1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Laporan Tahunan Badan Antidoping Jerman, NADA

10 Juli 2008

Sebentar lagi pesta olimpiade akan digelar. Namun bagaimana masalah doping yang merajalela itu dapat diselesaikan. Berikut laporan tahunan Badan Antidoping Jerman, NADA.

Olympiade Peking 2008 Logo
Logo olimpiade Beijing, 2008

Lebih banyak uang, lebih banyak pengawasan, lebih sedikit doping - ini yang hendak dicapai Badan Anti Doping Nasional, NADA. Dari 5,5 juta Euro anggaran tahunan untuk 2007, tahun ini NADA menyediakan 1,7 juta Euro lebih banyak untuk para pemburu dopingnya. Hasilnya, tes doping yang dilakukan sebanyak 4.800 di tahun lalu, akan ditingkatkan hingga 9.000 di tahun ini. Itu berarti hampir dua kali lipat. Yang paling merasakan dampak dari peningkatan ini terutama 450 peserta olimpiade Jerman.

"Selama enam pekan sebelum olimpiade dibuka, kami dapat membuktikan bahwa setiap peserta paling tidak satu kali tanpa diberitahu terlebih dahulu, dilakukan pemeriksaan terhadapnya secara mendadak."

Demikian pernyataan ketua NADA Armin Baumert. Bukan hanya kuantitas kontrol, akan tetapi kualitasnya pun ditingkatkan. Sejak awal tahun ini NADA melakukan pemeriksaan terarah. Para atlet tidak diperiksa seperti dulu dengan diundi, tetapi lebih terarah. Sebelum mengikuti pertandingan, para atlet diperiksa dengan cara sesuai cabang olah raganya. Hasilnya, tahun lalu tercatat sebanyak 72 kasus doping. 62 kasus selama perlombaan dan sepuluh di luarnya. Namun, apakah semua atlet Jerman yang berangkat ke Beijing bebas doping, Armin Baumert tidak berani menjamin. Akan tetapi, ia melihat atlet Jerman sebagai pelopor dalam hal ini:

"Persiapan atlet Jerman paling baik, menyangkut pengontrolan secara mendadak. Artinya, mereka mengikuti sebuah peraturan, di mana negara lain belum siap untuk melakukannya. Ini harus kita hargai, jika melihat atlet kita."

Hanya sepertiga dari negara-negara peserta olimpiade di Beijing melakukan tes yang sangat intensif seperti di Jerman. Keadilan itu dipertanyakan.

"Memang atlet Jerman harus diberi semangat. Mereka mengetahui bahwa atlet delegasi lain, jika saya boleh terus terang, belum semaju ini atau tidak bersedia sama sekali. Atlet kita harus diberi semangat, bahwa yang harus dicapai adalah prestasi individu tanpa harus menggunakan muslihat licik. Hal ini seharusnya berjalan bersamaan dengan mendukung prestasi olahraga di negeri kita."

Kita tinggalkan saja persyaratan kualifikasi yang sangat berat itu. NADA melihat dirinya cukup siap menghadapi perang melawan doping. Tahun depan, undang-undang yang ditetapkan Badan Antidoping Dunia akan dipakai dalam peraturan NADA. Sehingga pengontrolan akan diperketat. Para atlet antara lain harus siap-siap untuk melakukan tes doping secara mendadak. (an)