1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikTimur Tengah

Menhan Israel: Gaza Terbakar

Ayu Purwaningsih AFP, Reuters,AP, dpa
16 September 2025

Warga Palestina melaporkan adanya serangan besar-besaran di seluruh Gaza City Selasa (16/09), seiring dengan pernyataan Menteri Pertahanan Israel bahwa “Gaza sedang terbakar.”

Kendaraan lapis baja Israel memasuki perbatasan Gaza
Kendaraan lapis baja Israel mulai memasuki perbatasan Gaza, warga diminta mengungsi ke selatanFoto: Leo Correa/AP Photo/picture alliance

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada hari Selasa (16/09) pagi mengatakan, Kota Gaza, pusat kota utama wilayah tersebut, "terbakar".

"IDF (militer Israel) menyerang infrastruktur teroris dengan tangan besi, dan tentara IDF bertempur dengan berani untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi pembebasan para sandera dan kekalahan Hamas," klaimnya. "Kami tidak akan menyerah dan tidak akan mundur sampai misi ini selesai," tambah Katz.

Para saksi mata melaporkan kepada kantor berita AFP tentang pemboman tanpa henti di Gaza, yang sebagian besar telah hancur setelah hampir dua tahun serangan Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang. "Kami bisa mendengar jeritan mereka," papar Ahmed Ghazal, seorang warga berusia 25 tahun.

Sementara itu, penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa menuduh Israel melakukan "genosida" di Gaza dalam upaya untuk "menghancurkan Palestina". Investigasi tersebut menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat tinggi lainnya melakukan penghasutan.

Serangan semalam di Gaza City menewaskan sedikitnya 20 warga Palestina. Demikian menurut Rumah Sakit Shifa yang menerima jenazah para korban. "Itu malam yang sangat berat," kata Radwan Hayder, warga Gaza City yang mengungsi di dekat rumah sakit.

Israel Tingkatkan Operasi Militer Gempur Kota Gaza

01:45

This browser does not support the video element.

Israel umumkan dimulainya operasi militer besar di Gaza City

Militer Israel pada Selasa (16/09) mengumumkan bahwa operasi besar-besaran mereka di Gaza City "untuk menghancurkan infrastruktur militer Hamas" telah dimulai, dan memperingatkan warga sipil untuk pindah ke kawasan selatan.

Juru bicara militer Israel untuk bahasa Arab, Avichay Adraee, mengumumkan perluasan operasi tersebut di platform X, setelah malam penuh serangan berat terhadap Gaza utara yang menewaskan sedikitnya 20 orang.

Israel telah memperingatkan warga Gaza City yang dilanda kelaparan untuk mengungsi sejak sebulan lalu, namun banyak warga menyatakan tidak dapat mengungsi karena padatnya wilayah Gaza selatan, dan mahalnya biaya transportasi.

Menlu AS, Rubio tiba di Doha setelah mengunjungi Israel.Foto: Nathan Howard/REUTERS

Rubio tiba di Qatar

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam keterangannya kepada wartawan saat meninggalkan Israel menuju Qatar, mengakui dimulainya operasi di GazaCity dan menekankan perlunya segera mengakhiri konflik dengan mengeliminasi Hamas.

"Israel telah memulai operasi mereka di sana. Jadi kami pikir waktu yang tersedia untuk tercapainya kesepakatan sangat singkat,” kata Rubio. "Kita tidak punya waktu berbulan-bulan lagi, mungkin hanya tinggal beberapa minggu atau bahkan beberapa hari saja.”

Rubio mengatakan, sebuah kesepakatan harus mencakup pembebasan sandera serta demiliterisasi dan pelucutan senjata Hamas.

Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

Rubio mengunjungi Qatar pada hari Selasa (16/09) setelah sehari sebelumnya bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Israel, di tengah kemarahan internasional atas serangan udara Israel terhadap pemimpin Hamas di Qatar dan pemboman di Gaza City.

Di Qatar, ia dijadwalkan bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Qatar menggelar KTT darurat pada hari Senin (15/09), di mana negara-negara Arab dan Islam mengecam Israel atas serangan pekan lalu yang menewaskan enam orang di negara itu.

Namun, para pemimpin memiliki pandangan berbeda tentang tindakan selanjutnya, dan kelompok tersebut hanya sepakat untuk mengambil langkah-langkah minimal.

Cek Fakta: Kampanye Israel untuk Menyangkal Kelaparan di Gaza

02:23

This browser does not support the video element.

Spanyol panggil diplomat Israel

Spanyol memanggil penjabat duta besar Israel di Madrid untuk kedua kalinya dalam kurang dari seminggu, gara-gara komentar Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, terhadap Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez.

Sebelumnya Sánchez menyerukan agar Israel dilarang mengikuti ajang olahraga internasional atas tindakannya di Gaza. Saar merespons di X dengan menyebut pemimpin Spanyol itu sebagai "antisemit dan pembohong.” Spanyol telah menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap serangan militer Israel di Gaza.

*Editor: Agus Setiawan

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait