Istri Presiden AS Donald Trump, Melania, membantah pernah berteman dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein dan rekannya Ghislaine Maxwell. Presiden Trump mengaku tidak mengetahui pernyataan tersebut sebelumnya.
Istri Presiden Donald Trump, Melania menyampaikan pidato langka di Gedung Putih. Ia mengecam apa yang ia sebut sebagai “kebohongan” yang mengaitkannya dengan pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal, Jeffrey Epstein.Foto: Jacquelyn Martin/AP Photo/dpa/picture alliance
Iklan
Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump pada Kamis (09/04) membantah pernah menjalin hubungan pertemanan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
"Kebohongan yang mengaitkan saya dengan Jeffrey Epstein harus dihentikan hari ini,” ujarnya saat membacakan pernyataan yang telah disiapkan dari Gedung Putih.
"Orang-orang yang berbohong tentang saya tidak memiliki standar etika, kerendahan hati, dan rasa hormat. Saya tidak mempermasalahkan ketidaktahuan mereka, tetapi saya menolak upaya mereka yang berniat buruk untuk mencemari nama baik saya,” lanjutnya.
Sebelumnya tidak ada indikasi bahwa Melania akan menyinggung soal kedekatannya dengan Epstein dalam pernyataan ini.
Setelah pidato itu, Presiden Trump mengatakan kepada media bahwa ia tidak tahu sang ibu negara akan membuat pernyataan tersebut sebelumnya.
Epstein divonis bersalah pada 2008 karena meminta layanan seksual dari anak di bawah umur, dan dinyatakan bunuh diri di penjara pada 2019 saat menunggu proses hukum atas tuduhan perdagangan seks.
Apa yang disampaikan Melania tentang hubungannya dengan Epstein?
Melania mengatakan bahwa ia hanya pernah bertemu Epstein karena berada dalam lingkar sosial yang sama.
Iklan
"Saya tidak pernah berteman dengan Epstein. Donald dan saya sesekali diundang ke pesta yang sama dengannya, karena berbagi lingkar pergaulan adalah hal yang umum di New York,” ujarnya.
Ia juga menyatakan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein atau menaiki pesawat pribadinya yang dikenal sebagai "Lolita Express.”
“Saya bukan korban Epstein,” kata Melania, seraya menegaskan bahwa ia tidak pernah berteman dengannya.Foto: Lena Voelk/AFP
Melania turut membantah memiliki hubungan dengan rekan sekaligus pasangan Epstein, Ghislaine Maxwell.
"Untuk memperjelas, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein maupun teman dekatnya, Maxwell,” katanya.
Maxwell dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada tahun 2022 atas perannya membantu Epstein dalam jaringan perdagangan seks.
Melania menambahkan bahwa ia telah mengenal Donald Trump sebelum bersinggungan dengan Epstein.
"Saya bukan korban Epstein. Epstein tidak memperkenalkan saya kepada Donald Trump. Saya bertemu suami saya secara kebetulan di sebuah pesta di New York pada 1998,” ujarnya.
"Setiap perempuan berhak mendapatkan kesempatan untuk menceritakan pengalamannya di ruang publik, jika mereka menginginkannya,” katanya.
Melania juga menanggapi email yang ia kirim kepada Maxwell pada 2002—yang berisi pesan agar menghubunginya saat kembali ke New York—yang muncul dalam dokumen Departemen Kehakiman AS. Ia menyebutnya hanya sebagai "korespondensi biasa.”
Jeffrey Epstein: Kasus Kejahatan Seksual yang Mengguncang Dunia
Kasus Jeffrey Epstein menjadi salah satu kasus kejahatan seksual paling kontroversial yang menyeret sejumlah tokoh berpengaruh. Meski meninggal pada 2019, proses hukum dan dampaknya tetap menjadi sorotan global.
Foto: Jon Elswick/AP Photo/picture alliance
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein, penasihat keuangan dan pengusaha asal Amerika Serikat (AS), pernah dihukum pada 2008 atas kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Pada 2019, ia kembali ditangkap dengan dakwaan perdagangan seks anak dan konspirasi. Jaringan pergaulannya meliputi tokoh terkenal. Epstein ditemukan tewas pada 2019 di sel penjara Manhattan, dan kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.
Foto: Uma Sanghvi/AP Photo/picture alliance
Eksploitasi perempuan dan perlakuan istimewa
Epstein dituduh merekrut remaja perempuan, termasuk yang masih di bawah umur, dengan menawarkan uang dan peluang kerja, lalu mengeksploitasi mereka secara seksual. Kasus ini memicu kemarahan publik di Amerika Serikat karena kesepakatan hukum Epstein pada tahun 2008 dinilai terlalu ringan dan menimbulkan dugaan adanya perlakuan istimewa bagi pelaku yang memiliki pengaruh dan koneksi politik.
Foto: Department of Justice/ZUMA Press/IMAGO/
Epstein Files dirilis
Jutaan halaman dokumen akhirnya dibuka ke publik sebagai bagian dari Epstein Files Transparency Act, undang‑undang yang mewajibkan Departemen Kehakiman AS merilis hampir semua berkas kasus Epstein hingga batas waktu 19 Desember 2025. Hingga awal 2026, sekitar 2,7 hingga 3,5 juta halaman dokumen, termasuk e-mail, catatan perjalanan, transkrip, foto, dan berbagai materi investigatif dipublikasikan.
Foto: Jon Elswick/AP Photo/picture alliance
Bagaimana dengan para korban?
Departemen Kehakiman AS telah menarik beberapa ribu dokumen dan materi media terkait Epstein setelah pengacara menyampaikan kepada hakim di New York bahwa kehidupan hampir 100 korban telah "hancur” akibat kesalahan penyamaran identitas dalam rilis dokumen terbaru pemerintah. Pengacara korban meminta intervensi yudisial karena ribuan kasus kegagalan pemerintah menyamarkan nama dan data pribadi.
Foto: Melissa Bender/NurPhoto/IMAGO
Nama-nama besar dalam lingkaran Epstein
Epstein dikenal memiliki jejaring luas di kalangan elite. Sejumlah tokoh, termasuk mantan Presiden AS Bill Clinton, pendiri Microsoft Bill Gates, Pangeran Andrew dari Inggris, CEO Tesla Elon Musk, Melania Trump, mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays Jes Staley pernah tercatat berinteraksi dengannya. Kemunculan nama-nama tersebut memicu sorotan publik, meski tidak otomatis terlibat tindak pidana.
Foto: Department Of Justice/ZUMA/IMAGO
Kedekatan dengan Trump
Trump diketahui sering bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dalam sebuah profil majalah, Trump mengatakan bahwa Epstein menyukai perempuan "yang lebih muda.” Dokumen Departemen Kehakiman AS memuat foto Trump bersama beberapa perempuan dengan wajah disamarkan. Dalam sebuah e-mail, Epstein menulis bahwa Trump "tahu soal gadis-gadis itu,” meski tidak disebutkan rinci.
Foto: Capital Pictures/picture alliance
Andrew, tak lagi jadi pangeran
Nama Pangeran Andrew mencuat setelah Virginia Giuffre menuduhnya melakukan pelecehan seksual saat masih di bawah umur, tuduhan yang dibantah adik Raja Charles tersebut. Di tengah kontroversi, ia juga diberitakan ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Gelar militer dan His Royal Highness (HRH) dicabut pada 2022, sebelum Raja Charles III resmi mencabut gelar kerajaannya pada 2025.
Foto: Phil Noble/REUTERS
Berasal dari Coney Island
Epstein yang pernah putus kuliah kemudian memulai karier sebagai guru matematika dan fisika. Pria dari keluarga kelas pekerja di Coney Island itu tampaknya cukup beruntung. Melalui koneksinya, Epstein mendapat pekerjaan di Bear Stearns, yang memberinya wawasan tentang dunia keuangan tingkat tinggi. Pada 1980, ia diangkat menjadi mitra terbatas. Lima tahun kemudian, ia meninggalkan bank tersebut.
Steven Hoffenberg, mantan CEO Towers Financial Corporation, mengetahui sebagian ceritanya. Pada akhir 1980-an, ia merekrut Epstein, dan menjalankan skema Ponzi 460 juta dolar AS. Menurutnya, Epstein mengambil alih sisi sekuritas, aset-aset palsu, memanipulasi harga saham, dan memperdagangkan saham ilegal. Pada 1993, skema itu runtuh. Hoffenberg mengaku bersalah dan divonis 20 tahun penjara.
Foto: Karel Navarro/AP Photo/picture alliance
Jejak kekayaan Epstein
Epstein bertemu pengusaha ritel Les Wexner pada 1980‑an dan menjadi pengendali keuangannya, memperoleh bayaran besar, properti, dan jet pribadi. Pada 2007, Wexner menyadari Epstein menyalahgunakan dana ratusan juta dolar miliknya. Mereka berpisah, dan Epstein mengembalikan 100 juta dolar pada 2008, tetapi tetap membawa pergi sejumlah aset dan uang tunai dalam jumlah besar.
Foto: House Oversight Committee Democrats/REUTERS
10 foto1 | 10
Keterkaitan Epstein dengan tokoh publik
Keterkaitan Epstein dengan sejumlah tokoh ternama memicu dampak luas di Amerika Serikat dan negara lain seperti Norwegia dan Inggris dalam setahun terakhir. Terutama setelah detail baru terungkap dalam dokumen yang dirilis pada November dan Januari.
Pada 1 April, Trump memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi setelah menuai kritik terkait penanganan dokumen yang dikenal sebagai "Epstein files.”
Sementara itu, pada Maret, mantan Presiden Bill Clinton membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein dalam pernyataannya di hadapan komite Kongres.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris