1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Masalah Pengungsi Tamil Timbulkan Debat Politik di Australia

17 Oktober 2009

Pencari suaka Tamil asal Sri Lanka yang kapalnya dihentikan di pelabuhan Merak saat menuju Australia, akan segera mengakhiri aksi mogok makannya. Demikian menurut juru bicara kelompok pengungsi tersebut Sabtu (17/10).

Pengungsi sipil Tamil setelah kemenangan militer Sri Lanka atas kelompok Macan Tamil EelamFoto: AP

Selama dua hari 255 pencari suaka Tamil asal Sri Lanka yang kapalnya dihentikan patroli TNI Angkatan Laut satu pekan lalu di perairan Selat Sunda, melakukan aksi mogok makan dan mengumumkan jika perlu akan melakukannya sampai mati. Dengan aksi tersebut mereka berupaya mendesak agar diijinkan melanjutkan perjalanannya ke Australia, sebagai negara tujuan pencarian suaka.

Namun para pengungsi dari Sri Lanka itu tidak dapat mengharap simpati dari Canberra. Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd mengatakan hanya buronan politis yang akan mendapat suaka. "Siapapun yang bukan pencari suaka murni, akan dipulangkan.“

Menurut laporan media, tahun 20009 ini saja sudah hampir 2000 pencari suaka dari kawasan krisis Afghanistan atau Sri Lanka tiba di Australia dengan menempuh jalan laut. Banyak diantaranya adalah anak-anak seperti Brinda, anak perempuan berusia 9 tahun yang kini tertahan dalam kapal pengungsi di Pelabuhan Merak. Ia takut dikirim kembali ke Sri Lanka.

Kemenangan tentara Sri Lanka atas kelompok Macan Tamil Eelam menyebabkan terjadinya gelombang pengungsi tersebut.

Masalah pencari suaka ini juga menimbulkan perdebatan politis di Australia. Pihak oposisi Australia menuduh kebijakan kelonggaran suaka dari pemerintahan Perdana Menteri Kevin Rudd mendorong gelombang pengungsi tersebut. Banyak perahu pengungsi berhasil mencapai daratan Australia sebelum berhasil ditangkap.

Mantan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer kepada radio Australia mengatakan,, RRibuan orang menuju Australia. Dengan liberalisasi peraturan Rudd dan orang-orangnya membuat para penyelendup manusia semakin berani. Tentu saja hal yang keras, jika kami menahan para pencari suaka di Pulau Nauru. Tapi para pengungsi harus mendapat peringatan, jika mereka dengan perahu-perahu kecilnya mengambil risiko perjalanan panjang dan berbahaya ini.“

Perdana Menteri Kevin Rudd mempertimbangkan untuk membendung kemungkinan serbuan gelombang pengungsi ini melalui sebuah kerjasama baru dengan Indonesia. Rencana itu akan dibicarakan saat kunjungan Rudd ke Jakarta untuk menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pekan depan.

DK/DW/Rtr/dpa