Presiden Prancis Emmanuel Macron menepis komentar sinis Presiden AS Donald Trump tentang pernikahannya, dengan menyebutnya tidak elegan. Macron menilai komentar itu tak pantas dan konflik Timur Tengah bukan “tontonan.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut komentar Presiden AS Donald Trump soal pernikahannya "tidak elegan''Foto: Lee Jin-man/AP Photo/picture alliance
Iklan
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (3/4) menepis komentar bernada ejekan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal pernikahannya. Macron menyebut komentar tersebut ''tidak elegan''.
Dalam sebuah video yang sempat diunggah Gedung Putih di YouTube sebelum kemudian dihapus, Trump mengejek presiden Prancis itu, sembari mengecam sekutu-sekutu NATO yang tidak ikut bergabung dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Iran.
Apa yang disebut Trump soal Macron?
"Kami sebenarnya tidak membutuhkan mereka, tapi saya tetap menanyakannya," kata Trump.
"Saya menelepon Prancis, Macron, yang diperlakukan dengan sangat buruk oleh istrinya. Masih dalam pemulihan dari pukulan di rahangnya," ujar Trump, merujuk pada sebuah video tahun lalu yang memperlihatkan Brigitte Macron mendorong wajah suaminya saat kunjungan ke Vietnam.
“Saya menelepon Prancis, Macron—yang istrinya memperlakukan dia dengan sangat buruk. Masih belum pulih dari pukulan di rahang kanan,” ujar Trump, merujuk pada video tahun lalu yang menunjukkan Brigitte Macron mendorong wajah Macron saat kunjungan ke Vietnam.
"Lalu, saya bilang, 'Emmanuel, kami ingin sekali mendapat bantuan di Teluk meski kami sedang mencetak rekor dalam mengalahkan orang-orang berbahaya dan melumpuhkan rudal balistik. Kami ingin bantuan. Jika Anda bisa, bisakah Anda segera mengirimkan kapal?'" lanjut Trump.
Trump kemudian menirukan logat Prancis untuk memperagakan respons Macron, "Tidak tidak tidak, kami tidak bisa melakukan itu, Donald. Kami bisa melakukannya setelah perang dimenangkan."
Macron dan Prabowo Perkuat Kerja Sama, Dorong Perdamaian Global
Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia mencatatkan momen penting hubungan diplomatik kedua negara. Dari pendidikan hingga pertahanan, Macron mengunjungi Jakarta hingga Magelang bersama Presiden Prabowo.
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Bagian dari lawatan Macron ke Asia Tenggara
Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 27–29 Mei 2025, bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Prancis. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis, mulai dari ekonomi hingga perubahan iklim. Selain Indonesia, Macron juga mengunjungi Vietnam dan Singapura dalam rangkaian lawatannya ke Asia Tenggara.
Foto: Ludovic Marin/POOL/AFP
Menghasilkan 21 kesepakatan strategis Indonesia–Prancis
Sebanyak 21 dokumen kesepakatan antara kedua negara disepakati di Istana Negara. Penandatanganan ini menandai komitmen Indonesia dan Prancis untuk memperdalam kemitraan strategis lintas sektor, baik militer dan pertahanan, hingga program makan bergizi gratis yang dilakukan antarpemerintah, antarlembaga, hingga kemitraan swasta.
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Prabowo siap buka hubungan diplomatik dengan Israel setelah Israel akui negara Palestina
"Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Kami juga menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk menyumbang pasukan perdamaian di kawasan tersebut," ucap Prabowo dalam keterangan pers yang disampaikan di Istana Merdeka, Rabu (28/05).
Foto: Achmad Ibrahim/Pool/AP Photo
Macron kunjungi UNJ, menyapa hingga berswafoto dengan pelajar dan mahasiswa
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terpilih sebagai lokasi kunjungan Macron karena konsisten bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Prancis dan Kedutaan Prancis di Indonesia. SMA Labschool, yang berada dalam naungan Yayasan Pembina UNJ juga memiliki program kerja sama dengan Kedutaan Prancis agar siswa-siswinya bisa memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Prancis.
Foto: La Ode Muhammad Dhanurendra Pado
Macron dan Prabowo kunjungi Akademi Militer, Magelang
Salah satu poin dalam kerja sama strategis bilateral Indonesia-Prancis yang ditandatangani pada 2021 adalah meningkatkan kerja sama di bidang pelatihan dan pendidikan perwira-perwira militer. Salah satu tujuan jangka panjang dari Indonesia adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang bisa memproduksi alutsista hasil kerja sama dengan Prancis di negeri sendiri.
Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Pakar: Kerja sama bidang pertahanan jadi prioritas
Khairul Fahmi, pengamat pertahanan dan penggagas Institute for Security and Strategic Studies, menyatakan bahwa kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis menguat sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan periode 2019-2024.
Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
6 foto1 | 6
Macron menolak konflik dijadikan "tontonan"
Macron merespons komentar Trump dengan menyebutnya "tidak elegan dan tidak pantas."
"Jadi, saya tidak akan menanggapinya. Komentar itu tidak layak untuk ditanggapi," kata Macron kepada para jurnalis.
Macron menegaskan bahwa fokus seharusnya diarahkan pada "upaya deeskalasi" di Timur Tengah dan pencapaian gencatan senjata.
"Terlalu banyak omong kosong dan itu tersebar di mana-mana," kata Macron, merujuk pada kebijakan perang Trump.
"Kita semua membutuhkan stabilitas, ketenangan, dan kembalinya perdamaian. Ini bukan sebuah tontonan!" tegasnya.
Trump Umumkan "Operasi Tempur Besar" terhadap Iran
00:33
This browser does not support the video element.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris