Dengan pahami mekanisme tahan nafas para "free divers" para dokter berharap mampu tiru mekanismenya. Dengan itu pasien bisa dicegah mengalami cedera otak atau organ jika kekurangan asupan oksigen.
Foto: picture alliance / Stephan Jansen
Iklan
Melacak Rahasia Tahan Nafas Penyelam Bebas
03:11
This browser does not support the video element.
Para penyelam bebas atau free divers menyelam ke dalam kegelapan tanpa alat bantu. Hanya dengan satu tarikan napas, mereka menyelam ke kedalaman, yang biasanya tidak dapat dicapai tanpa bantuan alat teknis.
Penyelam bebas adalah fenomena medis. Berkat teknik bernafas khusus dan latihan bertahun-tahun, Doris Hovermann misalnya, seorang penyelam bebas perempuan yang ikut penlitian medis bisa tahan nafas hingga 6 menit.
Para penyelam ini memecahkan rekor dan membingungkan peneliti. Bagaimana caranya tubuh bisa tahan begitu lama tanpa oksigen? Peneliti di rumah sakit universitas Bonn ingin mengetahui rahasia penyelam yang hampir seperti ikan ini.
Dr. Lars Eichhorn, ahli anesthesi di Rumah Sakit Universitas Bonn menjelaskan:“Dalam beberapa tahun terakhir prestasi para free divers terus meningkat. Dalam beberapa dasawarsa terakhir kita melihat kenaikan kinerja yang sebelumnya dianggap tidak mungkin. Kita sampai pada ambang batas yang tidak bisa dijelaskan lagi oleh ilmuwan., bagaimana tubuh bisa mengatasinya?
Kemampuan mereka menjadikan para penyelam bebas sebagai obyek menarik riset ilmiah. Selama tes, oksigen yang ada dalam lengan, kaki dan otak mereka diukur.
Doris Hovermann sekarang mampu menahan kebutuhan tubuh untuk bernafas selama beberapa menit. Dengan cara itu, ia berhasil melampaui rasa takut yang lazim pada manusia dan melewati keterbatasan kemampuan tubuh.
“Hasil riset pertama menunjukkan, kadar oksigen di kepala ditahan jauh lebih lama daripada di bagian tubuh lain. Jadi kita sekarang tahu, tubuh punya sistem kompensasi. Tapi belum terkuak sepenuhnya. Kami yakin nantinya kami akan tahu, mengapa manusia bisa menahan nafas begitu lama tanpa menyebabkan kerusakan di otak.“ papar Dr. Lars Eichhorn lebih lanjut.
Jadi tubuh manusia sebenarnya punya sistem penyelamatan untuk keadaan darurat, yang menjaga fungsi otak dalam situasi kritis, selama mungkin.
Dunia Ekstrim Olahraga
Tercepat atau yang tertinggi: Perburuan mencetak rekor baru mendorong olahragawan ekstrim mengambil risiko yang lebih besar dan terkadang mengancam nyawa. Berikut kenekatan sejumlah olahragawan.
Foto: picture-alliance/dpa/ Nic Bothma
Buta di Atas Titian
Takut akan ketinggian tidak dikenal oleh Nik Wallenda. Olahragawan AS itu secara nekat meniti tali di antara dua gedung tertinggi di Chicago dengan mata tertutup. "Saya membayangkan bagaimana meniti tali jika saya tidak bisa melihat apapun," ujar Wallenda datar ketika ditanya soal motivasinya.
Foto: Reuters
Di Lintasan Perbatasan
2012 silam Nik Wallenda berjalan di atas seutas tali melewati perbatasan Amerika Serikat dan Kanada - sementara di bawahnya mengalir jutaan liter air ke jurang air terjun Niagara. Aksi nekat Wallenda itu tercatat dalam sejarah sebagai manusia pertama yang berjalan di atas air terjun Niagara.
Foto: Getty Images/J. Moore
Dengan Wingsuit ke Dalam Jurang
Nik Wallenda bukan satu-satunya orang berhobi ekstrim. Olahragawan Swiss, Géraldine Fasnacht terbang dengan Wingsuit dari gunung tertinggi di Swiss, Matterhorn, yang menjulang 4478 meter dari permukaan laut.
Foto: AFP/Getty Images/P. Desmazes
Menghadap Ombak
Dalam olahraga Loncat Tebing, peserta harus berani lompat dari ketinggian 25 meter ke dalam air. Olahraga ini menjadi populer di Acapulco, Meksiko. Kini Loncat Tebing digelar di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Foto: Fotolia/Coco Brown
Lautan di Perut Bumi
Menyelam di dalam gua adalah olahraga yang berbahaya. Arus air yang sulit ditebak sudah menewaskan belasan hingga puluhan penyelam handal. Selain itu air di dalam gua sering dipenuhi gelembung gas yang bisa membuat orang pingsan jika menghirupnya.
Foto: Fotolia/leonardogonzalez
Manusia Air
Selam bebas adalah olahraga ekstrem, di mana penyelam mencoba mencapai kedalaman tanpa bantuan alat pernapasan. Biasanya penyelam mendapat bantuan tali untuk berorientasi. Rekor terlama sejauh ini dicetak oleh penyelam Perancis, Stéphane Mifsud, yang mampu bertahan selama 11 menit 35 detikt di dalam air dengan sekali hirupan nafas.
Foto: picture alliance / Stephan Jansen
Menantang Raksasa
"Big Wave Surfing" adalah jenis ekstrim dari olahraga berselancar, di mana olahragawan berambisi menaklukkan ombak tertinggi, seperti yang terlihat di pantai Mavericks di Kalifornia ini. Di sana ombak bisa mencapai ketinggian 30 meter.
Foto: picture-alliance/dpa/ Nic Bothma
Satu Saja Tidak Cukup
Berenang, bersepeda atau berlari bukan tergolong olahraga ekstrim. Tapi jika ketiganya digabungkan maka terciptalah Triathlon. Progam yang diberikan untuk seorang peserta turnamen bisa membuat nafas anda tercekat, 3,8 km renang, 180 km bersepeda dan 42,195 kilometer berlari.
Foto: Getty Images/M. Garcia
Jatuh dari Langit
Tidak seroangpun pernah loncat lebih tinggi dari Robert Alan Eustace. Manajer asal Amerika Serikat itu melakukan terjun payung dari ketinggian 41 kilometer. Aksi nekat Eustace itu mengalahkan rekor yang dibuat Felix Baumgärtner sebanyak tiga kilometer.
Foto: picture-alliance/EPA/Paragon Space Development/J. Martin Harris