Semua mebel berdirinya di langit-langit. Para perancang asal Polandia membangun kediaman terbalik di pulau wisata Usedom. Bukan cuma terbalik, namun juga miring-miring. Bagaimana rasanya tinggal di rumah seunik ini?
Foto: picture-alliance/dpa/Büttner
Iklan
4 September 2008, sebuah rumah terbalik yang dinamakan "Die Welt steht Kopf", atau diterjemahkan menjadi "dunia berdiri di atas kepala", dibangun untuk menjadi sebuah atraksi hiburan bagi turis.
Kedua arsiteknya, Klaudiusz Golos dan Sebastian Mikiciuk yang berasal dari Polandia merancang rumah ini sebagai bagian dari proyek “The World Upside Down.”
Disini semuanya terbalik. Rumah unik di Trassenheide atas dan bawah saling bertukar tempat. Atap rumah ditempatkan di atas permukaan tanah. Interior rumah menarik turis dengan menawarkan perspektif yang luar biasa.
Foto: picture-alliance/ZB/Sauer
Dunia di Atas Kepala
4 September 2008, sebuah rumah terbalik yang dinamakan "Die Welt steht Kopf", atau "dunia berdiri di atas kepala", dibangun untuk menjadi sebuah atraksi hiburan bagi turis. Kedua arsiteknya, Klaudiusz Golos dan Sebastian Mikiciuk berasal dari Polandia. Tidak hanya eksteriornya yang terbalik, tetapi juga semua yang ada di dalamnya.
Foto: picture-alliance/ZB/Lösel
Sekrup dan Lem
Mebel dan televisi dipasangkan dengan sekrup ke langit-langit. Lem kuat digunakan untuk mengatasi gaya gravitasi dan merekatkan lukisan, vas bunga dan bahkan barang pecah belah.
Foto: picture-alliance/dpa/Büttner
Kehilangan Orientasi
Proyek ini memungkinkan pengunjung untuk melihat barang-barang yang digunakan sehari-hari dari perspektif yang sama sekali berbeda. Pengalaman mengeksplorasi interior rumah membuat Anda kehilangan orientasi, agak menakutkan, dan sungguh mempesona.
Foto: picture-alliance/dpa/Büttner
Tidak Semua Terbalik
Hanya tangga rumah tidak bisa dibuat terbalik. Supaya pengunjung bisa mencapai lantai dasar, yang sesungguhnya adalah loteng atap.
Foto: picture-alliance/ZB/Sauer
Rangka Baja
Rumah bergaya Cape Cod ini dibangun di atas rangka baja karena beban berat yang harus ditanggung atap yang menempel di atas permukaan tanah. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah tersebut adalah 300.000 Euro atau sekitar 4 milyar Rupiah.
Foto: picture-alliance/ZB/Sauer
5 foto1 | 5
Proyek ini memungkinkan pengunjung untuk melihat barang-barang yang digunakan sehari-hari dari perspektif yang sama sekali berbeda. Tidak hanya eksteriornya yang terbalik, tetapi juga semua yang ada di dalamnya. Termasuk ruangan, mebel, aksesori dan dekorasi.
Pengalaman mengeksplorasi interior rumah membuat Anda kehilangan orientasi, agak menakutkan, dan sungguh mempesona. Seakan Anda melayang di atas langit-langit.
Rumah bergaya Cape Cod ini dibangun di atas rangka baja karena beban berat yang harus ditanggung atap yang menempel di atas permukaan tanah. Tangga rumah tidak bisa dibuat terbalik, supaya pengunjung bisa mencapai lantai dasar, yang sesungguhnya adalah loteng atap.
Biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah tersebut adalah 300.000 Euro atau sekitar 4 milyar Rupiah. Mebel dan televisi dipasangkan dengan sekrup ke langit-langit. Lem kuat digunakan untuk mengatasi gaya gravitasi dan merekatkan lukisan, vas bunga dan bahkan barang pecah belah.
vlz/yf (weltstehtkopf, youtube)
Pemukiman modern di atas air, mungkin tidak lama lagi akan sangat dibutuhkan, karena permukaan air laut naik lebih cepat dari perkiraan.
Foto: AFP/Getty Images
Pertahanan menghadapi Air
Tinggal dengan tingkat air yang meningkat: Zitadelle merupakan kompleks pemukiman terapung pertama di Eropa. Kompleks yang terletak antara Delft dan Den Haag, belanda ini, terdiri dari 60 apartemen. Saat ini, sepertiga wilayah Belanda terletak di bawah permukaan laut. Melihat situasi ini, Waterstudio.NL memfokuskan diri dalam arsitektur air.
Foto: Koen Olthuis, Waterstudio.NL / ONW/BNG GO
Rumah bagi Hewan
Sea Tree, pemukiman rancangan Waterstudio.NL yang diperuntukkan bagi hewan, dibangun berlapis-lapis, dapat dihuni mulai dari kepiting sampai burung. Bangunan yang bentuknya mirip seperti anjungan minyak ini mengambang di atas permukaan laut, diikat dengan kabel baja di dasar laut.
Foto: Koen Olthuis, Waterstudio.NL
Mesjid Terapung
Meningkatnya permukaan air laut bukan masalah yang dihadapi Belanda saja. Waterstudio.NL merancang mesjid terapung ini untuk Emirat Arab.Bangunan ini memiliki tiang berbentuk corong, yang berfungsi bukan saja sebagai penyangga. Karena transparan, tiang ini memastikan masuknya sinar matahari ke dalam ruangan.
Foto: Koen Olthuis, Waterstudio.NL
Teknologi Tinggi di Surga Wisata
Maladewa juga menghadapi masalah meningkatnya permukaan air laut, Menurut para ahli, bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa Malwadewa akan tenggalam suatu saat. Namun para wisatawan tidak perlu khawatir dengan perkiraan ini. Di masa depan, mereka dapat menghabiskan liburan di Green Star, yang dilengkapi dengan lapanngan golf.
Foto: Koen Olthuis, Waterstudio.NL
Rumah Perahu Belanda
Jauh hari sebelum pulau-pulau pemukiman futuristik direncanakan, sudah banyak warga dunia yang tinggal di atas air. Misalnya di Belanda, di wilayah yang padat penduduk. Saat ini terdapat sekitar 10.000 rumah perahu di negara ini. 2.500 diantaranya mengapung di kanal-kanal kota Amsterdam.
Foto: Fotolia/peteri
Tradisi Peninggalan Kolonial
Juga di belahan lain dunia, seperti di Kashmir, banyak warga menetap di atas air. Rumah terapung ini digagas oleh seorang warga negara Inggris, lebih dari 100 tahun lalu, yang tidak mendapatkan izin untuk membeli tannah. Inovasi ini akan lebih penting di masa depan, karena para pakar memperkirakan bawa wilayah pesisir India akan terendam air.
Foto: Getty Images
Menghindari Air
Di Teluk Halong, Vietnam, rumah-rumah terapung membentuk sebuah desa. Sekitar 1.600 orang tinggal di perkampungan ini. Pulau-pulau kecil yang mengelilingi desa ini tidak dapat dihuni. Penduduk desa mencari nafkah lewat menangkap ikan, budidaya mutiara dan dari parawisata. Listrik diperoleh dari generator.
Foto: Fotolia/MasterLu
Dunia untuk Dijual
Bahkan di Semenanjung Arab telah dimulai tinggal di atas air, dan dalam skala besar. The World merupakan nama sekelompok pulau yang dibangun di Dubai. Ke 270 pulau diatur menyerupai peta dunia dan mewakili lima benua. Siapa yang berminat memiliki salah satu pulau ini harus merogoh kantong dalam-dalam. Pulau-pulau ini berharga antara 11 dann 40 juta Dollar AS.
Foto: AFP/Getty Images
Palem yang Kontroversi
Selain The World, Dubai juga memiliki Palm Islands, yang mulai dibangun pada tahun 2001. Sejauh ini, hanya satu pulau saja yang dapat diakses. Organisasi lingkungan mengkritik proyek ini: ganggang berkembang dengan pesat karena kurangnya sirkulasi air di sekitar pulau-pulau. Di masa depan, diperkirakan arsitektur pulau juga akan mendatangkan masalah.