Masalah integrasi di Jerman; Kasus Munir
26 November 2004
Di Jerman di waktu belakangan hangat didiskusikan tentang masalah integrasi warga asing dan penyebabnya. Dalam perdebatan itu mantan kanselir Jerman Helmut Schmidt ikut mengemukakan pandangannya yang mendapat kritikan keras. Terutama pernyataan Helmut Schmidt, mendatangkan para pekerja tamu dari lingkungan kebudayaan asing di masa lalu, merupakan kesalahan besar.
Harian Die Welt berkomentar:
Pada kesan pertama pernyataan ini bagaikan tamparan bagi warga keturunan Turki dan para politisi koalisi SPD-Partai Hijau. Namun sebenarnya Helmut Schmidt mengkritik pihak industri Jerman dan para politisi yang mendatangkan para pekerja asing, terutama dari Turki, tanpa konsep yang matang bagi kehidupan dan pengintegrasiannya. Orang harus menengok ke masa lalu untuk dapat memahami situasi masa kini , dan mewujudkan masa depan. Masalahnya kini bagaimana caranya menciptakan sesuatu yang berguna ,dari politik keimigrasian yang munafik dan pengintegrasian yang gagal. Kilas balik Helmut Schmidt juga tidak tanpa kritik terhadap diri sendiri.
Harian Pforzheimer Zeitung juga mengkritik pernyataan Schmidt:
Rupanya Schmidt tidak menyadari peran ekonomi mau pun budaya para pekerja tamu dan generasi berikutnya di Jerman . Bukanlah berarti , tidak ada masalah. Siapa yang hidup di sini harus belajar bahasanya dan membaur dengan masyarakat. Hal ini penting, tidak hanya di masa lampau. Sebab masa depan tanpa buruh migran tidak mungkin.
Kasus aktivis HAM Munir juga diikuti pers luar negeri. Setelah pada 11 November lalu berdasarkan hasil otopsi Belanda ada dugaan kuat bahwa Munir dibunuh dalam penerbangan pesawat Garuda dari Jakarta ke Amsterdam, Presiden Yudhoyono yang semula mengharapkan kasus Munir akan selesai dengan sendirinya, kini menyatakan penyelidikan kasus itu sebagai salah satu prioritas dalam 100 hari masa jabatannya.
Harian Frankfurter Allgemeine Zeitung mengulas:
Setelah menerima isteri Munir , Suciwati, di istana presiden, Yudhoyono berjanji akan membentuk komisi independen untuk menyelidiki kasus kematian Munir. Hari Jumat (26/11) para anggota komisi diperkenalkan, yakni tokoh-tokoh ternama seperti Ketua KOMNASHAM Syaffi Maarif, mantan disiden dan calon presiden Amien Rais serta pengacara kondang Todung Mulya Lubis. Yudhoyono , mantan jendral di bawah pemerintahan Suharto, dalam pidato pelantikannya berjanji akan membrantas korupsi dan menggairahkan kembali perekonomian. Kini tampaknya, awal pemerintahannya juga dinilai dari niatnya untuk menyelidiki masalah-masalah yang peka, di mana bila perlu juga berkonfrontasi dengan pihak-pihak yang berpengaruh. Harian Jakarta Post menyebutnya sebagai uji coba bagi kesungguhan politik reformasi Yudhoyono.