1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pro Kontra Usulan Mengurangi Jumlah Negara Bagian Jerman

19 Januari 2026

Perdana Menteri Negara Bagian Bayern, Markus Söder, ingin mengubah peta politik Jerman. Namun, usulannya untuk menggabungkan beberapa negara bagian mendapat banyak penolakan.

Markus Söder, Perdana Menteri Negara Bagian Bayern
Markus Söder kembali menjadi sorotan dengan usulan kontroversialnyaFoto: Chris Emil Janssen/picture alliance

Masyarakat Jerman sudah lama terbiasa dengan pernyataan-pernyataan kontroversial Markus Söder. Perdana Menteri Negara Bagian Bayern sekaligus Ketua Partai Uni Kristen Sosial (CSU) itu dikenal blak-blakan dan kerap membuat gerah, baik lawan politik maupun sekutunya sendiri.

Hal serupa kembali terjadi awal pekan lalu. Dalam pertemuan tertutup fraksi CSU di parlemen negara bagian Bayern yang digelar di Biara Banz, Söder melontarkan gagasan agar jumlah negara bagian di Jerman dikurangi dari 16 menjadi lebih sedikit di masa mendatang. Artinya, beberapa negara bagian harus digabung.

"Unit yang lebih besar lebih sukses dibandingkan yang kecil,” ujar Söder, yang memimpin Bayern, negara bagian terluas di Jerman. Namun, ia tidak memberikan usulan konkret mengenai negara bagian mana yang sebaiknya digabung. Satu hal tampak jelas, Bayern tidak boleh berubah.

Söder menambahkan bahwa baginya, pembagian ulang negara bagian harus mengutamakan kekuatan ekonomi di atas segalanya.

Empat negara bagian menopang 12 lainnya

Selama ini, dalam sistem Länderfinanzausgleich atau mekanisme pemerataan fiskal di Jerman, hanya ada empat negara bagian yang menjadi penyumbang dana. Keempatnya adalah Baden-Württemberg dan Bayern, Hessen, dan Hamburg. Negara-negara bagian lain bergantung pada empat donor ini.

Sistem ini dirancang untuk memastikan kondisi hidup yang relatif setara di seluruh Jerman.

Dalam enam bulan pertama tahun lalu saja, keempat negara bagian penyumbang itu menyalurkan lebih dari €11 miliar atau (sekitar Rp200 triliun) kepada 12 negara bagian yang ekonominya lebih lemah. Bayern sendiri menyumbang sekitar €6,7 miliar (sekitar Rp117 triliun), lebih dari setengah total dana tersebut.

Pada 2023, Bayern mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi Federal terkait struktur sistem kompensasi keuangan ini. Namun hingga kini, pengadilan belum membahas perkara tersebut.

Dulu, posisi Bayern tidak seperti sekarang. Selama bertahun-tahun, wilayah yang dulunya didominasi sektor pertanian itu justru menjadi penerima bantuan. Hingga 1970-an, negara bagian terpadat di Jerman, Nordrhein-Westfalen, dengan industri batu bara dan baja yang kuat, turut menyubsidi Bayern.

Baru satu kali penggabungan

Konstitusi Jerman (Grundgesetz) mengatur bahwa perubahan struktur negara bagian hanya dapat dilakukan melalui undang-undang federal yang disahkan Bundestag. Hal ini baru sekali terjadi dalam sejarah Jerman pascaperang.

Pada 1952, tiga negara bagian, Baden, Württemberg-Baden, dan Württemberg-Hohenzollern, digabung menjadi negara bagian baru Baden-Württemberg yang masih ada hingga kini.

Upaya penggabungan Berlin dan Brandenburg pada 1996 memiliki dasar hukum yang sedikit berbeda. Banyak pihak menilai tidak masuk akal jika ibu kota Jerman, yang sepenuhnya dikelilingi oleh Brandenburg, berdiri sebagai negara bagian kota tersendiri.

Dalam kasus ini, referendum di kedua wilayah dapat membuka jalan bagi penggabungan. Mayoritas tipis pemilih Berlin mendukung rencana tersebut, tetapi di Brandenburg, 62,7% pemilih menolaknya. Rencana itu pun dibatalkan.

Selama beberapa dekade terakhir, diskusi serupa juga kerap muncul terkait kemungkinan penggabungan Niedersachsen dan Schleswig-Holstein dengan Hamburg dan Bremen. Namun, wacana tersebut tidak pernah melampaui tahap pembahasan.

Usulan Söder disambut dengan humor

Perdana Menteri Saxony-Anhalt, Reiner Haselhoff dari Partai Kristen Demokrat (CDU), menanggapi usulan Söder dengan nada bercanda. Negara bagian kecil di Jerman timur itu memiliki industri tenaga angin dan surya yang kuat serta memasok listrik terbarukan ke Bayern.

"Sampai konstitusi diubah, kami berjanji untuk tetap menjaga solidaritas dan terus memasok listrik ke München, kantor kementerian negara bagian, dan Bayern,” kata Haselhoff.

Di Rheinland-Pfalz, yang menurut Söder berpotensi digabung dengan negara bagian kecil Saarland, pemilihan parlemen negara bagian akan digelar pada Maret tahun ini. Cabang regional CDU optimistis dapat merebut kekuasaan dari Partai Sosial Demokrat (SPD) yang telah lama memimpin pemerintahan daerah.

"Unit yang lebih besar, seperti yang diserukan Perdana Menteri Bayern, tidak menyelesaikan masalah struktural,” ujar kandidat utama CDU, Gordon Schnieder.

Perdana Menteri Saarland dari SPD, Anke Rehlinger, juga angkat bicara. Ia mengatakan bahwa dirinya sebenarnya sudah menantikan "pertukaran media tahunan” dengan Söder mengenai topik ini, yang biasanya berlangsung pada Rabu Abu setelah musim Karnaval.

Dalam pidato Rabu Abu tersebut, para politisi Jerman memang lazim membahas isu-isu aktual dengan gaya yang lebih santai dan penuh humor.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor: Hani Anggraini

Jens Thurau Jens Thurau adalah koresponden politik senior yang meliput kebijakan lingkungan dan iklim Jerman.
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait

Topik terkait

Tampilkan liputan lainnya