1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialIndonesia

Pencarian Korban Longsor Bantargebang Dihentikan

Ayu Purwaningsih AF; AP, Reuters, Kompas
10 Maret 2026

Tim penyelamat menghentikan operasi pencarian korban longsoran di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang setelah tujuh jenazah berhasil ditemukan dari bawah timbunan sampah.

Alat berat yang dikerahkan dalam pencarian korban longsor di TPA Bantaragebang - 9 Maret 2026
Pencarain korban bencana BantargebangFoto: Bay Ismoyo/AFP

Operasi pencarian korban longsoran di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang dihentikan oleh tim penyelamat setelah tujuh jenazah berhasil ditemukan dari bawah timbunan sampah.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dalam pernyataannya mengatakan bahwa tiga jenazah ditemukan pada Minggu (08/03) dan empat lainnya pada Senin (09/03).

Selain itu, enam orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup setelah runtuhnya timbunan sampah pada Minggu (08/03) sore di zona 4 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Alat berat digunakan untuk mencari korban.Foto: Faisal Ramadhan/NurPhoto/IMAGO

Pencarian resmi dihentikan

Lebih dari 300 personel pencarian dan penyelamatan dikerahkan ke lokasi. Mereka menggunakan alat berat seperti ekskavator, anjing pelacak, serta drone termal untuk mencari korban di tengah tumpukan sampah yang tidak stabil. Menurut Bahari, seluruh korban kini telah terdata sehingga operasi pencarian resmi dihentikan.

Longsoran tersebut terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan deras selama berjam-jam, menurut laporan media lokal. Demikian dikutip dari kantor berita Associated Press.

Untuk mengurangi intensitas hujan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan akan melakukan "operasi modifikasi cuaca”, yang biasanya dilakukan dengan menyemai awan menggunakan natrium klorida dari helikopter agar hujan turun lebih awal di laut, bukan di wilayah ibu kota.

Regu pencari bersama polisi mencari korban yang tertimbun.Foto: Bay Ismoyo/AFP

Langkah hukum akan diambil

Dikutip dari Kompas, Gubernur DKI Jakarta menanggapi Menteri Lingkungan Hidup yang berencana mengambil langkah hukum atas insiden longsor di Bantargebang.

Selasa (10/03), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap kooperatif terhadap segala kebijakan yang ditetapkan oleh kementerian terkait. Pramono juga menjelaskan upaya yang sedang dilakukan Pemprov DKI dalam membenahi pengelolaan sampah di Bantargebang, terutama terkait open dumping.

”Untuk zona empat, apa yang menjadi arahan Menteri Lingkungan Hidup sudah kami jalankan. Kami sekarang ini bekerja sama untuk bisa memanfaatkan tempat-tempat baru," ucap Pramono.

Belasan ribu ton sampah per hari

Jakarta dan kota-kota penyangganya Jabodetabek dihuni sekitar 42 juta orang dan menghasilkan sekitar 14.000 ton sampah setiap hari.

TPA Bantargebang—salah satu tempat pembuangan terbuka terbesar di dunia—membentang di area seluas lebih dari 110 hektare dan menampung sekitar 55 juta ton sampah, demikian menurut pejabat dinas lingkungan setempat.

Peringatan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto bulan lalu mengatakan bahwa TPA yang secara bertahap akan ditutup itu, diperkirakan akan melampaui kapasitasnya pada tahun 2028.

Pemerintah berencana menginvestasikan sekitar 3,5 miliar dolar AS untuk membangun 34 fasilitas pengolahan sampah menjadi energi dalam dua tahun ke depan, yang akan membakar sampah untuk menghasilkan listrik.

Indonesia pernah mengalami tragedi serupa pada 2005 ketika longsoran TPA di Jawa Barat menewaskan 143 orang. Bencana tersebut dipicu oleh ledakan gas metana dan hujan deras di kawasan itu.

*Editor: Yuniman Farid

Olah Sampah, Hasilkan Produk Bernilai Guna

04:05

This browser does not support the video element.

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait