Mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra, yang mendapat pengampunan masa hukuman kini telah keluar dari penjara. Ia diwajibkan mengenakan alat pemantau elektronik selama empat bulan masa percobaan.
Mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra, disambut oleh anggota keluarganya saat ia dibebaskan lebih awal dari penjara.Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP
Iklan
Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dibebaskan bersyarat dari penjara pada hari Senin(11/5).
Thaksin keluar dari Penjara Pusat Klong Prem di Bangkok sekitar pukul 07.40 waktu setempat.
Mantan PM Thailand tersebut lantas memeluk anggota keluarga yang menunggunya di luar penjara dan menyapa ratusan pendukung yang mengenakan kaus merah, mencirikan partai Pheu Thai.
Lembaga Pemasyarakatan Thailand mengumumkan pembebasan bersyarat pada Thaksin di bulan April lalu dengan alasan usia dan sisa masa hukuman yang kurang dari satu tahun. Thaksin diwajibkan mengenakan alat pemantau elektronik selama masa percobaan empat bulan.
Thaksin akan kembali ke kediaman keluarga Shinawatra di Thonburi, di selatan ibu kota Bangkok, menurut laporan Thai Examiner.
Para pendukung Thaksin berteriak menyatakan dukungannya dan turut hadir di luar penjara saat mantan PM tersebut dibebaskan.Foto: Anthony Wallace/AFP
Akankah Thaksin kembali ke panggung politik?
Selama dua dekade, Thaksin telah menjadi pesaing utama kelompok elit Thailand yang mendukung militer dan monarki.
Iklan
Ia pertama kali terpilih sebagai PM Thailand pada tahun 2001 berkat janji-janji populis tentang kemakmuran bagi masyarakat miskin di pedesaan. Ia pun terpilih kembali secara mutlak pada tahun 2005, namun digulingkan dalam kudeta militer di tahun 2006.
Thaksin sempat melarikan diri ke luar negeri pada tahun 2008 setelah dinyatakan bersalah atas konflik kepentingan, penyalahgunaan wewenang, dan korupsi selama masa jabatannya.
Namun, beberapa jam di penjara ia mengeluh sakit di bagian dada dan segera dilarikan ke rumah sakit. Ia menghabiskan enam bulan di penjara sebelum dibebaskan bersyarat. Mengingat kondisi fisik dan usianya, Raja Thailand memberikan keringanan atas hukuman Thaksin dengna memberikan royal pardon atau remisi atas hukuman Thaksin menjadi satu tahun.
September 2025, Pengadilan Thailand menyatakan bahwa Thaksin dan dokter yang menangani kesehatannya telah memperpanjang masa rawat inap di rumah sakit tanpa alasan yang jelas dan menuntut Thaksin untuk memenuhi masa hukuman penjara selama satu tahun atas vonis yang dijatuhkan sebelumnya.
Hal ini berimbas pada kinerja terburuk yang dicatatkan Partai Pheu Thai dalam pemilu Februari 2026 lalu, namun partai tersebut tetap menjadi bagian dari koalisi pemerintahan. Keponakan Thaksin, Yodchanan Wongsawat, menjabat sebagai menteri pendidikan tinggi dalam kabinet saat ini.
Berbeda dengan Thaksin, pemerintah berkuasa saat ini, yang dipimpin PM Anutin Charnvirakul dan Partai Bhumjaithai yang konservatif, mendapat dukungan kuat dari militer Thailand dan para elit yang setia kepada kerajaan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Yuniman Farid
Bulan Pride yang merayakan hak-hak LGBTQ+ dirayakan di berbagai belahan dunia dengan ragam parade. Untuk pertama kalinya Thailand menggelar selebrasi serupa, setelah negara tersebut melegalisasi pernikahan sesama jenis.
Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
Lautan Pelangi
Ribuan orang menggunakan busana warna-warni memenuhi jalanan ibukota, merayakan Bulan Pride pertama mereka. Sebagian menari, sebagian berpawai keliling kota melambaikan bendera warna-warni.
Foto: Adryel Talamantes/ZUMA Press Wire/IMAGO
Berpawai memberi dukungan
Acara Pride diselenggarakan pada Minggu (1/6) dibuka dengan partisipasi Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra (foto tengah, berjubah putih) berpartisipasi dalam pawai. Ia adalah perdana menteri kedua yang berpartisipasi dalam perayaan LGBTQ+. Perayaan terkait LGBTQ+ diselenggarakan pertama kalinya tahun 1999 dengan nama Bangkok Gay Festival.
Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
'Festival Pride terbesar di Asia'
Digadang sebagai “Festival Pride terbesar di Asia,” penyelenggara memperkirakan aacra ini dihadiri lebih dari 300.000 orang. Pawai membentang sepanjang 3 kilometer melalui pusat kota Bangkok, melewati sejumlah landmark terkemuka seperti kuil Wat Pathum Wanaram.
Foto: Adryel Talamantes/ZUMA Press Wire/IMAGO
Kali pertama untuk Thailand dan dunia
Sorotan pawai tahun ini adalah arak-arakan bendera pelangi kurang lebih 200 meter - “yang pertama untuk Thailand dan dunia,” menurut Pemerintah Kota Bangkok.
Foto: REUTERS
Thailand ranking 10 sepuluh besar dunia
Sebuah survei tahun 2025 oleh World Population Review memperkirakan bahwa sekitar 10% dari 71,6 juta penduduk Thailand mengidentifikasi diri mereka sebagai lesbian, gay, biseksual, panseksual, omniseksual, atau aseksual - menempatkan Thailand dalam ranking 10 besar dunia - proporsi tertinggi individu LGBTQ+.
Foto: Sakchai Lalit/AP Photo/picture alliance
Pernikahan sesama jenis yang membuka jalan baru
Thailand menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis melalui Undang-Undang Kesetaraan Pernikahan, 23 Januari 2025 lalu, menapaki jejak yang sama dengan negara asia lainnya, Taiwan dan Nepal. Ribuan orang merayakan tonggak bersejarah ini dengan mengikat janji pernikahan, termasuk aktor Thailand Apiwat “Porsch” Apiwatsayree (kiri) dan Sappanyoo “Arm” Panatkool.
Foto: Chanakarn Laosarakham/AFP/Getty Images
Rancangan Undang-Undang Pengakuan Gender
Kaum transgender dan interseks masih menghadapi tantangan untuk menikah - dokumen resmi mencantumkan jenis kelamin terkadang tidak sesuai dengan identitas mereka. Aktivis mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU Pengakuan Gender, yang akan memungkinkan seseorang memilih opsi gender netral. Empat versi RUU tersebut saat ini masih dalam pembahasan.
Foto: Sakchai Lalit/AP/picture alliance
Dalam progres
Kesetaraan hak bagi LGBTQ+ di Thailand masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, kata salah satu penyelenggara Pride, Puncharus “Candy” Talert pada hari Minggu. “Saya ingin pemerintah mengesahkan undang-undang, seperti Undang-Undang Pengakuan Gender, yang sedang dalam proses, Undang-Undang Non-diskriminasi dan undang-undang lain yang mempromosikan kesetaraan gender,” jelasnya
Foto: Adryel Talamantes/ZUMA Press Wire/IMAGO
Kerusuhan Stonewall menjadi katalisator gerakan hak-hak gay modern
Perayaan Pride yang berlangsung selama sebulan penuh di seluruh dunia ini bermula dari Gay Pride Week, Juni 1970 - yang diselenggarakan satu tahun setelah polisi menggerebek Stonewall Inn, sebuah bar gay di New York. Penggerebekan memicu bentrokan antara pelanggan dan pengunjung. Hal ini pada akhirnya mendorong terbentuknya kelompok aktivis baru dan lahirnya gerakan hak-hak kaum gay modern.