Iklan
Iran berniat untuk mencairkan asetnya yang dibekukan di berbagai negara, bernilai sekitar 100 miliar dolar AS (Rp1,7 kuadriliun). Isu ini kemungkinan akan menjadi salah satu poin utama dalam perundingan gencatan senjata atau perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Aset tersebut berupa dana dan properti milik Iranyang disimpan di luar negeri. Mereka tidak bisa dengan bebas mengakses uang itu karena kombinasi sanksi, putusan pengadilan, dan berbagai pembatasan.
Menurut sumber dari Iran, jumlah terbesar berada di Cina, India, Irak, dan Qatar. Sementara itu, jumlah yang lebih sedikit disimpan di Turki, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.
