1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Mengapa Asia dan Pasifik Sering Jadi Jalur Siklon Tropis?

9 Desember 2025

Badai tropis sering menghantam negara-negara di Asia dan Pasifik dari tahun ke tahun. Apa alasannya dan faktor apa saja yang mengatur terbentuknya siklon serta arah pergerakannya?

Seorang perempuan melihat barang-barang yang hancur akibat gelombang badai setelah Topan Fung-wong menghantam pantai Kota Bonuan, Pangasinan, Filipina, 10 November 2025
Topan Fung-wong terjang FilipinaFoto: Noel Celis/REUTERS

Dalam beberapa pekan terakhir, siklon tropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara menimbulkan hujan deras dan banjir yang menewaskan sedikitnya 1.800 orang, membuat lebih dari satu juta warga mengungsi, serta berdampak pada hampir 11 juta orang.

Salah satu siklon, Ditwah, menghantam Sri Lanka dan memicu longsor serta banjir yang disebut sebagai yang terburuk dalam sejarah terbaru negara itu. Siklon lain, Koto, melanda Filipina dan Vietnam. Siklon ketiga, Senyar, menyebabkan banjir dan longsor di tiga negara.

Senyar dianggap langka karena terbentuk di Selat Malaka, jalur perairan sempit di antara Malaysia dan Pulau Sumatra.

Ahli klimatologi Fredolin Tangang, profesor emeritus dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan mantan wakil ketua kelompok kerja IPCC PBB, menyebut fenomena tersebut sangat tidak biasa.

Menurut NASA, ini baru kasus kedua siklon tropis yang tercatat terbentuk di Selat Malaka.

Bahaya tidak hanya datang dari angin kencang, tetapi juga dari gelombang tinggi dan gelombang badaiFoto: I-Hwa Cheng/AFP

Pada awal November lalu, Filipina juga diterjang Fung-wong, siklon terkuat yang mendarat di negara itu sepanjang 2025. Dengan diameter mencapai 1.800 kilometer, siklon ini memengaruhi 16 dari 18 wilayah di Filipina.

Apa sebenarnya siklon tropis itu?

Siklon adalah badai berukuran sangat besar yang terbentuk di perairan tropis. Penamaannya berbeda-beda tergantung wilayahnya. Di Atlantik dan Pasifik bagian timur, badai ini disebut hurikan. Di Asia Timur dikenal sebagai taifun. Di Samudra Hindia dan Pasifik Selatan, istilah yang digunakan adalah siklon yang menjadi istilah umum untuk semua jenis badai tropis.

Kekuatan siklon juga dibagi berdasarkan kelasnya. Ketika kecepatan angin mencapai sekitar 119 kilometer per jam atau lebih, badai tersebut resmi disebut siklon tropis. Berdasarkan kecepatan angin, siklon kemudian dibagi menjadi Kategori 1, 2, atau 3 menggunakan skala Saffir Simpson.

Di belahan bumi utara, musim siklon biasanya berlangsung dari Juni hingga November. Sementara itu di belahan bumi selatan, musimnya berlangsung dari November sampai April. Meski begitu, badai bisa saja muncul di luar periode tersebut.

Dalam kondisi apa siklon bisa terbentuk?

Siklon terbentuk di atas lautan tropis yang hangat, dengan suhu air setidaknya di atas 26 derajat Celsius hingga kedalaman sekitar 60 meter.

"Suhu laut yang hangat inilah bahan bakar utama pembentuk siklon tropis,” kata Sebastien Langlade, Kepala Operasional di Regional Specialized Meteorological Center La Réunion, wilayah Prancis di lepas pantai Afrika Timur.

Selain suhu yang hangat, udara juga harus memiliki kelembapan yang cukup. Arah dan kecepatan angin dari permukaan laut hingga ketinggian 15-20 kilometer perlu relatif seragam.

Siklon biasanya tidak terbentuk terlalu dekat dengan garis khatulistiwa karena gaya Coriolis di wilayah itu terlalu lemah untuk membentuk pusaran. Karena itu, siklon umumnya muncul pada lintang lebih dari 5 derajat.

Siklon berawal dari sistem tekanan rendah yang membuat udara hangat dan lembap naik ke atas. Ketika terjadi kumpulan badai petir di area tekanan rendah yang hangat, sistem ini dapat berkembang dan menarik lebih banyak udara hangat dan lembap dari proses penguapan. Udara itu naik, mendingin, dan membentuk lebih banyak awan.

"Siklon tropis mampu menyerap seluruh energi dari lautan dan mengubahnya menjadi angin dan hujan. Pada dasarnya, siklon tropis bekerja seperti mesin termodinamika,” ujar Langlade.

Dampak yang ditimbulkan siklon tropis

Selain angin kencang yang berbahaya, siklon tropis juga dapat memicu hujan sangat lebat, banjir, dan gelombang badai.

Super Topan Fung-wong membawa hujan lebat yang memicu banjir di Provinsi Cagayan di utara ManilaFoto: John Dimain/AFP/Getty Images

"Gelombang badai adalah kenaikan permukaan air laut yang kemudian disertai hantaman ombak besar. Inilah alasan mengapa kondisi laut menjadi sangat berbahaya saat siklon tropis mencapai intensitas ekstrem,” ujar Langlade.

Di mana wilayah yang paling rawan?

Ada tujuh wilayah di dunia yang sering mengalami siklon tropis. Namun, kawasan barat Samudra Pasifik Utara secara historis merupakan tempat terbanyak terbentuknya kumpulan siklon. Filipina berada tepat di tengah yang disebut sebagai "sabuk topan”, dengan rata-rata 20 topan setiap tahun.

Langlade menunjukkan sebuah grafik yang merekam semua jalur siklon. "Wilayah di sebelah timur Filipina, timur Taiwan, dan selatan Jepang adalah titik terpanas di dunia,” ujarnya.

Banyak super topan terbentuk di kawasan ini. Dalam beberapa musim, jumlahnya bahkan bisa mencapai lebih dari 26 siklon. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan suhu laut yang sangat mendukung terbentuknya badai.

Lebih dari 70% badai tropis terbentuk di belahan bumi utara.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature pada musim panas ini menemukan bahwa pola pemanasan global terbaru "menggeser lokasi kumpulan siklon dari barat Pasifik Utara ke Atlantik Utara.”

Apa peran perubahan iklim?

"Sains menunjukkan dengan jelas bahwa semakin hangat suhu bumi, semakin ekstrem peristiwa cuaca yang akan terjadi,” kata Tangang.

Lautan yang semakin panas akibat perubahan iklim yang dipicu manusia bisa menyebabkan siklon tropis yang lebih kuat dan masuk kategori yang lebih tinggi. Menurut laporan terbaru IPCC, seiring dunia terus menghangat, proporsi siklon kategori 4 dan 5 yang sangat intens diperkirakan akan meningkat di seluruh dunia.

Meski jumlah siklon mungkin tidak bertambah, dampaknya akan menjadi lebih parah. Kecepatan angin bisa makin tinggi, gelombang badai lebih besar, dan curah hujan meningkat.

"Ini cukup mengkhawatirkan,” ujar Langlade.

Banjir Aceh: Jembatan Putus, Warga Antre Perahu

00:42

This browser does not support the video element.

Bisakah siklon dicegah?

Saat ini tidak ada cara yang diketahui untuk menghentikan atau melemahkan siklon.

"Topan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa dikurangi, misalnya melalui adaptasi yang sistematis atau pembangunan infrastruktur pengendalian banjir,” kata Tangang.

Pandangan itu juga disetujui Langlade, yang menekankan pentingnya menjaga tingkat kesiapsiagaan masyarakat agar mereka lebih siap menghadapi risiko.

Menurutnya, ketika beberapa tahun tidak ada ancaman siklon, orang cenderung lupa. Padahal, ada langkah penting yang harus dilakukan di awal musim siklon tropis, seperti memangkas cabang pohon atau membersihkan saluran air agar air banjir bisa mengalir dan tidak meluap.

Tangang mengatakan bahwa meningkatkan kapasitas adaptasi, termasuk memperkuat upaya pengendalian banjir, adalah kunci untuk meminimalkan dampak. Ia menambahkan bahwa untuk menghadapi perubahan iklim, pemanasan global harus dibatasi di bawah 1,5 derajat Celsius. Untuk mencapai itu, dunia harus bertindak bersama dan menurunkan emisi gas rumah kaca dengan cepat.

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu dan Adelia Dinda Sani

Editor: Melisa Ester Lolindu

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait