Konsumen ingin tahu, dari mana produk yang mereka beli berasal. Begitu juga halnya kalau mereka beli batu mulia. Sayangnya ini kerap tidak mungkin. Tapi sekarang peneliti menemukan metode untuk jamin keaslian batu mulia.
Foto: Getty Images/AFP/D. Emmert
Iklan
Batu mulia berwarna seperti safir, jamrud atau ruby memiliki harga sangat tinggi di pasar dunia. Tapi di banyak pertambangan, kondisinya sangat menyedihkan. Baik bagi manusia mau pun lingkungan. Eksploitasi alam, pekerja anak dan kurangnya keamanan adalah hal biasa. Karena asal-usul batu tidak bisa diusut, tidak ada tekanan untuk memperbaiki situasinya.
Bisnis batu mulia harus lebih transparan. Tapi bagaimana cara membuktikan asal-usul batu mulia tersebut? Berdasarkan ciri-ciri geologisnya, negara asal batu bisa diketahui, tidak demikian halnya dengan pertambangannya.
Namun sekarang sepertinya pakar batu mulia di Luzern, Swiss berhasil menemukan terobosan baru. Kami yakin menemukan metode untuk menyisipkan informasi di pertambangan asal yang tetap berada di dalam batu, dan dengan demikian bisa melacak rantai perdagangannya.
Sistem Penyimpanan Data Berbasis DNA Manusia
03:59
This browser does not support the video element.
Robert Grass, profesor bidang kimia dari ETH Zürich memiliki ide untuk menggunakan DNA buatan sebagai penandaan. Ia menjelaskan, "DNA sangat sesuai, karena transparan dan bisa menjadi bagian dari produk. Seperti label, tetapi tidak ditempelkan pada produk. Karena sangat kecil dan tidak tampak, bisa dimasukkan ke dalam produk dan mengidentiikasi produk berdasarkan informasi yang diperoleh."
Label DNA bisa disisipkan masuk ke dalam batu mulia. Hampir semua batu mulai memiliki retakan berukuran mikro dan hampir tidak terlihat. Basa DNA A, C, T dan G mampu menyimpan informasi. Lewat kode ini, informasi asal usul batu mulia juga bisa disimpan. Untuk melindungi DNA dari cahaya dan perubahan suhu, DNA dikemas dalam bola kaca nano.
Saat Daniel Nyfeler dari Gübelin Gem Lab mendengar tentang metode baru penandaan produk ini ia langsung teringat akan batu mulia. Ia bercerita, "Kami butuh waktu beberapa bulan untuk menyesuaikan metode tersebut bagi batu mulia. Kami harus memastikan, partikel nano bisa menyatu dengan batu, supaya bisa melewati semua proses pengolahan batu."
Batu zamrud diberi penandaan DNA sebelum diasah. Tepatnya, batu mulia mentah diberi penandaan DNA langsung di pertambangan. Batu dicelupkan dalam larutan khusus, sehingga partikel nano bisa masuk ke dalam retakan batu sekecil apa pun. Kelak, DNA juga bisa dikeluarkan kembali dari batu yang telah diasah dengan menggunakan larutan asam khusus.
Penulis: Catrin Hofstetter (vlz/as)
125 tahun lalu, pakar kriminologi mendata secara sistematis sidik jari narapidana. Sekarang, berbagai data informasi biometrik bisa disimpan polisi. Antara lain: DNA, data suara, gambar dan data lain.
Foto: arfo - Fotolia.com
Standar Forensik Modern Berlaku 125 Tahun
1891, pakar kriminologi Argentina Juan Vucetich yang lahir di Kroasia mulai membangun arsip sidik jari bergaya modern. Sejak saat itu, sidik jari jadi salah satu bukti utama untuk menjatuhkan vonis terhadap kriminal. Foto: seorang polisi menabur abu spesial pada pegangan pintu apartemen yang dirampok. Setelahnya sidik jari bisa tampak.
Foto: picture-alliance/dpa
Mendata dan Membandingkan Sidik Jari
Polisi kemudian menggunakan semacam lembar plastik berperekat untuk mengambil sidik jari. Setelah itu lembar plastik ditempel pada kertas. Di masa lalu, membandingkan sidik jari sangat rumit. Polisi harus membandingkan sidik jari satu per satu dengan sidik jari orang-orang yang termasuk tersangka. Sekarang itu dilakukan komputer.
Foto: picture-alliance/dpa
Tidak Perlu Tinta
Mengambil sidik jari dulu rumit, karena menggunakan tinta yang juga menyebabkan kotornya tangan. Jaman sekarang, pemindai sudah mengakhiri masalah tinta. Dan datanya bisa segera dikirim ke pusat data dan diubah jadi data biometris.
Foto: picture alliance/dpa/P. Endig
Sidik Jari Bentuk Identitas
Komputer mengidentifikasi ciri spesial dalam pola sidik jari. Di antaranya: percabangan pada garis-garis sidik jari serta pusat putaran sidik jari. Sidik jari unik bagi tiap orang, juga pada kembar identis.
Foto: itestro/Fotolia.com
Membantu Saat Pemilu
Manipulasi tidak bisa dilakukan! Di sini, aparat berwenang menggunakan pemindai sidik jari dalam pemilu di Nigeria. Dengan cara ini, orang yang memberikan suara dipastikan memang terdaftar, dan hanya memberikan suara sekali.
Foto: APC Presidential Campaign Organisation
Siapa Masuk Eropa dan Di Mana
Ini adalah pertanyaan penting untuk badan berwenang, yang harus memutuskan pemberian status peminta suaka dan pengungsi. Di Uni Eropa, semua imigran harus didata sidik jarinya di pos pertama yang dilalui untuk masih Eropa. Tentu saja syaratnya, polisi di lokasi itu harus punya alat pemindai.
Foto: picture-alliance/dpa/A. Weigel
Jaga Data Pribadi
Banyak ponsel pintar kini dilengkapi dengan piranti lunak untuk mengenali sidik jari. Sehingga hanya pemiliknya yang bisa menggunakan. Jika ponsel dicuri, tidak ada data yang bisa diperoleh pencuri. Selain itu, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga ada yang sudah dilengkapi pengenalan sidik jari.
Foto: picture-alliance/dpa Themendienst
Jika Komputer Mengenali Wajah
Piranti lunak pengenalan wajah yang menggunakan data biometris juga sudah sangat maju. Dengannya mengidentifikasi tersangka di antara kerumunan banyak orang bisa dilakukan, lewat gambar yang dikirim kamera pengawas. Juga layanan internet dan pemilik komputer pribadi semakin menggunakan piranti lunak pengenal wajah untuk menempatkan nama orang misalnya pada foto dari waktu liburan.
Foto: picture-alliance/dpa
Membuktikan Tidak Bersalah
Baiknya pula, bukan hanya kriminal yang bisa diidentifikasikan dengan data biometris. Banyak orang tak bersalah bisa dibebaskan dari hukuman lewat identifikasi ini. Untuk banyak orang, teknologi sudah menyelamatkan nyawa. Kirk Bloodsworth (foto) sudah dijatuhi vonis mati sembilan tahun lalu. US Innovence Project gunaan bukti DNA, dan sudah membebaskan lebih dari 100 orang dari vonis salah.
Foto: picture-alliance/dpa
Keluarga Korban Dapat Kejelasan
Ujian terbesar bagi pembuktian lewat DNA adalah dalam kasus pembantaian di Srebrenica. Jenasah yang dikeluarkan dari kuburan masal diidentifikasikan dengan teknik DNA ini. Mereka kemudian dikebumikan lagi oleh keluarga. Foto: Ema Hasanovic memberikan penghormatan terakhir kepada pamannya.
Foto: picture-alliance/AP Photo/A. Emric
Data Biometris pada Telefon dan Komputer
Dalam suara orang juga ada informasi biometrik dan data digital lain. Piranti lunak pengenal suara, misalnya, bisa mengenali suara orang yang mengancam lewat telefon, karena suara manusia juga unik. Di samping itu, pengguna internet juga meninggalkan berbagai jejak digital, yang memberikan indikasi siapa kita sebenarnya.