1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
BencanaIndonesia

Menag: Pembangunan Gedung Bertingkat Harus Profesional

7 Oktober 2025

Menteri Agama Nasaruddin Umar membahas tentang tradisi santri ikut ngecor di pondok pesantren. Dia mengatakan pembangunan gedung bertingkat harusnya dilakukan secara profesional.

Bangunan pondok pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang ambruk
Bangunan pondok pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang ambruk dan menewaskan sedikitmya 66 santriFoto: Dicky Bisinglasi/SOPA Images via ZUMA Press/picture alliance

"Kerja sama dan gotong royong itu memang ada. Tetapi tergantung, kalau hanya membangun halaman-halaman, memang santri sering terlibat membangun. Tapi kalau bangunan bertingkat seperti itu, harus profesional," kata Nasaruddin setelah bertemu dengan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, keselamatan dan standar pengerjaan bangunan harus diutamakan. Dia mengatakan santri tak mungkin bisa mengerjakan bangunan bertingkat.

"Anak-anak itu kan harus pakai helm segala macam, tidak gampang mendaki gedung-gedung bertingkat. Jadi kalau hanya halaman, bersihkan ruangan, itu kerja sama. Tetapi kalau bangunan yang bertingkat, bangunan besar, itu nggak mungkin," kata dia.

Alat berat dikerahkan untuk pencarian korban yang tertimbun reruntuhan ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang ambruk saat pembangunan.Foto: Trisnadi/AP Photo/picture alliance

Menag akan keliling Indonesia cek bangunan ponpes

Nasaruddin mengatakan akan berkeliling mengecek kondisi bangunan pondok pesantren di Indonesia. Dia menyebut tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan lebih dari 60 orang tak boleh terulang.

"Saya mulai nanti sekarang sudah mau jalan, Kalimantan, ke Sulawesi, saya sendiri yang turun tangan, insyaallah. Kita mulai pendataan dulu. Pendataan dulu, baru sudah ada pendataan, baru kita panggil pimpinan-pimpinan pondok," kata Nasaruddin.

Nasaruddin mengatakan pihaknya akan membahas pembangunan secara komprehensif. Dia mengatakan Kemenag akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait perizinan bangunan pesantren.

"Iya, secara komprehensif (bangunan harus sesuai standar). Kita sudah hubungi pemerintah setempat untuk membantu kita, kan mereka juga mengeluarkan izin segala macam," ucap dia.

Bangunan ponpes tak boleh dibuat sembarangan

Menko PM, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyebut pesantren Al Khoziny sudah ada sejak 100 tahun lalu. Dia mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi agar tradisi yang sudah ada tidak membahayakan.

"Tapi kita akan evaluasi juga tetap harus menggunakan standar PU. Tidak boleh ada lagi bangunan yang diproses tanpa melalui persetujuan PU dan saya minta kepada semua pesantren di seluruh Indonesia koordinasikan dengan Dinas PU setempat, semua jenis pembangunan detik ini juga harus koordinasi dengan PU setempat," ujar Cak Imin.

Dia mengatakan ada lebih dari 40 ribu pondok pesantren di Indonesia. Dia mengatakan bangunan ponpes tak boleh dibuat sembarangan.

"Saya sudah kontak menteri PU-nya nanti Menteri PU dan jajaran siap membantu mengaudit, kemudian diteruskan dan polanya diubah, semua pesantren, bayangkan 40 ribuan pesantren yang mandiri dan selama ini nggak mau diintervensi, kita akan minta supaya koordinasi. Jadi tidak lagi boleh sembarangan," ucapnya.

Baca artikel DetikNews

Selengkapnya Menag soal Santri Ikut Ngecor: Kalau Bangunan Bertingkat Harus Profesional