Kunjungan Presiden Rusia di Jerman
6 Juni 2008
Presiden Rusia, Dmitri Medvedev sempat mengomentari hubungan Uni Eropa dan Rusia yang belakangan ini merenggang. Selain itu, bahwa peningkatan hubungan itu diharapkan. Sementara Kanselir Jerman Angela Merkel tak urung menohok soal prestasi Hak Azasi Manusia negara beruang itu. Meski begitu, Kemitraan, Dialog dan Kebersamaan, tetap mewarnai pembicaraan kedua kepala negara Rusia dan Jerman di Berlin hari Kamis. Medvedev pun mengisyaratkan, pilihannya mengunjungi Jerman sebelum negara Barat lainnya bersifat simbolis.
Sebuah pipa di Laut Timur bisa menyalurkan gas bumi dari Rusia ke Jerman. Menurut pemimpin kedua negara itu yang bertemu hari Kamis, rencana pembangunan pipa ini bisa sangat menguntungkan. Karenanya meski para negara tetangga mengungkapkan kekuatiran, baik Presiden Rusia Dmitri Medvedev maupun Kanselir Jerman Angela Merkel menilai positif rencana itu:
“Ini sangat penting, dan Presiden Rusia sekali lagi telah menekankan hal itu, bahwa pembangunan pipa saluran gas bumi tersebut tidak bertujuan merugikan pihak tertentu, melainkan merupakan instrumen kerjasama dalam sektor energi. Dalam hal ini, saya sebagai Kanselir Jerman, maupun secara pribadi menyatakan akan menjajaki tema ini lebih jauh.”
Menurut Merkel, masih ada sejumlah kemungkinan kerjasama luar negeri lain, “Saya telah menegaskan bahwa kesepakatan untuk bermitra dengan Rusia, yakni antara Uni Eropa dan Rusia harus segera ditindaklanjuti. Selain itu, Dewan Nato dan Russia harus lebih sering bertemu. Saya juga akan sangat menyambut bila dalam pertemuan puncak NATO mendatang, akan ada segmen pertemuan puncak NATO dan Rusia.”
Sejak awal, tema-tema seperti penegakan negara hukum dan hak azasi manusia sudah dijadwalkan dalam pembicaraan antara kedua kepala negara itu. Meski begitu, Presiden Dimitri Medvedev menutup peluang campur tangan soal Siberia, di mana jutawan Michael Chodorkowsky, yang mantan direktur perusahaan minyak bumi Yukos itu dipenjara.
Menurut Medvedev, pengadilan selalu independen dan terhukum dapat memohon grasi atau pengampunan, “Saya akan mulai dengan menyatakan bahwa saya berpendapat, bahwa pembangunan sebuah sistim hukum dan sistem pengadilan mendapat prioritas tinggi. Khususnya dalam pembangunan negara kita. Selain itu saya berencana untuk lebih memperhatikan sektor hukum yang berada dalam fase perkembangan itu. Sektor hukum ini terus menerus disempurnakan, untuk itu dibutuhkan jangka waktu yang panjang.”
Setelah pertemuannya dengan Kanselir Angela Merkel, Presiden Medvedev menemui Presiden Jerman Horst Köhler dan Menteri Luar Negei, Frank Walter Steinmeier. Selain membahas bisnis minyak, Medvedev berharap, antara Rusia dan Jerman ada kerjasama dalam bidang teknologi, kesehatan, infrastruktur regional dan pembangunan perumahan. (ek)