Satu jam menatap layar ponsel sebelum tidur, meningkatkan risiko insomnia dan mengurangi durasi tidurmu hingga 24 menit tiap malam. Ini hasil survei yang dilakukan terhadap 45.000 orang Norwegia.
Melihat layar yang terang dalam jangka waktu yang lama dapat membuat Anda merasa lebih terjaga.Foto: IMAGO/xDimaberlinx
Iklan
Satu dari tiga orang dewasa tercatat mengalami insomnia, dan 50 persen dari mereka yang mengalami insomnia tersebut mengeluhkan itu menganggu fungsi aktifitas harian.
"Biang kerok" utama gangguan tidur semacam itu, adalah penggunaan ponsel sebelum tidur, sembari berbaring telentang di tempat tidur, bermandikan cahaya putih internet.
Sebuah studi baru menemukan, penggunaan layar gawai selama satu jam di tempat tidur, meningkatkan risiko insomnia sekitar 59%, dan rata-rata mengurangi durasi tidur hingga 24 menit per malamnya.
Fenomena ini terbukti paling kuat pada remaja, namun studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry juga menujukkan kasus serupa terjadi pada orang dewasa muda.
Menjelang tidur, apakah tetap ditemani smartphone di atas kasur? Banyak riset menyebutkan main gadget bisa mengganggu kualitas tidur. Ada banyak aktivitas lain sebelum tidur yang berguna, di luar bermain gadget
Foto: Colourbox
Baca Buku
Mengapa juga harus terus melototi smartphone di atas kasur, jika banyak novel yang asyik bisa membawa kita terlelap dengan nyaman. Penelitian menunjukkan membaca buku dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Foto: Fotolia/Eisenhans
Telefon Orang Terkasih
Mungkin sebelum naik ke atas kasur bisa menelfon sebentar. Penelitian menunjukkan berbicara dengan orang yang dicintai seperti ibu misalnya, dapat membantu mengurangi stres. Meredam stres merupakan komponen penting ketika ingin hanyut ke alam mimpi. Tidak harus mengobrol lama, cukup dengan mendengar suara orang terkasih sebentar, sudah cukup membantu.
Foto: colourbox
Mandi Air Hangat
Mandi air hangat bisa dibilang cara paling santai untuk relaksasi. Mandi air hangat menaikkan suhu sejenak, lalu membawa suhu tubuh perlahan-lahan mendingin setelah selesai mandi. Proses ini merupakan persiapan yang sempurna untuk menuju ke peraduan, beristirahat dan mengaktifkan rasa kantuk.
Foto: Colourbox/Igor Kovalchuk
Meditasi
Bernapas dengan ritme baik, atau bermeditasi sejenak. Studi menunjukkan meditasi dapat membantu orang rileks dan mendapatkan istirahat malam dengan kualitas lebih baik. Tidak hanya itu, mengatur napas dengan baik memiliki manfaat kesehatan yang menakjubkan. Bahkan jika hanya dilakukan dalam waktu sebentar.
Foto: Fotolia
Berhubungan Seks
Tempat tidur memang diperuntukkan untuk tidur, istirahat dan aktivitas seks bagi pasangan suami istri. Penelitian menunjukkan melakukan hubungan seks sebelum tidur dapat membantu tidur nyenyak. Kegiatan seks memproduksi oksitosin, hormon di otak untuk merasa senang dan mengurangi hormon stres.
Foto: picture-alliance/dpa
Menulis Buku Harian
Kedengaran kuno? Tidak juga. Terlalu cemas untuk hanyut dalam lelap? Menulislah, dan di atas kasur -- bukan menulis status di facebook ya…! Ambil buku harian, menulislah di situ. Penelitian menunjukkan menulis bisa membantu membersihkan pikiran negatif.
Foto: Fotolia/Aleksandar Kosev
Minum Teh
Sempatkan menyesap minuman teh hangat sebelum merangkak ke tempat ridur yang nyaman dan empuk. Beberapa jenis teh bisa memicu rasa kantuk datang karena mengandung bahan-bahan yang dapat membantu relaksasi.
Foto: picture-alliance/Arco Images GmbH
Lakukan Kerajinan Tangan
Penelitian menunjukkan aktivitas kerajinan tangan seperti merajut dan mewarnai gambar dapat membantu kitajadi rileks. Ini adalah cara yang produktif dan kreatif untuk bersantai dan mempersiapan pikiran yang baik untuk pergi tidur.
Foto: Fotolia/Poles
Yoga
Yoga bisa membuat istirahat malam menjadi lebih baik. Yoga menawarkan banyak manfaat, termasuk meredam stres dan pikiran bisa jadi lebih tenang.
Foto: Colourbox/Pressmaster
Membayangkan Adegan Santai
Penelitian menunjukkan tradisi jelang tidur dengan menghitung jumlah hewan dalam pikiran, seperti menghitung domba, misalnya, benar-benar melibatkan otak untuk beristirahat. Bayangkan gambar-gambar menenangkan untuk menepis stres dan membuat santai pikiran.
Foto: Fotolia/wyssu
10 foto1 | 10
Penggunaan layar di tempat tidur mengganggu kualitas tidur
Para peneliti menggunakan data survei "Norwegian 2022 Students Health and Wellbeing" (Kesehatan dan Kesejahteraan Pelajar Norwegia 2022), yang mencakup lebih dari 45.000 data orang dewasa berusia 18-28 tahun.
Iklan
Mereka bertanya kepada para responden tentang screen use bahaviour atau perilaku penggunaan layar gawai alias gadget sebelum tidur, konten internet yang mereka konsumsi, serta kualitas tidur mereka.
Para peneliti menemukan, penggunaan layar gawai mengganggu pola tidur seseorang. Dampak ini samasekali tidak bergantung pada konten yang mereka telusuri.
Baik berselancar di sosial media ataupun aktivitas lainnya di ponsel atau tablet, seperti menonton acara atau film, bermain gim, menjelajah internet, atau mendengarkan audio, terbukti mengganggu pola tidur.
"Jenis aktivitas tersebut tidak terlalu berpengaruh jika dibandingkan dengan total waktu yang dihabiskan menggunakan layar ponsel di tempat tidur,” kata penulis utama studi, Gunnhild Johnsen Hjetland, dari Norwegian Institute of Public Health (Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia).
"Kami tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara aktivitas di media sosial dan aktivitas penggunaan layar lainnya. Penggunaan layar itu sendiri yang menjadi faktor kunci terjadinya gangguan tidur - kemungkinan karena penggunaan layar menyedot alokasi waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat,” kata Hjetland.
Seniman Inggris James Mollison melanglang buana, dari Cina, Jepang, Nepal, AS hingga ke Brasil untuk memotret anak-anak dan mengintip kamar tidur mereka. Hasil karyanya "Where Children Sleep" dipamerkan keliling dunia.
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Kamar sempit
Dong, 9 tahun, tinggal di Provinsi Yunnan di barat daya China. Dia berbagi kamar dengan saudara prempuan, orang tua dan kakeknya. Keluarga itu miskin dan hanya memiliki sepetak tanah yang ditanami padi dan tebu. Dong berkata, jika besar nanti, ia ingin menjadi polisi, karena bisa "mengejar pencuri dan berlari kesana kemari".
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Ruang tidur luas
Harrison, 8 tahun, menjalani hidup yang sangat berbeda. Keluarga itu tinggal di sebuah rumah mewah di New Jersey, AS. Dia memiliki TV sendiri, kamar mandi dan dua ruang bermain besar. Dia adalah anak tunggal dan bersekolah di sekolah swasta. Perjalanan ke sekolahnya perlu waktu dua jam bermobil, tapi ibu Harrison menikmati waktu bersama putranya di dalam mobil. Harrison ingin menjadi dokter hewan.
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Dunia mainan
Kaya, 4 tahun dan orang tuanya tinggal di apartemen kecil di Tokyo. Rak-rak di kamar anak itu penuh dengan boneka. Ibu Kaya menjahit sendiri gaun gadis itu, biasanya sampai tiga potong dalam sebulan. Namun Kaya harus memakai seragam sekolah saat di kelas. Jika besar nanti, dia ingin menjadi seniman komik dan menggambar anime Jepang.
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Tempat tidur bersama di lantai
Tidak setiap anak memiliki tempat tidur sendiri. Rumah Indira, 7 tahun di Kathmandu, ibukota Nepal hanya punya satu kamar. Di malam hari, ia dan saudara-saudaranya tidur bersama di atas kasur di lantai. Indira telah bekerja di tambang granit selama empat tahuun, pekerjaan yang berbahaya, karena banyak anak di sana tidak memakai kacamata pengaman. Dia ingin menjadi penari suatu hari nanti.
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Tempat tidur susun, bergaya asrama
Sherap, 10 tahun tinggal di sebuah biara di Nepal. Bocah itu berbagi kamar dengan 79 anak laki-laki lain yang sedang dilatih sebagai biksu. Mereka tidur di ranjang susun dan memiliki sedikit barang pribadi. Orang tua Sherap mengirimnya ke sana. Mereka percaya, jika salah satu putra mereka masuk biara, itu akan membawa keberuntungan bagi keluarga.
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Ratu kecantikan
Jasmine, 7 tahun dan keluarganya tinggal di sebuah rumah besar di Kentucky, AS. Mahkota dan ikat pinggang yang dia menangkan dalam kontes kecantikan anak-anak menghiasi kamarnya. Dia berlatih untuk pertunjukan panggung setiap hari. Ini hobi mahal, orang tuanya harus merogoh kocek hingga beberapa ribu dolar per kontes.
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Gelar tikar di lantai tanah
Ahkohxet, 8 tahun adalah anggota suku Kraho, yang tinggal di lembah Amazon di Brasil. Warga Kraho percaya bahwa Bumi diciptakan oleh matahari dan bulan. Warna merah di dada anak laki-laki itu adalah bagian dari ritual suku. Sungai terdekat memasok air bagi mereka. Warga suku menanam separuh dari kebutuhan makanan mereka sendiri di tanah yang tidak subur.
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
Seorang bintang pop dan mimpi
Thai, 11 tahun bersama saudara-saudaranya dan orang tuanya tinggal di lantai tiga sebuah blok apartemen di Rio de Janeiro. Orang tuanya tidak terlalu kaya, tetapi mampu bertahan hidup di kota. Gadis itu telah menghiasi kamarnya dengan poster Felipe Dylon, bintang pop Brasil. Pameran "Where Children Sleep" berlangsung di Museum Edwin Scharff di kota Neu-Ulm Jerman hingga 6 Februari 2022. (rs/as)
Foto: James Mollison/Flatland Gallery/Utrecht/Paris
8 foto1 | 8
Kurangi waktu di depan layar sebelum tidur
Para penulis studi ini menyarankan untuk mengurangi waktu penggunaan layar gawai, sebelum tidur demi meningkatkan kualitas tidur.
"Jika kamu mengalami kesulitan tidur dan menduga bahwa waktu penggunaan layar mungkin menjadi salah satu faktornya, cobalah untuk mengurangi penggunaan layar di tempat tidur, idealnya berhentilah 30 hingga 60 menit sebelum tidur. Jika kamu menggunakan layar, pertimbangkan pula untuk menonaktifkan notifikasi sehingga gangguan pada malam hari dapat diminimalisir,” kata Hjetland.
Gangguan tidur sangat memengaruhi kualitas hidup dan merupakan penyebab utama munculnya masalah kesehatan mental.
Studi menunjukkan orang yang tidak cukup tidur lebih cenderung menunjukkan gejala kecemasan dan depresi.
Tidur tujuh hingga sembilan jam per malam mengoptimalkan fungsi otak di siang hari. Tidur penting untuk belajar dan menjalankan fungsi kognitif yang baik. Penelitian menunjukkan bahwa 'begadang' berdampak buruk pada nilai ujian sekolah.
Bagaimana penggunaan layar berdampak pada tidur?
Ringkasnya, waktu penggunaan layar di tempat tidur menggantikan waktu yang dihabiskan untuk beristirahat atau tidur. Namun, notifikasi dan getaran juga dapat membangunkanmu saat tidur - jadi sebaiknya setel ponselmu ke mode diam.
Namun mitos bahwa blue light atau cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel, turut ‘memanipulasi' tubuh untuk berpikir waktunya untuk bangun, adalah tidak benar.
Kacamata atau aplikasi yang memblokir cahaya biru pada ponsel atau laptop, tidak serta merta meningkatkan kualitas tidur. Akan lebih efektif jika kamu menurunkan kecerahan ponsel atau mengurangi waktu penggunaan layar.
Jenis konten internet yang kamu lihat sebelum tidur juga penting. Penelitian menunjukkan, menonton film horor atau melihat konten media sosial yang ‘mengganggu', memicu pelepasan hormon stres. Hormon ini mengganggu tidur nyenyakmu, fase deep sleep (fase tidur paling relaks) serta tidur Rapid Eye Movement-mu (tidur dengan gerak mata cepat).
Jika kamu ingin menenangkan pikiran dan tubuh sebelum tidur, cobalah cara terbaik dengan membaca buku atau e-reader tanpa cahaya layar sebelum tidur. Beberapa penelitian menunjukkan, membaca sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur.