Lawatan Pertama Menlu Jerman Steinmeier ke AS
30 November 2005
Kasus penculikan warga Jerman pertama di Irak menghantui lawatan perdana Menteri Luar Negeri Jerman Steinmeier ke Amerika Serikat. Selasa (29/11) dini hari, Steinmeier masih mengadakan konferensi telpon dengan ketua tim penanganan krisis di Berlin dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Setelah pertemuannya dengan Menlu Amerika Serikat Condoleezza Rice, Steinmeier mengatakan pihak Amerika Serikat menjanjikan dukungannya dalam pengusutan kasus penculikan itu:
Frank-Walter Steinmeier: “Saya meminta dukungan pihak berwenang Amerika Serikat untuk mengusut kasus penculikan di Irak. Mereka mempunyai pengalaman dan pengetahuan luas dalam menangani situasi di Irak. Mereka sudah menyanggupi untuk membantu kami.“
Di samping situasi umum di Irak, Afganistan dan juga perundingan lanjutan mengenai sengketa program atom Iran, satu tema pelik juga disinggung dalam pembicaraan antara Rice dan Steinmeier. Yaitu, isu adanya transpor rahasia tahanan CIA yang ilegal melalui sejumlah negara Eropa, di antaranya Jerman. Steinmeier berkomentar:
“Saya senang mendapat kesempatan untuk membicarakan tema ini, dan saya juga gembira karena di sini ada kesadaran, bahwa masyarakat Eropa umumnya dan parlemen-parlemen negara Eropa khususnya sangat khawatir mendengar isu itu. Ini hanya dapat diselesaikan dengan pengusutan lebih lanjut. Dan pemerintah Amerika pun sudah menyetujui hal itu.“
Condoleezza Rice menyatakan akan segera memberi jawaban atas surat menteri luar negeri Inggris Jack Straw. Dalam surat tersebut, Jack Straw mewakili menteri luar negeri Uni Eropa lainnya, meminta pemerintah Amerika Serikat untuk menuntaskan isu secepatnya. Sampai ada fakta dan bukti lebih lanjut, masalah transpor illegal tahanan itu tidak akan dibicarakan lagi dalam pembicaraan bilateral.
Dengan menyepakati jalan tengah ini, departemen luar negeri kedua negara berusaha menghindari tekanan opini masyarakat. Baik Amerika Serikat maupun Jerman tidak ingin hubungan antara kedua negara ini kembali menegang.
Sebelum pertemuan dengan Steinmeier, Rice menyatakan, hubungan bilateral kedua negara saat ini sangat bagus. Sebaliknya, menteri luar negeri Jerman yang baru Steinmeier juga menekankan pentingnya hubungan trans-atlantis yang sehat bagi pemerintah Jerman di Berlin:
“Saya berbicara atas nama pemerintah koalisi Jerman. Dalam kesepakatan koalisi antara CDU dan SPD kembali ditegaskan, bahwa kemitraan Jerman dan Amerika Serikat tidak bertolak belakang dengan integrasi Jerman dalam politik Uni Eropa. Bagi Jerman, keduanya adalah pilar penting yang menopang politik luar negeri Jerman.“
Untuk mempererat hubungan kerja sama antara Jerman dan Amerika Serikat, dalam kunjungannya ke Eropa minggu depan, Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice juga akan menyinggahi Jerman.