1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Olahraga

Tugas Baru Liliyana Usai Pensiun Dari Lapangan

29 Januari 2019

Altet bulu tangkis kawakan Liliyana Natsir menemui Presiden Joko Widodo di istana untuk menyampaikan permintaan khusus. Setelah 24 tahun berkarir, Jokowi juga punya pesan khusus untuk Butet.

Indonesischer Präsident Joko Widodo mit Liliyana Natsir
Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Langkah Liliyana Natsir di Istana Merdeka, Selasa pagi (29/01) punya tujuan tertentu. Ia tak sekadar ingin menyampaikan secara langsung niatnya untuk menggantung raket kepada Presiden Joko Widodo. Pemenang medali emas pada Olimpiade 2016 itu mengaku ingin mencurahkan perasaan kepada Jokowi, seperti yang ia akui lewat akun instagramnya

"Hari ini saya mendapatkan kehormatan untuk bertemu dengan Presiden Jokowi, memanfaatkan sedikit kesempatan untuk CUrCOL 😃 semoga dikabulkan oleh Beliau..." tulisnya. Curcol adalah singkatan dari 'curahan hati colongan'. 

Liliyana Natsir menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka didampingi Menteri Pemuda dan OlahragaFoto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Apakah yang menjadi permintaan pebulutangkis yang sudah berkarir selama 24 tahun itu? Saat konferensi pers di istana, Butet menjelaskan ia ingin secara langsung menyampaikan kesiapannya apabila dibutuhkan untuk memacu prestasi para atlet-atlet muda Indonesia lainnya.

"Iya, berpamitan dan mohon arahan dari Pak Jokowi. Setelah ini mungkin jika saya dibutuhkan untuk membantu memotivasi adik-adik saya siap untuk ke sana," ucap perempuan yang akrab disapa Butet itu. 

Butet pensiun dan berstatus PNS istimewa

Tugas konkrit seperti apa yang ditawarkan istana tak terungkap saat jumpa pers, namun Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyampaikan bahwa Liliyana sudah melewati uji kompetensi dan akan diangkat sebagai PNS dengan posisi istimewa.

"Itu (posisi) yang kami siapkan, yang pasti Butet istimewa lah," ungkapnya seperti dikutip dari Kompas.com

Posisi istimewa yang dimaksud adalah pegawai negeri sipil di bidang tenaga fungsional kepelatihan dan altet di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Presiden juga mengisyaratkan peran Butet untuk memotivasi atlet muda dan menginspirasi mereka lewat prestasinya selama 24 tahun berkiprah di cabang olahraga bulu tangkis. 

"Ini sebentar lagi Butet kan menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara), tapi tetap yang saya titipkan agar bisa memotivasi ke seluruh klub-klub yang ada di daerah-daerah. Semua diberi motivasi apa yang harus dikerjakan dalam meraih sebuah prestasi seperti yang sudah didapat oleh Liliyana," kata Presiden.

#TerimakasihButet #TerimakasihDebby

Linimasa terus ramai dengan hastag #TerimakasihButet sejak atlet berusia 33 tahun itu memutuskan menggantung raket seusai ajang Indonesia Masters 2018, Minggu (27/01). Tak terhitung prestasi yang diraih Butet yang membanggakan warganet. Selama karirnya ia pernah beberapa kali menjuarai England Open, meraih perak di Olimpiade 2008 dan medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Namun sebenarnya tidak hanya Butet yang pensiun, pebulutangkis ganda campuran, Debby Susanto juga mengakhiri karirnya seminggu sebelum Liliyana. Selama 17 tahun karirnya, Debby mengoleksi dua gelar juara yakni All England 2016 dan Korea Terbuka 2017.

Kini tantangan besar bagi bulu tangkis Indonesia menanti di Olimpiade 2020. Sepeninggalan dua atlet putri ini, akankah Indonesia dapat mempertahankan prestasinya? Butet punya satu pesan. 

"Semoga prestasi-prestasi saya bisa memotivasi adik-adik untuk lebih berprestasi untuk membawa nama bangsa dan negara Indonesia di kancah internasional. Yang paling penting adalah di Olimpiade 2020, semoga tradisi medali emas tetap diteruskan," ujarnya di Istana Merdeka. 

Baca juga: Malangnya Nasib Mantan Altet Indonesia

ts/hp (dari berbagai sumber)