Militer Zimbabwe membantah telah melakukan kudeta. Upaya menempatkan Presiden Mugabe sebagai tahanan rumah dianggap "proyek demokrasi nasional". Beredar kabar bahwa Grace Mugabe telah meninggalkan Zimbabwe.
Foto: Reuters/P. Bulawayo
Iklan
Situasi di rumah pribadi presiden Zimbabwe, Robert Mugabe di ibu kota Zimbabwe, Harare, Rabu (15/11) dini hari mencekam. Saksi mata seperti dikutip AFP menyebut telah mendengar suara tembakan berkali-kali. "Dari arah rumahnya (Mugabe), kami mendengar sekitar 30 atau 40 tembakan selama 3 sampai 4 menit pada pukul 2 pagi."
Lewat siaran televisi nasional Zimbabwe, ZBC, militer mengaku telah mengambil alih kekuasaan. Ini dilakukan dengan menargetkan ‘para kriminal' yang berada di sekitar Presiden Mugabe, dan memastikan bahwa pemimpin berusia 93 tahun tersebut bersama keluarganya dalam kondisi "sehat dan aman".
"Kami hanya menyasar pelaku kriminal di sekitarnya (Mugabe) yang melakukan tindak kejahatan dan menyebabkan negara menderita secara sosial dan ekonomi, untuk membawa mereka ke hadapan hukum," ujar Mayor Jenderal SB Moyo, Kepala Bidang Logistik dalam siaran televisi. "Begitu kami menyelesaikan misi ini, situasi akan kembali normal."
Tentara berjaga di sekitar tank memblokade jalan ke kantor pemerintahan, parlemen dan pengadilan di pusat kota HarareFoto: Reuters/P. Bulawayo
Namun situasi normal tampaknya masih jauh dari realita di Harare. Tentara terlihat telah memblokade jalan utama di ibu kota Zimbabwe itu dan mengusai gedung-gedung pemerintahan. Pergerakan militer ini berlangsung setelah Zanu-PF, partai berkuasa yang dipimpin Grace, istri Mugabe, menuduh pimpinan militer telah berkhianat dan memunculkan spekulasi bahwa kudeta sedang berlangsung.
Juru bicara militer membantah telah melakukan kudeta. Presiden Mugabe dan keluarganya yang menjadi tahanan rumah dijamin keamanannya. Presiden Afrika Selatan,Jacob Zuma mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Robert Mugabe, Rabu pagi yang mengakui bahwa ia sedang terkurung di rumahnya namun keadaannya baik.
Namun beredar isu bahwa Grace Mugabe telah melarikan diri ke Namibia, negara tetangga ZImbabwe. Nick Mangwana, perwakilan partai Zanu-PF di Inggris menyebutkan kepada BBC bahwa ia mendengar kabar bahwa Ibu Negara Zwimbabwe tak lagi berada dalam negeri.
Presiden Mugabe bersama panglima Chiwenga dalam acara militerFoto: picture-alliance/ZumaPress
Ketidaktenangan di Zimbabwe sebenarnya telah terasa sejak Senin (13/11), ketika Chiwenga, Panglima Pasukan Pertahanan Zimbabwe mencetuskan bersedia turun tangan mengakhiri 'pembersihan pendukung' Emmerson Mnangagwa. Pekan lalu, Mugabe memecat wakil presidennya, Mnangagwa, tentara veteran yang populer di kalangan militer aktif Zimbabwe.
Ia dijuluki "The Crocodile" dan sempat difavoritkan sebagai sosok yang cocok untuk menggantikan Mugabe. Pemecatannya diduga dilakukan untuk membuka jalan lebar bagi istri Mugabe, Grace untuk menduduki posisi tersebut. Begitu dipecat, Mnangagwa melarikan diri, namun dikabarkan ia kemungkinan siap untuk kembali ke Zimbabwe untuk mengambil alih peran kepemimpinan di negara tersebut, demikian laporan Associated Press.
Robert Mugabe, satu-satunya pemimpin yang pernah berkuasa di Zimbabwe sejak Inggris hengkang tahun 1980. Selama 37 tahun cengkraman kekuasaan Mugabe pun semakin kuat lewat keterlibatan sang istri di partai politik.
Foto: Getty Images/AFP/J. Njikiziana
Presiden tertua sejagad
Februari 2017 lalu, Robert Mugabe merayakan ulang tahun yang ke-93. Perayaan itu seakan menjadi 'penahbisan' posisinya sebagai pemimpin negara tertua di dunia. Mugabe telah memegang kontrol atas Zimbabwe selama hampir empat dekade, sejak penguasaan kelompok minoritas berkulit putih berakhir tahun 1980, awalnya menjabat sebagai Perdana Menteri dan selanjutnya sebagai Presiden.
Foto: Getty Images/AFP/J. Njikizana
Dari pahlawan menjadi diktaror
Mugabe dikenal sebagai pahlawan pembebasan yang terlibat melawan pemerintahan minoritas kulit putih. Pernah dipenjara selama 10 tahun, Mugabe pun terpilih sebagai perdana menteri ketika perang berakhir. Namun 4 dekade berkuasa ia kini dilihat sebagai penguasa yang membungkam oposisi lewat aksi teror, pembunuhan bahkan merubah konstitusi. Tak sedikit pula rakyatnya yang meninggal akibat kelaparan.
Foto: Getty Images/AFP/J. Njikizana
(Bukan) Ibu Negara biasa?
Sosok yang setia selama 2 dekade terakhir di sisi Mugabe adalah istrinya. Tak hanya sebagai 'First Lady', Grace juga memegang posisi penting di partai pendukung suaminya, ZANU-PF. Ia digadang-gadang menggantikan suaminya yang mulai sakit-sakitan. Pada kampanye 2014, Grace secara terbuka akui ambisinya. "Mereka katakan saya ingin menjadi presiden. Kenapa tidak? Apakah saya bukan warga Zimbabwe?"
Foto: Getty Images/AFP/J. Njikiziana
'Gucci' Grace
Warga Zimbabwe menyematkan julukan khusus kepada istri presiden mereka: "Gucci Grace" dan "DisGrace" karena kerap bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang mewah. Seperti suaminya, Uni Eropa & AS melarang Grace memasuki negara mereka karena dianggap memboroskan uang milik warganya yang miskin. Grace pernah digugat karena melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan dan foto model.
Foto: DW/C. S. Mavhunga
Drama keluarga Mugabe
Grace awalnya bekerja sebagai sekretaris ketika Mugabe yang berusia 4 dekade lebih tua menjalin hubungan dengannya, meski saat itu keduanya masih menikah. Grace dan Mugabe menikah setelah istri pertama Mugame meninggal. Keduanya memiliki tiga orang anak. Seperti ibu mereka, anak-anak Mugabe juga dikenal memiliki gaya hidup mewah yang suka dipamerkan lewat sosial media.
Foto: picture-alliance/AP Photo/T. Mukwazhi
Piala yang terampas
Di awal kekuasaannya, Mugabe mendapat sejumlah penghargaan. Namun sejak kondisi ekonomi dan politik di Zimbabwe memburuk, banyak insitusi yang mencopot gelar yang dikantongi Mugabe, termasuk gelar dari Ratu Inggris. Meski demikian, ia sempat dinominasikan sebagai duta WHO, Oktober 2017, namun ini juga batal karena ditentang kelompok HAM.
Foto: picture-alliance/dpa/A. Ufumeli
Dinasti Mugabe (tak akan) berakhir
Meskipun mendapat saksi dari AS dan Uni Eropa dan mendapat tekanan di negara sendiri, Mugabe enggan melepas kekuasaannya. Ia pernah bertitah akan memerintah Zimbabwe sampai berusia 100 tahun. Meski Mugabe sering berobat ke Singapura, Grace tetap mendukung ambisinya. "Mugabe tetap ikut 'sebagai mayat' pada pemilu mendatang jika dia meninggal sebelum pemilihan." ts/ap (reuters, cnn, the guardian)