1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikIndia

Melawat ke Eropa, PM India Didesak Jauhi Rusia?

2 Mei 2022

Sikap gamang India terkait invasi Rusia di Ukraina termasuk agenda utama dalam kunjungan PM Narendra Modi ke Berlin, Prancis dan kawasan Skandinavia. Kanselir Jerman, Olaf Scholz, ingin melihat kejelasan dari New Delhi.

PM India, Narendra Modi
PM India, Narendra ModiFoto: Adnan Abidi/REUTERS

Perdana Menteri India, Narendra Modi, dijadwalkan tiba di Berlin, Jerman, pada Senin (2/5). Di sana dia akan bertemu Kanselir Olaf Scholz, sebelum bertolak ke Kopenhagen, Denmark, untuk menghadiri KTT India-Skandinavia, pada 3 Mei.

"Saya tiba di Eropa pada masa ketika kawasan ini menghadapi banyak tantangan dan pilihan,” katanya dalam sebuah keterangan pers jelang keberangkatan. Modi mengaku ingin "memperkuat semangat kerjasama” dengan Eropa, "yang merupakan mitra penting bagi India dalam mengupayakan perdamaian dan kemakmuran,” imbuhnya.

Bagi Eropa, kunjungan Modi menjadi kesempatan untuk memperkarakan sikap India menolak resolusi PBB mengecam invasi Rusia di Ukraina. Seperti dilansir harian Indian Express pada Senin (2/5), Kanselir Jerman, Scholz, memastikan "serangan Rusia terhadap Ukraina merupakan agenda utama” pertemuannya dengan Modi.

Presiden Rusia, Vladimir Putin (ki.) bersama PM India, Narendra Modi, di Hyderabad, 2021.Foto: Money Sharma/AFP/Getty Images

"Aksi brutal Rusia di Ukraina adalah hal yang mengerikan. Mereka yang bertanggungjawab harus mendapat ganjaran sesuai. Saya yakin ada kesepakatan umum di antara negara kita tentang hal ini,” katanya.

India saat ini masih bergantung kepada Rusia untuk suplai dan perawatan sistem persenjataan. New Delhi juga mengabaikan imbauan Eropa dan membeli minyak dengan harga diskon dari Rusia.

Kepentingan India versus Eropa

Hingga beberapa pekan silam, Scholz masih ragu apakah akan menerima kunjungan Modi di Berlin. India selama ini menepis kritik terhadap kebijakannya dengan merujuk pada tingginya pembelian gas Rusia oleh Eropa.

Dalam sebuah jumpa pers, Minggu (1/5), Menteri Luar Negeri India Vinay Kwatra meyakini Eropa "tidak hanya memahami, tetapi juga memiliki tingkat apresiasi yang tinggi” terhadap posisi India dalam konflik di Ukraina.

Fokus kunjungan Modi kali ini sebenarnya berpusar pada kerjasama perdagangan, energi dan pembangunan berkelanjutan, kata Kwatra. 

Pada saat yang sama, India juga berusaha memanfaatkan embargo barat terhadap Rusia untuk meraup keuntungan bisnis. Akhir Mei nanti, sebanyak 50 perusahaan India di sektor makanan, keramik dan kimia, akan datang ke Moskow atas undangan Rusia, lapor harian Times of India, hari Senin.

"Sanksi perdagangan dan keuangan terhadap Rusia membuka banyak peluang baru bagi perusahaan India di berbagai sektor,” kata Vivek Agrawal, Presiden Dewan Promosi Perdagangan India, kepada harian tersebut.

"Perusahan-perusahaan India terlalu bersemangat untuk memanfaatkan potensi yang besar bagi produk India di Rusia, imbuhnya. Namun begitu, pemerintah India memastikan kegiatan ekspor ke Rusia baru akan dimulai setelah berakhirnya perang di Ukraina.

rzn/yf (afp, dpa)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait