290709 USA China Wirtschaftsforum
29 Juli 2009
Amerika Serikat dan Cina sepakat, bahwa khususnya di bidang politik ekonomi dan keuangan diperlukan kerjasama yang lebih erat. Kedua negara menyadari, bahwa kesepakatannya akan berdampak pada ekonomi dunia. Karena itu, akan tetap melanjutkan politik pengembangannya, walaupun dengan patokan yang berbeda. Amerika Serikat akan meningkatkan pengawasan terhadap pasar keuangannya, sedangkan Cina lebih mementingkan konsumsi dalam negerinya. Keduanya akan memperluas perdagangan bilateral dan perdagangan dunia ditingkatkan. Cina akan lebih membuka diri sekaligus mengizinkan investor asing membeli obligasi pemerintah.
Menteri Keuangan AS Timothy Geithner mengatakan: "Kami sepakati sebuah perjanjian yang menjamin sebuah landasan demi pertumbuhan yang seimbang serta berjangka panjang antara kedua negara dan ekonomi dunia.“
Namun Cina, yang pertumbuhan ekonominya pada awalnya berorientasi pada ekspor, kemudian beralih ke konsumsi dalam negeri, menyepakati hubungan perdagangan baru dengan AS, tidak dapat merealisasikan semua perubahan itu dalam seketika. Demikian tutur Dennis Wilder, salah seorang penasihat mantan presiden AS George W. Bush sekaligus anggota dewan keamanan nasional untuk kawasan Asia Timur.
Seusai perundingan terkait politik iklim, AS dan Cina menandatangani sebuah kesepakatan yang menetapkan peningkatan kerjasama antar kedua negara itu di bidang perubahan iklim, perlindungan lingkungan serta energi terbarukan. Namun tidak ditetapkan sasaran konkritnya. Bagi Dennis Wilder hal ini tetap merupakan sebuah kesuksesan. Ia menilai, paling tidak ini merupakan sebuah awal, dimana pemerintah AS menunjukkan posisi barunya terkait masalah perubahan iklim. Berbeda dengan pemerintah Cina, yang sangat berhati-hati, jika menyinggung persyaratan yang bersifat mengikat dalam upaya mengurangi emisi CO2. Terutama karena Cina menilai hal tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonominya.
Menyangkut tema politik luar negeri, dua negara itu hanya menyepakati peningkatan kerja sama. Beberapa bulan mendatang akan diselenggarakan perundingan bilateral membahas kerjasama di bidang militer. Untuk itu Presiden AS Barack Obama akan mengunjungi Cina. Daftar tema politik luar negeri sangatlah panjang. Dari masalah Korea Utara, Afghanistan, Pakistan, Iran hingga Timur Tengah. Begitu juga mengenai isu hak asasi manusia, yang sempat disinggung oleh Presiden Obama dalam pidatonya ketika membuka forum strategi dan ekonomi di Washington.
Christina Bergmann / Andriani Nangoy
Editor: Asril Ridwan