1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Menghadapi Krisis Keuangan di AS dan Eropa

Marjory Linardy4 Oktober 2008

Saat pemerintah AS merasa lega, mengingat Dewan Perwakilan (House of Representatives) akhirnya menyetujui paket penyelamatan, Eropa berusaha merumuskan langkah bersama untuk menghadapi krisis.

Gedung Capitol di Washington, tempat Kongres bersidangFoto: AP

Paket penyelamatan sejumlah 700 milyar Dolar yang diusulkan pemerintah AS bagi sektor keuangan negara itu sudah dapat disahkan, setelah tarik ulur yang dramatis berlangsung dua pekan. Setelah Senat menyetujui undang-undang tentang paket penyelamatan itu hari Rabu lalu (01/10), hari Jumat kemarin (03/10) akhirnya Dewan Perwakilan juga menerima.

UU Dapat Disahkan

Dengan persetujuan Senat dan Dewan Perwakilan, kini Presiden George W. Bush dapat melaksanakan usulan yang diajukannya, yang dapat menyelamatkan bank-bank di AS. Bush mengatakan, Senat telah menyetujui undang-undang hari Rabu lalu. Segera setelah Kongres mengirimkannya kepadanya, maka ia akan mensahkan undang-undang itu.

Bush mengatakan hal itu di luar Gedung Putih beberapa saat setelah Dewan Perwakilan mengumumkan keputusannya. Bush juga menambahkan bahwa ia percaya kepada sistem pasar bebas dan pemerintah hanya boleh ikut campur jika keadaan sudah mendesak.

Sementara Menteri Keuangan Henry Paulson, yang menjadi otak utama paket penyelamatan tersebut, mengatakan, rakyat AS akan berterimakasih kepada wakil-wakilnya yang duduk di Senat dan Dewan Perwakilan. Karena mereka telah mendukung rencana yang dapat menyelamatkan sejumlah besar pekerjaan.

Perbaikan dalam UU

Dewan Perwakilan menerima undang-undang tersebut dalam pengumpulan suara putaran kedua. Senin lalu (29/09) sebagian besar anggota Dewan Perwakilan menolak, terutama anggota yang berasal dari Partai Republik. Setelah ditolak undang-undang diperbaiki, dan dalam pengumpulan suara Jumat kemarin, 263 anggota setuju, dan hanya 171 yang menolak.

Paket penyelamatan itu pada dasarnya menetapkan, bahwa pemerintah membeli kredit kosong sejumlah 700 milyar Dolar dari sejumlah bank yang menderita kebangkrutan. Untuk awalnya, dana sebesar 250 milyar akan dibayarkan ke bank. Penambahan dalam undang-undang sehingga akhirnya diterima antara lain berupa perbaikan perlindungan bagi pelanggan swasta, hingga 250.000 Dolar. Penambahan lain adalah, pengurangan pajak hingga 100 milyar Dolar bagi perusahaan dan golongan menengah.

Krisis di Eropa

Simbol langkah UE menyangkut krisis keuanganFoto: DW

Akibat penolakan Dewan Perwakilan awal pekan ini, krisis keuangan AS menyebar ke Eropa. Siang hari ini (Sabtu, 04/10) di Paris akan diadakan konferensi tingkat tinggi. Tujuannya adalah mencari jalan keluar dari krisis keuangan. Sebelum pertemuan, rencana untuk mengadakan dana Eropa untuk stabilisasi bank sudah didiskusikan.

Di Jerman, setelah adanya diskusi panjang lebar, akhirnya pemerintah memutuskan memberikan kredit bagi bank Hypo Real Estate, yang bergerak dalam bidang perumahan. Sebuah laporan media tentang hal itu menyebabkan keresahan para pemilik rekening. Menurut laporan itu, jika perundingan gagal maka Hypo Real Estate terancam bankrut.

Bukan untuk Uni Eropa

Dalam pertemuan yang akan diadakan di Paris, para kepala negara dan pemerintahan dari empat negara terbesar anggota Uni Eropa, yaitu Jerman, Perancis, Inggris dan Italia akan bertemu. Sementara negara-negara lain tidak diundang. Pokok pembicaraan adalah penguatan pengawasan keuangan dan reformasi peraturan tata buku.

Secara resmi pertemuan di Paris sama sekali tidak berkaitan dengan Uni Eropa. Dalam KTT itu Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy bersama Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi dan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown ingin mempersiapkan konferensi yang diusulkan Sarkozy. Yaitu konferensi negara-negara G8 ditambah beberapa negara lainnya, tentang reformasi sistem keuangan.

Belum Ada Langkah Bersama

Untuk pertemuan hari ini (Sabtu, 04/10) Sarkozy juga mengundang Ketua Komisi Eropa José Manuel Barroso, Direktur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet dan ketua persatuan negara-negara bermata uang Euro, Jean-Claude Juncker.

Sampai saat ini Uni Eropa belum memiliki langkah bersama untuk mengatasi krisis keuangan. Saat Sarkozy mengusulkan program milyaran untuk stabilisasi bank, komisaris urusan perdagangan Eropa Charlie McCreevy menentang intervensi pemerintah.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait