1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Listrik Disabotase, Seberapa Bahaya Ekstremis Kiri Jerman?

7 Januari 2026

Kelompok ekstremis sayap kiri Jerman mengklaim serangan terhadap pembangkit listrik di ibu kota Berlin, yang memadamkan listrik bagi 45 ribu rumah tangga. Apa motif mereka dan seberapa berbahaya kelompok radikal ini?

Suasana Potsdamer Chaussee yang gelap gulita, dan hanya mendapat penerangan dari lampu depan kendaraan yang melintas. Puluhan ribu rumah tangga di bagian barat daya Berlin tidak memiliki listrik
Berlin barat daya menjadi gelap gulita setelah penerangan jalan padam akibat serangan pembakaran oleh kelompok ekstremis sayap kiri terhadap sebuah pembangkit listrikFoto: Michael Ukas/dpa/picture alliance

Listrik di barat daya Berlin mendadak padam pada Sabtu malam, 3 Januari 2026. Jalanan gelap. Kereta tersendat. Internet lumpuh. Sekitar 45 ribu rumah tangga dikabarkan terdampak. Penyebabnya bukan gangguan teknis biasa, melainkan aksi sabotase yang disengaja.

Adalah kelompok ekstremis sayap kiri bernama "Kelompok Vulkan” yang mengaku bertanggung jawab. Dari puluhan ribu rumah tangga yang terdampak, dua pertiganya masih gelap gulita sampai hari Senin (05/01). Perbaikan total diperkirakan masih akan berlangsung hingga Kamis (08/01) karena kerusakannya cukup parah.

Dalam pernyataan berjudul "Memutuskan Kekuasaan Para Penguasa”, kelompok ekstremis sayap kiri ini mengumumkan "keberhasilan menyabotase” pembangkit gas Lichterfelde.

Mereka membingkai aksinya dalam perspektif ekologi radikal, dengan menuding masyarakat telah mengeksploitasi planet demi energi. Kelompok ini menekankan bahwa pemadaman listrik massal bukanlah tujuan utama, melainkan mereka ingin menyerang industri bahan bakar fosil.

Namun para ahli memperingatkan bahwa serangan ini menimbulkan risiko serius bagi warga sipil yang tidak bersalah, termasuk kemungkinan korban jiwa di rumah sakit yang bergantung pada perlengkapan medis elektronik. 

Orang-orang melakukan penerangan di rumahnya menggunakan alat seadanyaFoto: Lisi Niesner/REUTERS

Intelijen Jerman: ancaman nyata dari ekstremis kiri

Bagi Badan intelijen Jerman , Kelompok Vulkan bukan nama baru dan sudah dipantau sejak bertahun-tahun lalu. Meski struktur dan anggotanya misterius, kelompok ini diklasifikasikan "berorientasi pada kekerasan” dan beroperasi terdesentralisasi.

Pada Desember 2025, Kepala Intelijen Sinan Selen mengatakan tren ekstremisme sayap kiri saat ini "mengkhawatirkan”. Sejak tahun 2011, kelompok ini secara berkala menyerang titik-titik infrastruktur penting di Berlin dan Brandenburg, menimbulkan gangguan nyata bagi publik. 

Petugas Palang Merah membagikan kopi di sebuah gedung olahraga yang diubah menjadi tempat pengungsian darurat selama listrik masih padam, Minggu (04/01)Foto: Axel Schmidt/REUTERS

Pabrik Tesla jadi sasaran berulang kali

Pabrik Tesla di Jerman beberapa kali menjadi sasaran serangan. Mei 2021, pelaku yang tidak dikenal melakukan pembakaran di pabrik Grünheide dekat Berlin. Insiden paling parah terjadi Maret 2024, ketika perusakan tiang listrik tegangan tinggi menghentikan produksi dan memutus pasokan listrik ke kota-kota sekitar selama beberapa hari.

Kelompok Vulkan juga mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Menurut laporan intelijen, mereka melihat Tesla sebagai simbol "sistem totaliter” yang harus dilawan karena ekspansi teknologi, dampak lingkungan, dan dugaan penindasan terhadap masyarakat.

Serangan ekstremis sayap kiri tidak hanya menyasar industri. Pada tahun 2020, Kelompok Vulkan mengaku melakukan pembakaran di Fraunhofer Institute for Telecommunications, Heinrich-Hertz-Institut (lembaga riset terapan terbesar di Jerman) karena menuduh institusi itu ikut mengembangkan aplikasi pelacak COVID-19. Menurut badan intelijen Berlin, sabotase semacam ini bertujuan menunjukkan kerentanan infrastruktur kota, mengganggu ketertiban, dan menimbulkan kerugian materiil besar.

Artikel pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Prita Kusumaputri

Editor: Rizki Nugraha

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya