Bisakah begitu? Terbuka bagi dunia luar, tapi berhubungan erat dengan tanah air? Bekerja di seluruh dunia, tapi selalu pulang ke Schwarzwald? Itu bukan masalah bagi Sebastian Wehrle.
Foto: SWR
Iklan
Sebastian Wehrle paling senang bekerja di studionya di Schwarzwald, Jerman. Menyukai detil- dan dengan jeli menangkap momen khusus, Sebastian Wehrle mengatakan dia sangat sibuk; selalu sibuk dan di mana-mana mengambil gambar, baik lanskap, orang maupun hewan.
Kegairahannya memotret dimulai sejak dini. Ketika kecil dan menerima komuni pertama, ia mendapat hadiah kamera. Salah satu potret pertamanya: selfie ketika mengenakan kostum. Bahwa 20 tahun kemudian saat pagelaran "haute couture", pemuda asal Schawarzwald itu memberi perspektif baru, orang-orang pun tak menyangka.
Sebastian Wehrle dari dulu dikenal sebagai pemuda yang cerdas. Ia kemudian menggeluti pembuatan perapian dalam ruangan. Ibunya mengatakan ia trampil pekerjaan tangan. Walaupun sukses dalam pekerjaan itu dorongan untuk memotret lebih kuat lagi. Dalam perjalanan panjang - dengan sepeda dari Los Angeles ke Peru dan keliling Asia, keinginan itu terbersit terus di benaknya.
Setiap wilayah di Jerman punya busana tradisional berbeda. Semua merujuk pada sejarah dan tradisi panjang. Busana semacam itu biasanya dikenakan saat festival khusus.
Foto: picture-alliance/dpa
Bola dari Hutan Hitam
Warga desa Kirnbach di Schwarzwald (hutan hitam) mengenakan topi yang dihiasi bola-bola dari wol yang disebut "Bollenhut," setelah upacara konfirmasi dari gereja Katholik. Bola wol untuk perempuan yang belum menikah berwarna merah, jika sudah menikah diganti bola warna hitam. Topi berhias bola wol beratnya hampir 2 kilogram.
Foto: picture-alliance/dpa
Busana Warga Minoritas
Etnis Sorben adalah warga minoritas Slavia yang bermukim di kawasan Lausitz di timur Jerman. Anak-anak warga Sorben ini mengenakan busana khas dalam acara seni rakyat internasional di kota Bautzen.
Foto: picture-alliance/dpa
Busana Juara
Warga pulau Föhr di utara Jerman yang mengenakan busana tradisional ini patut merasa bangga. Rok panjang itu dianugerahi gelar busana tradisional terbaik pada 2012 oleh perhimpunan pelestari busana tradisional Jerman yang beranggotakan 2 juta orang, yang menggiatkan pelestarian busana dan seni tradisional.
Foto: picture-alliance/dpa
Busana Ratu
Musim panen asparagus bulan April adalah saat menggelar festival pemilihan ratu asparagus di kota Beelitz dekat ibukota Berlin. Ratu (tengah) diapit oleh perempuan yang mengenakan busana tradisional khas kawasan itu.
Foto: picture-alliance/dpa
Busana Ksatria dan Kudanya
Warga di kota Traunstein, Bayern seusai hari Paskah, menggelar festival untuk mengenang Santo Georg yang dipancung perwira Romawi karena ia menganut agama Kristen. Bukan hanya penunggangnya, tapi kuda tunggangan juga memakai busana tradisional yang khas.
Foto: picture-alliance/dpa
Busana untuk Pemilihan Umum
Saat digelar pemilihan umum, banyak warga pergi ke bilik pemilihan dengan mengenakan busana terbaik. Di negara bagian Niedersachsen, pemilih mengenakan busana yang disebut "Oesterten Tracht". Pemilu di Jerman lazimnya digelar hari Minggu, hingga pemakaian busana ini, memberi warna lain pada event politik tersebut.
Foto: picture-alliance/dpa
Kebanggaan Regional
Festival tahunan di negara bagian Rheinland Pfalz biasanya dihadiri lebih 300.000 orang dan selalu diwarnai acara budaya dengan busana tradisionalnya. Seperti kaum perempuan ini, yang memakai busana tradisional di kawasan bersangkutan.
Foto: picture-alliance/dpa
Bunga di Kepala
Tiga perempuan mengenakan hiasan bunga pada topi yang mereka kenakan saat festival busana dan budaya tradisional di Brandenburg. Busana ini khas untuk kawasan hutan Spreewald sekitar 100 km di selatan ibukota Berlin.
Foto: picture-alliance/dpa
Lederhose
Jika bicara busana asli Jerman, asosiasi akan langsung tertuju pada celana kulit selutut khas Bayern atau Lederhose. Seperti kaum pria anggota klub menembak di Schliersee di kawasan Ober-Bayern, yang menggelar pesta merayakan ulang tahun klubnya ini. Setiap klub menembak, punya seragam khas sendiri.
Foto: picture alliance/Markus C. Hurek
Mahkota Mewah
Pengantin di kawasan Apelern di negara bagian Niedersachsen mengenakan mahkota tradisional di hari perkawinan mereka. Ada lebih 40 gaya berbeda dalam busana tradisional di kawasan itu, tergantung distrik dan desanya.
Foto: picture-alliance/dpa
10 foto1 | 10
Ia bercerita, "Suatu hari ketika kami berada di Thailand, tahun 2010, tiba-tiba ada di suatu saat di mana saya kemudian berkata, 'Saya harus melakukannya sendiri. Saya coba sajalah...'" Walaupun ada perasaan ragu dan kekhawatiran, ia tetap mencoba.
Ia pun mengambil langkah berani. Sejak itu aa tak pernah meninggalkan rumah tanpa kamera. "Jika saya memegang kamera di tangan dan dapat memencet tombolnya – terasa asyik. Saya tidak bisa menjelaskannya. Hanya itu perasaan saya saat mengambil gambar. Ini mungkin semacam kecanduan."
Serial foto "Menghadapi Tradisi" sukses besar. Tapi keberhasilan ini ada sisi negatifnya. Desainer Jochen Scherzinger menggugatnya karena ada beberapa gambar yang diklaim dibuat bersama-sama. Dia mengklaim hak cipta. "Denyut kehidupan saya bergantung di dalamnya, dalam gambar, menyusup ke dalam diri, setelah sekian lama bekerja di dalamnya. Saya jika tidak bisa ditampilkan."
Di awal tahun 2017, ia mendapat undangan ke New York, ke restoran Black Forrest di Brooklyn untuk pameran. Ia juga dikenal di luar Jerman. Tapi sebenarnya, Sebastian Wehrle telah menemukan tempat favoritnya.
Penulis: Suse Kessel (ap/as)
Foto jasad pengungsi cilik yang terdampar kini menjadi simbol dari ketidakberdayaan para pengungsi yang berusaha melarikan diri dari penderitaan di negara asal. Berikut foto-foto ikonik yang jadi simbol politik dunia.
Foto: STAN HONDA/AFP/Getty Images
Gadis Napalm
Anak-anak berlari ketakutan setelah sebuah bom napalm dijatuhkan di desa mereka di Vietnam Selatan (1972). Phan Thi Kim Phuc, yang saat itu berusia 9 tahun, berhasil menyelamatkan diri dengan merobek dan melepas pakaiannya yang terbakar. Ia kini tiinggal di Kanada. Foto ini telah mempengaruhi opini publik terhadap Perang Vietnam.
Foto: picture-alliance/AP Images
Dust Lady
Dengan sekujur tubuh diselimuti debu, Marcy Borders menyelamatkan diri dari World Trade Center, New York, setelah pesawat menghantam menara pertama, 11 September 2001. Ini menjadi salah satu gambar yang mendefinisikan serangan teroris. Marcy Borders, yang dikenal sebagai "Dust Lady," meninggal pada 26 Agustus 2015 pada usia 42, karena kanker perut, yang merupakan efek lanjutan dari tragedi itu.
Foto: picture-alliance/dpa/AFP
Manusia Tank
5 Juni 1989, berdiri tanpa senjata, pria ini menghadang barisan tank yang tengah melaju. Sehari sebelumnya, dengan brutal militer Cina membubarkan aksi protes yang berlangsung di Lapangan Tiananmen, Beijing. Identitas dan nasib pengunjuk rasa ini sampai sekarang belum diketahui. Ia ditangkap tidak lama setelah Jeff Widener membidik foto ini.
Foto: Reuters/A. Tsang
Pencetus Radikalisasi Sayap Kiri
2 Juni 1967, dengan kekerasan polisi Jerman menghalau demonstran yang memprotes kunjungan Shah Iran. Seorang mahasiswa, Benno Ohnesorg, tewas tertembak polisi. Kematiannya menyebabkan radikalisasi gerakan sayap kiri di Jerman. Istri Ohnesorg saat peristiwa tragis ini terjadi tengah mengandung anak pertama.
Foto: AP
Pembunuhan John F. Kennedy
22 November 1963, Presiden AS John F. Kennedy tewas ditembak saat parade dengan mobil kap terbuka di Dallas. Secara tidak sengaja, Abraham Zapruder mengabadikan momen ini dengan kamera video. Abraham Zapruder kemudian mengijinkan pemakaian filmnya hanya untuk keperluan penyidikan.
Foto: picture-alliance/dpa
Pembantaian München
Dalam Olimpiade 1972 di München, Jerman, 11 anggota tim Olimpiade Israel disandera, dan kemudian dibunuh, oleh kelompok teroris yang menamakan diri Black September. Foto yang menjadi ikon ini memperlihatkan salah seorang teroris tengah mengawasi ke bawah dari balkon.
Foto: dapd
Gadis Afghanistan
Tahun 1985, foto karya Steve McCurry ini terpampang di sampul depan majalah National Geographic. Walaupun tidak menunjukkan kehidupan sang gadis sebagai pengungsi di Pakistan, namun foto ini menjadi salah satu simbol paling terkenal dari pendudukan Uni Soviet di Afghanistan, dan juga menjadi simbol nasib pengungsi di seluruh dunia. Keberadaan gadis ini baru dapat diketahui lagi pada tahun 2002.