Bagaimana sebuah bendera dari serial animasi Jepang "One Piece" bisa menjadi simbol perjuangan dalam aksi protes Gen Z di seluruh dunia?
Protes di Nepal, 9 September 2025Foto: Sunil Pradhan/Anadolu/picture alliance
Iklan
Penggemar manga dan anime Jepang "One Piece" pasti langsung mengenalinya gambar tengkorak bertopi jerami sebagai sekelompok bajak laut terkenal yang dipimpin oleh kapten muda bernama Monkey D. Luffy.
Bendera ini dikibarkan di depan parlemen Nepal ketika para pengunjuk rasa menyerbu dan membakar gedung tersebut pada awal September. Simbol ini kerap digunakan dalam gerakan kaum muda global dalam‘Protes Gen Z'.
Lantas bagaimana bajak laut fiksi ini menjadi simbol perlawanan dan apa makna simbol tersebut?
Protes Mahasiswa Pro Palestina di Roma, Italia, 22 September 2025Foto: Sebastiano Bacci/ZUMA Press Wire/IMAGO
Serial Jepang pemecah rekor
"'One Piece' didaulat sebagai serial manga paling sukses dan populer sepanjang masa," jelas ahli manga dan anime Andrea Horbinski, penulis dari buku yang akan segera terbit "Manga's First Century: How Creators and Fans Made Japanese Comics, 1905-1989."
Diciptakan pada tahun 1997 oleh seniman manga Jepang Eiichiro Oda, serial ini sudah memiliki lebih dari 110 komik dan jumlahnya terus bertambah.
Komik ini berhasil terjual lebih dari 500 juta kopi, memecahkan berbagai rekor penerbitan Guinness. Berbagai film telah lahir dari kisah ini termasuk serial animasi televisi yang sudah berjalan lebih dari 1.000 episode.
"Luffy dan krunya memperjuangkan kebebasan, pilihan individu, dan mengikuti nurani" kata Horbinski kepada DW. "Dalam perjalanan petualangan mereka, mereka membantu kelompok yang tertindas dan menentang figur otoritas yang korup. Jadi saya rasa aspek-aspek tersebut turut beresonansi dengan orang-orang yang mengibarkan bendera ini untuk protes."
Iklan
Simbol yang Viral
Bendera ini sudah pernah digunakan di Indonesia selama gelombang pertama protes mahasiswa pada Februari 2025 sebagai simbol ketidakpuasan masyarakat jelang peringatan ke-80 hari kemerdekaan Indonesia.
Menjelang HUT RI masyarakat biasanya menghias rumah dan kendaraan dengan bendera nasional, beberapa menyandingkan bendera "One Piece" di samping bendera merah putih untuk mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap kebijakan pemerintah dan korupsi.
Rangkaian Aksi Protes: Isu Tunjangan DPR hingga Patroli Aparat
Demonstrasi pecah sejak 25 Agustus 2025 setelah publik marah soal tunjangan rumah DPR Rp50 juta per bulan. Aksi meluas dan memuncak saat kendaraan taktis Brimob melindas pengemudi ojol Affan Kurniawan hingga tewas.
Foto: Dita Alangkara/AP Photo/picture alliance
Isu gaji fantastis DPR mencuat
Isu bermula dari pernyataan TB Hasanuddin soal gaji DPR yang bisa mencapai Rp100 juta per bulan. Publik lalu menyoroti tunjangan rumah Rp50 juta, yang dibenarkan Ketua DPR Puan Maharani sebagai pengganti rumah dinas. Pernyataan itu memicu kritik luas. Gelombang protes pun menyebar cepat, menuntut transparansi dan keadilan anggaran negara.
Foto: Levie Wardana/DW
Blunder pernyataan anggota DPR
Pernyataan kontroversial sejumlah anggota DPR memicu kemarahan publik. Nafa Urbach menyoroti kemacetan dari rumahnya di Bintaro sebagai alasan perlunya tunjangan rumah, sementara Ahmad Sahroni menyebut seruan pembubaran DPR sebagai ucapan “orang tolol sedunia”, memicu kritik luas di media sosial.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Awal gelombang protes
Gelombang unjuk rasa pertama pecah di Jakarta, Senin (25/08). Mahasiswa, buruh, dan aktivis mengecam kebijakan tunjangan rumah DPR. Tak satu pun anggota dewan menemui massa. Aksi ricuh berlangsung hingga malam hari, polisi blokir jalan utama dan bubarkan massa dengan gas air mata. Bentrokan juga terjadi di Medan dan Palu antara mahasiswa dan aparat.
Foto: Donal Husni/ZUMA/dpa/picture alliance
Brimob lindas pengemudi ojek online
Sejak Kamis (28/08) pagi, ribuan buruh turun ke jalan menuntut kenaikan upah, penghentian outsourcing, dan pembatalan tunjangan DPR. Usai bubar, mahasiswa lanjutkan aksi. Sore, bentrokan pecah saat massa panjat pagar DPR, meluas ke kawasan Asia Afrika dan Tanah Abang. Malam, mobil Brimob melindas pengemudi ojek online Affan Kurniawan (21) hingga tewas.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Pemakaman Affan dan eskalasi kerusuhan
Eskalasi aksi makin memanas. Pada Jumat (29/08) pagi, kabar tewasnya Affan Kurniawan viral. Ribuan ojek online kawal pemakamannya di Karet Bivak. Massa kemudian kepung Mabes Polri dan Markas Brimob Kwitang. Marinir dan Kostrad dikerahkan. Kerusuhan menjalar ke berbagai titik Jakarta, termasuk pembakaran Halte TransJakarta Senen dan perusakan fasilitas umum.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Suara dari Istana
Presiden Prabowo akhirnya angkat bicara soal kerusuhan. Ia menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan dan mengecam tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Ia menjanjikan investigasi transparan, menjamin kehidupan keluarga korban, serta menyerukan ketenangan publik sambil memperingatkan pihak yang ingin memicu kekacauan.
Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
Kerusuhan di daerah
Kerusuhan meluas ke berbagai daerah. Di Makassar, gedung DPRD dibakar, menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya. Di Solo, tukang becak tewas diduga akibat gas air mata, sementara di Surabaya kericuhan merusak hotel dan toko. Total korban jiwa pada Jumat (29/08) sedikitnya lima orang, ratusan luka-luka. IHSG anjlok 2,27%, rupiah melemah hampir 1%.
Foto: Bilal Wibisono/REUTERS
Korban bertambah dan protes meluas
Di Yogyakarta, mahasiswa AMIKOM Rheza Sendy Pratama (21) tewas usai bentrok di Mapolda DIY. Di Makassar, pengemudi ojek online Rusdamdiansyah tewas dikeroyok massa karena disangka intel. Gedung DPRD NTB di Mataram dibakar. Aksi juga terjadi di Surabaya, Solo, Cirebon, dan kota lain.
Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya dirusak dan dijarah saat kerusuhan meluas. Presiden Prabowo perintahkan TNI-Polri bertindak tegas. Kapolri izinkan anggotanya menggunakan peluru karet. Eskalasi meningkat, aparat diberi ruang lebih keras. Fitur live TikTok pun diblokir, diduga untuk meredam penyebaran aksi secara real-time.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Pertemuan elite politik
Pada Minggu (31/08) dini hari, rumah Menkeu Sri Mulyani dijarah. Sementara massa sempat mendatangi rumah Puan Maharani, tetapi berhasil dihalau. Siang harinya, Presiden Prabowo mengumpulkan ketua umum partai dan menteri di Istana. Disepakati pencabutan tunjangan rumah DPR, moratorium kunjungan luar negeri, dan penonaktifan kader kontroversial.
Foto: BPMI Setpres
Prabowo: Kerusuhan mengarah pada makar dan terorisme
Prabowo memerintahkan aparat bertindak keras terhadap perusuh dan menyebut sebagian kerusuhan mengarah pada makar dan terorisme. Pernyataan ini dikritik Amnesty sebagai retorika berlebihan yang bisa membenarkan kekerasan aparat. YLBHI menilai presiden gagal menangkap akar kemarahan rakyat dan mendesak reformasi Polri, penghentian represifitas, serta pembebasan demonstran.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Jakarta mereda, Prabowo apresiasi aparat
Rencana aksi lanjutan di Jakarta batal, massa tidak terkonsentrasi. Presiden Prabowo mengunjungi RS Polri di Jakarta Timur. Ia memuji aparat, menjanjikan biaya pengobatan, kenaikan pangkat, bahkan beasiswa. Sikap ini menuai kritik karena lebih menonjolkan penghargaan pada polisi dibanding empati kepada korban sipil.
Foto: Firda/Detikcom
10 warga sipil tewas
Hingga Selasa (02/09), ratusan pendemo terluka dalam aksi di berbagai daerah. Sementara untuk korban jiwa, Tempo mencatat telah mencapai 10 orang, yakni Affan Kurniawan, Andika Luthfi Falah, Iko Juliant Junior, Rheza Sendy Pratama, Sumari, Septinus Sesa, Syaiful Akbar, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, dan
Rusmadiansyah. (rvs/ha)
Foto: Juni Kriswanto/AFP/Getty Images
13 foto1 | 13
Protes diam-diam ini menjadi viral dan memicu kampanye balasan dari pemerintah Indonesia yang mendorong warga agar lebih menonjolkan bendera nasional. Beberapa pejabat bahkan mengatakan bahwa menampilkan simbol "One Piece" bisa dianggap sebagai pengkhianatan terhadap negara, operasi penghapusan bendera dan mural dilakukan di beberapa tempat di Indonesia. Amnesty Internasional mengecam penindakan aparat terhadap warga yang mengibarkan bendera tersebut.
Bendera ini juga dikibarkan dalam demonstrasi anti-korupsi berskala besar di Nepal. Demo di Nepal ini dipicu larangan pemerintah terhadap berbagai platform media sosial.
Protes Gen Z di Nepal berhasil membatalkan larangan media sosial tersebut dan berhasil membuat perdana menteri KP Sharma Oli mundur. Namun, reaksi keras pihak berwenang terhadap protes juga menyebabkan banyak korban, setidaknya 72 orang tewas dan lebih dari 2.100 orang terluka.
Kekacauan Landa Nepal: Demonstran Bakar Parlemen
01:21
This browser does not support the video element.
Meski menghadapi risiko, pencapaian para pengunjuk rasa Nepal menginspirasi kelompok pemuda lainnya di seluruh dunia termasuk di Filipina, Serbia, Kenya, Maroko, Paraguay, Peru, dan Madagaskar.
"Kami melihat apa yang terjadi di Nepal dan jujur saja, itu menyalakan semangat kami," kata Virgilus Slam, seorang seniman yang bergabung dengan para aktivis Gen Z di Madagaskar. Itu menginsipirasi kami dengan "melihat gerakan popule yang dipimpin para kaum muda, muncul dan tumbuh sedikit demi sedikit di bawah bendera ini," kata Slam kepada DW.
Simbol "One Piece" menjadi logo resmi akun media sosial para pengunjuk rasa di Madagaskar. Mereka bahkan menambahkan sentuhan lokal pada simbol itu, dengan mengganti topi jerami dengan topi Satroka, yang secara tradisional dikenakan oleh suku Betsileo di Madagaskar. Banyak orang di Madagaskar menggunakannya sebagai tanda solidaritas.
Ribut-ribut bendera One Piece, ada apa sih?
01:37
This browser does not support the video element.
Protes sarat budaya pop: Topeng anonim hingga Winnie the Pooh
Meskipun isu di setiap negara berbeda, banner "One Piece" menjadi salah satu elemen yang menyatukan protes Gen Z.
Gen Z, yang terdiri dari mereka yang lahir antara 1996 hingga 2010, adalah generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era internet.
Bagi orang-orang yang menghabiskan seluruh hidup mereka dalam budaya populer dan meme, referensi terhadap gambar-gambar semacam itu memiliki kekuatan yang menyatukan.
Dengan mengetahui bahwa begitu banyak kaum muda lain yang familiar dengan "One Piece" membuat pengunjuk rasa memanfaatkan simbol itu untuk menyampaikan suara mereka, kata ahli manga, Horbinski,”Tentu saja ada banyak contoh lain selama 10 hingga 15 tahun terakhir di mana orang membawa tanda dan simbol budaya pop dalam protes."
Hongkong: Satu Negara, Dua Wajah
Ketika Cina berpesta, Hongkong diliputi protes. Sementara Beijing mempertontonkan kesatuan, teriakan kebebasan membahana di negeri jiran. Pada hari nasional Cina, Hongkong tampil kontras dengan nafas demokrasinya.
Foto: Reuters/Carlos Barria
Antara Patriotisme....
Cina mengibarkan bendera. Pada 1 Oktober 1949 Mao Zedong mendirikan Republik Rakyat Cina. Sejak saat itu setiap tahun penduduk negeri tirai bambu merayakan hari nasional dengan upacara seremonial yang mendemonstrasikan patriotisme, seperti pada upacara bendera di Hefei, Provinsi Anhui ini.
Foto: Reuters
…dan Protes
Namun ketika Cina berpesta, situasi di jalan-jalan kota Hongkong memanas. Ratusan ribu manusia tumpah ke jalan untuk memrotes reformasi sistem pemilihan umum dan pengaruh Beijing yang dianggap terlampau besar.
Foto: Reuters/Carlos Barria
Sehaluan....
Hongkong sebenarnya juga menggelar pesta menyambut kemerdekaan Cina. Kepala pemerintah Hongkong, Leung Chun Ying yang kontroversial itu pun turut diundang. Secara demonstratif ia dan tamu yang lain saling bersulang dengan sebotol Champagne. Selain itu mereka juga menyanyikan lagu nasional Cina.
Foto: Reuters/Bobby Yip
… dan bersilangan
Menurut tradisi, setiap pagi kota metropolis Asia itu mengibarkan bendera Hongkong dan Cina secara bersamaan. Namun kali ini pemimpin demonstrasi, Joshua Wong dan aktifis yang lain memunggungi bendera sambil menyilangkan tangan. Mereka menuntut pengunduran diri Leung Chun Ying karena dianggap berada di bawah pengaruh Beijing.
Foto: Reuters
Kekuatan militer…
Di ibukota Beijing, Partai Komunis Cina unjuk otot dengan mempertontonkan satuan elit militer Cina di lapangan Tiananmen. Upacara di jantung kekuasaan Komunis itu berlangsung menurut ritual yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Foto: ChinaFotoPress via Getty Images
… dan determinasi mahasiswa
Pada malam menjelang 1 Oktober para demonstran kembali berkumpul. Kebanyakan diliputi rasa lelah setelah bertahan selama berhari-hari dan hujan yang tidak henti-hetinya mengguyur dari langit. Namun begitu para mahasiswa tidak beranjak. Mereka mengaku tidak akan pergi sebelum tuntutannya dipenuhi.
Foto: Reuters/Carlos Barria
Dalam barisan...
Upacara nasional mengenang warisan Mao Zedong itu tidak cuma berlangsung di Beijing, tapi kota-kota besar lain di Cina. Dalam gambar ini sebuah satuan kepolisian sipil memberikan hormat di hadapan bendera negara di Nanjing. Tidak ada satupun yang bisa merusak kedamaian dan stabilitas di Cina, begitulah isyarat yang ingin didengungkan penguasa Cina di Beijing.
Foto: picture alliance/ZUMA Press
…dan kekacauan yang terorganisir
Sebaliknya di Hongkong ribuan mahasiswa memblokir jalan utama di wilayah perbelanjaan Mongkok. Jumlah demonstran diyakini akan terus membengkak. Pasalnya Hongkong memiliki tradisi meliburkan pegawai dan siswa di dua hari pertama bulan Oktober.
Foto: Reuters/Tyrone Siu
Keceriaan...
Penduduk Cina tidak mengetahui banyak tentang apa yang terjadi di Hongkong. Untuk itu pemerintah di Beijing telah lebih dulu memastikan agar tidak ada gangguan sama sekali. Lembaga sensor bertugas siang malam untuk memblokir laporan dari Hongkong. Sementara di media-media sosial, pemerintah menghapus ribuan komentar.
Foto: picture alliance/ZUMA Press
…dan penolakan dalam diam
Sebaliknya Hongkong menikmati kebebasan pers dan berpendapat. Namun demonstran mengkhawatirkan pengekangan menyusul meningkatnya pengaruh Beijing. Secara simbolis mereka mengenakan masker untuk mendemonstrasikan sikap mereka yang tidak akan pernah diam.
Foto: AFP/Getty Images/Philippe Lopez
Kekuatan negara...
Presiden Cina, Xi Jinping sebaliknya banyak menutup mulut atas aksi protes di Hongkong. Sang presiden terjebak dalam dilema, antara menindas demonstrasi atau menyetujui kompromi. Kini ia mengirimkan utusan khusus ke Hongkong untuk mencari jalan keluar.
Foto: Reuters
…dan suara mahasiswa
Mahasiswa memberikan ultimatum kepada pemerintah Hongkong hingga Kamis (2/10) untuk mencabut amandemen Undang-undang pemilihan dan pengunduran diri Leung Chun Ying. Jika tidak mereka mengancam akan memperluas aksi protes, antara lain dengan aksi mogok masal dan pendudukan kantor pemerintahan.
Foto: Reuters/Carlos Barria
12 foto1 | 12
Seperti Topeng Guy Fawkes dari komik dan film "V for Vendetta" memungkinkan pengunjuk rasa Occupy Wall Street pada 2011 mengekspresikan ketidakpuasan dengan tetap anonim.
Demikian juga, referensi film "Joker" mulai muncul dalam protes pada 2019 di tempat-tempat seperti Chile, Lebanaon, dan Hong Kong. Untuk mengekspresikan sikap menentang terhadap pihak yang berkuasa, para pengunjuk rasa menggunakan riasan seperti karakter utama film itu — seseorang di luar sistem dengan psikologis yang tidak stabil dan terabaikan terdorong melakukan kekerasan.
Salam tiga jari dari serial "Hunger Games" yang dilakukan dengan mencium tiga jari tangan lalu merentangkannya ke atas kepala menjadi tanda pemberontakan terhadap penguasa (Capitol) dalam kisah fiksi tersebut. Gerakan ini diadopsi para pengunjuk rasa di Thailand (2014), Myanmar (2021), dan Hong Kong. Pemerintah Thailand bahkan melarangnya dan menyebutnya sebagai tindakan subversif.
Di Cina, pengguna media sosial dan aktivis politik menyindir Presiden Xi Jinping, membandingkannya dengan Winnie-the-Pooh. Kini beruang fiksi populer itu pun dilarang di Cina.
Kini, Jolly Roger "One Piece" semakin mendapat perhatian di seluruh dunia. Aktivis Virgilus Slam percaya logo ini menyalurkan harapan, "Luffy muda ini adalah seorang pemuda yang melawan dan selalu berharap membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, membuat teman-temannya lebih baik dan bahkan membuat musuhnya jadi lebih baik."
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris