluar lain bagi para Taliban moderat. Tuturnya: “Mereka harus ditawari sebuah bentuk rekonsiliasi yang terhormat dan diberikan jalan untuk berintegrasi kembali ke dalam suasana masyarakat yang damai, apabila mereka bersedia meninggalkan kekerasan, memutuskan hubungannya dengan Al Qaida dan mendukung konstitusi.”

Menurut Hillary Clinton, pemerintahan Afghanistan perlu diberikan dukungan agar bisa memisahkan para ekstrimis Al Qaida dengan para Taliban yang bergabung dalam kelompok itu hanya karena keterpaksaan dan bukan karena keyakinan. (ek)