1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Sosial

Lisbon: Secantik Seperti di Sosmed?

04:04

This browser does not support the video element.

Theodora Mavropoulos
20 Desember 2025

Di media sosial, kota Lisbon di Portugal acap disajikan romantis dengan jalan-jalan sempit, rumah-rumah berwarna-warni, dan alunan musik Fado yang menggema dari restoran dan kedai kopi. Tapi bagi Anda yang tertarik berpelesir ke salah satu kota tertua di dunia itu, apakah realita di lapangan seindah seperti yang dijajakan? Simak laporan DW berikut ini.

Lisbon didirikan oleh bangsa Fenisia. Setelah itu bangsa Yunani, Romawi, dan Moor mendiami daerah itu, dan mereka semua meninggalkan jejak. Lokasinya di tepi samudra Atlantik dan pada muara sungai Tagus. Itu menjadikan Lisbon pusat perdagangan yang penting. Saat ini, ibu kotaPortugal itu jadi salah satu tujuan wisata utama di Eropa.

Cek pertama DW: Elevador da Bica. Kereta kabel berwarna kuning ini kerap terlihat pada foto-foto di media sosial.

Kereta ini mulai beroperasi tahun 1892, dan masih terlihat persis seperti dulu. Kereta ini dinyatakan sebagai Monumen Nasional Portugal sekitar 20 tahun yang lalu. Dengan ongkos sekitar 4€, Anda bisa naik sekali jalan. Perjalanan hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit. Perhentian terakhir di puncak bukit adalah tempat yang jadi sasaran swafoto bagi wisatawan. Fotografer Virginia Borges sering melakukan pemotretan di sini.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait