Kunjungan Wen Jiabao di Berlin
30 Januari 2009
Pembicaraan berkisar pada lebih banyaknya order bagi perusahaan Jerman di Cina dan ditingkatkannya investasi Cina di Jerman. Kemudian PM Cina Wen Jiabao mengumumkan bahwa menteri perdagangan Cina bersama delegasinya akan mengadakan lawatan bisnis ke Jerman. Mengingat lesunya ekonomi Jerman dan menurunnya ekspor, Menteri Ekonomi Michael Glos tentunya merasa gembira. Kepada Wen Jiabao dikatakannya: "Justru sekarang kita harus meningkatkan perdagangan internasional dan Anda membawa kabar gembira. Saya jamin, delegasi itu akan mendapat perlakuan istimewa."
Kemerosotan ekonomi di AS dan Eropa membuat Cina menjadi semakin penting sebagai pasar ekspor. Sekarang pun Jerman sudah merupakan mitra dagang terpenting Cina di Eropa. Ekspor Jerman dalam 11 bulan pertama tahun lalu naik sekitar 14 persen dan mencapai volume lebih dari 31 miliar euro. Tetapi PM Cina Wen Jiabao punya gambaran yang pasti, bagaimana meluaskan hubungan dagang bilateral. Menurut Wen: "Kita perlu meningkatkan kerjasama di bidang teknologi canggih. Cina sedang berkembang menjadi negara yang inovatif, sementara Jerman sudah unggul di bidang teknologi informatika, biologi, dan sumber energi terbarukan. Kerja sama di bidang itulah yang punya potensi besar."
Memang di bidang itu pulalah telah dilakukan penandatanganan kerjasama. Mulai dari pembelian pabrik modul sel-surya, pedirian perusahaan patungan untuk memproduksi dan menjual pompa untuk PLTN sampai penjualan sebagian teknologi kereta bantalan magnet 'Transrapid' di Shanghai. Tetapi alih-teknologi itu ada pula sisi gelapnya yang sering dikeluhkan oleh perusahaan menengah Jerman.
Soal hak cipta memang dijadikan strategi nasional oleh Cina, tetapi masih tetap hanya di atas kertas. Oleh sebab itulah UE memberlakukan pembatasan ekspor untuk produk-produk teknologi canggih. Tetapi Kanselir Angela Merkel menunjukkan sikap lunak. Dikatakannya: "Kami sudah membahas soal alih teknologi. Kami berpendapat, sikap sukarela sering membawa hasil lebih, daripada menetapkan kuota yang kemudian diberlakukan untuk semua hal."
Merkel menginginkan agar Cina berada di sisi Jerman. Bukan hanya karena mengingat paket konjungtur Cina senilai 450 miliar Euro, yang dapat ikut dinikmati perusahaan Jerman. Yang penting adalah juga menanggulangi secara bersama-sama krisis ekonomi dan keuangan. Kata Kanselir Merkel selanjutnya: "Kami sependapat, bahwa kita harus menjadi lebih kuat setelah krisis ini dan juga menarik pelajaran, agar kriris tidak terulang lagi setelah beberapa tahun. Oleh sebab itu sangat penting untuk meningkatkan kerjasama internasional."
Kanselir Merkel juga menegaskan, bahwa ia akan mengupayakan agar Cina dan negara-negara ambang industri lainnya akan memperoleh pengaruh lebih besar dalam mencari penyelesaian masalah-masalah internasional. Karena untuk itu, G-8 yaitu ke tujuh negara industri terkemuka ditambah Rusia, sudah tidak memadai lagi. (dgl)