1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
BencanaBangladesh

Ledakan di Wilayah Konflik Myanmar Tewaskan Puluhan Orang

Dmytro Hubenko Sumber: AP, AFP, dpa
1 Juni 2026

Ledakan di timur laut Myanmar menewaskan setidaknya 40 orang dan melukai sekitar 70 lainnya. Bangunan yang meledak diduga menyimpan bahan peledak untuk aktivitas pertambangan di wilayah konflik tersebut.

Tim penyelamat dan warga tengah mencari korban di reruntuhan banguna yang hancur akibat ledakan di Negara Bagian Shan, Myanmar.
Ledakan itu terjadi di wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata di dekat perbatasan CinaFoto: Palaung Land/AP Photo/picture alliance

Setidaknya 40 orang tewas dalam ledakan di sebuah bangunan di wilayah timur laut Myanmar pada Minggu (31/05). Bangunan tersebut dilaporkan menyimpan bahan peledak untuk aktivitas pertambangan.

Ledakan terjadi di desa Kaungtup, Kecamatan Namhkam, sekitar tiga kilometer dari perbatasan Cina. Sekitar 70 orang lainnya mengalami luka-luka, menurut tim penyelamat.

Wilayah itu dikuasai Ta'ang National Liberation Army (TNLA), kelompok bersenjata berbasis etnis yang kerap bentrok dengan pemerintah Myanmar.

Myanmar telah dilanda perang saudara sejak kudeta 2021 yang menggulingkan pemerintahan demokratis Aung San Suu Kyi. Sejak itu, junta militer menghadapi berbagai kelompok pro-demokrasi dan kelompok bersenjata etnis. 

Perkembangan informasi terkini terkait ledakan

Belum ada kepastian mengenai jumlah korban jiwa. Tim penyelamat yang dikutip Associated Press menyebutkan antara 40 hingga 46 orang tewas, termasuk anak-anak. AFP melaporkan angka korban berkisar antara 46 hingga 59 orang.

Sejumlah media lokal Myanmar, termasuk media online Shwe Phee Myay di Negara Bagian Shan, melaporkan jumlah korban tewas antara 50 hingga 55 orang.

Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan luas di wilayah sekitarFoto: Palaung Land/AP Photo/picture alliance

Menurut laporan setempat, ledakan juga merusak banyak rumah di sekitar lokasi kejadian. Tim penyelamat masih mencari korban yang diduga tertimbun reruntuhan. Rumah sakit Namhkam juga melaporkan adanya kekurangan pasokan darah untuk para korban luka.

Stasiun televisi pemerintah Cina, CCTV, melaporkan ledakan tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan parah pada bangunan di sekitarnya.

CCTV menambahkan, berdasarkan penyelidikan awal, ledakan terjadi di lokasi penyimpanan bahan peledak yang digunakan untuk aktivitas pertambangan.

Gugatan terhadap Presiden Myanmar Diajukan di Indonesia, Emang Bisa?

01:53

This browser does not support the video element.

Respons kelompok bersenjata di wilayah konflik

Dalam pernyataannya di Telegram, TNLA membenarkan bahwa departemen ekonominya menyimpan gelignite, bahan peledak kuat, untuk keperluan pertambangan dan peledakan batu.

TNLA menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban dan menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Gelignite umum digunakan dalam industri pertambangan, tetapi senyawa kimia di dalamnya dapat menjadi tidak stabil jika penyimpanannya tidak tepat dalam jangka waktu lama.

TNLA merupakan bagian dari aliansi bersenjata Three Brotherhood Alliance yang memperjuangkan hak otonomi yang lebih besar bagi kelompok etnis. Wilayah Namhkam dikuasai kelompok tersebut sejak serangan besar-besaran terhadap militer Myanmar pada akhir 2023.

TNLA sempat menandatangani gencatan senjata dengan militer Myanmar pada Oktober lalu setelah mediasi dengan Cina, tetapi ketegangan masih berlanjut.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Pratama Indra

Editor: Yuniman Farid

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait