1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Masinis Jerman Mogok

15 November 2007

Perseteruan antara perusahaan Perkeretaapian Jerman Deutsche Bahn AG dan Serikat Pekerja Masinis GDL, sudah berlangsung lama.

Pemogokan masinis di Jerman. Kereta api tidak jalan.
Pemogokan masinis di Jerman. Kereta api tidak jalan.Foto: picture-alliance/ dpa

Serikat pekerja itu menuntut kenaikan upah sampai 30 persen, dan terutama lagi menginginkan kemandirian serikat pekerja mereka, terlepas dari serikat kerja karyawan perkereta apian lainnya. Setelah berbagai pemogokan peringatan, Deutsche Bahn AG tidak bersedia memberikan tawaran kenaikan upah lebih dari 10 persen, apalagi menjadikan GDL sebagai serikat pekerja yang mandiri. Pemogokan kali ini pastilah berdampak negatif bagi perekonomian, tetapi para pakar ekonomi menganggap tidak ada alasan untuk menyebutnya sebagai krisis besar-besaran.

Kedua pihak yang bertikai nampaknya bukan hanya tinggal berbicara satu sama lain lewat media. Diperkirakan, ada pertemuan yang tidak pernah dibenarkan tetapi juga tidak pernah dibantah, antara ketua dewan direksi Perkeretaapian Jerman Deutsche Bahn AG, Hartmut Mehdorn dengan ketua Serikat Pekerja Masinis GDL, Manfred Schell. Tepatnya di sebuah bandar udara kecil di negara bagian Hessen. Tetapi rinciannya tidak diketahui, dan pertemuan itu juga tidak membatalkan berlangsungnya pemogokan. Mulai Rabu siang kereta barang tidak jalan. Sejak kemarin pagi pemogokan melanda pula angkutan umum jarak dekat dan jarak jauh. Ini merupakan pemogokan terbesar dalam sejarah perkeretaapian Jerman, yang akan berlangsung sampai Sabtu dinihari pukul dua pagi. Pimpinan perkeretaapian urusan angkutan barang, Norbert Bensel mengemukakan dampak dari pemogokan itu: "Kami sudah belajar dari pemogokan sebelumnya dan tujuan utama kami adalah mempertahankan pelayanan minimal bagi wilayah timur Jerman. Di wilayah barat kami yakin akan dapat memberikan pelayanan dasar. Kami tahu, bahwa luasnya pengorganisasian GDL di wilayah timur, telah menyebabkan bahwa pada hari-hari pemogokan yang dulu, lalulintas disana hampir lumpuh sama sekali."

Beberapa perusahaan sangat tergantung pada pengiriman barang secara teratur dengan kereta api. Perusahaan otomotif Porsche misalnya, setiap hari pasti menggunakan satu kereta api untuk mengangkut 180 karoseri mobil jenis Cayenne dari Bratislava, Slowakia untuk dirakit di kota Leipzig. Kalau karoseri itu tidak datang, produksi terhenti, sebab tidak ada karoseri yang disimpan di gudang. Pada pemogokan angkutan barang minggu lalu, kereta itu dapat dijalankan.
Jaringan rel kereta api di Jerman panjangnya 34 ribu kilometer dan setiap harinya, terutama malam hari jalur itu dilewati oleh sekitar 4.800 kereta barang. Pada hari pertama pemogokan sebelumnya, sekitar 20 persen kereta barang tidak jalan. Memang tidak diketahui tentang adanya kemandekan serius, tetapi diperlukan waktu berhari-hari sampai semua barang yang sudah tiba di pelabuhan dapat diangkut ke tempat tujuannya. Pada pemogokan kali ini kota Rostock di timur Jerman juga terkena dampak yang lebih parah daripada Hamburg atau Bremen.
Pada pemogokan angkutan umum sekarang ini, juga terlihat banyaknya kereta yang tidak jalan. Sebelum pemogokan dimulai anggota dewan direksi perkeretaapian Jerman, Karl-Friedrich Rausch mengatakan: "Menyangkut hubungan jarak jauh, kami upayakan agar duapertiga kereta ekspres ICE dapat jalan. Pengurangan mungkin terasa pada kereta cepat antarkota. Kami memang menawarkan rute pengganti, tetapi artinya perjalanan bertambah lama. Semua kereta angkutan mobil dan kereta malam akan tetap berjalan sesuai jadwal."

Di lain pihak, seandainya saja ke 20.000 masinis memperoleh kenaikan gaji sebesar 15 persen, artinya diperlukan sekitar 100 juta Euro per tahun. Jumlah itu sama dengan kerugian yang diderita dunia perekonomian untuk dua hari pemogokan.